Film aksi kepahlawanan remaja di dunia distopia yang menyimpan intrik-intrik drama yang menyentuh.
8Overall Score
Reader Rating 5 Votes
8.9

Seri ketiga sekaligus penutup dari film trilogi Maze Runner ini hadir setahun lebih lama dari yang direncanakan sebelumnya. Februari 2017 yang menjadi rencana awal perilisan harus diundur sampai Januari 2018 dikarenakan insiden cideranya Dylan O’Brien di saat pengambilan gambar film ini. Alhasil hype yang meredup karena jarak yang terlalu jauh antara seri kedua Maze Runner: Scorch Trials dengan film ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi penonton akan kualitas film maupun penghasilan box office-nya .

Melanjutkan kisah dari akhir film Scorch Trials, Thomas (Dylan O’Brien) dan kawan-kawan mencoba menyelamatkan Minho (Ki Hong Lee) dari tawanan WICKED, organisasi besar yang memburu para manusia yang imun terhadap Flare Virus yang menjangkiti sebagian besar manusia. Aksi penyelamatan Minho yang berbahaya pun dilakukan Thomas, Newt (Thomas Brodie-Sangster), Frypan (Dexter Darden) dan Vince (Barry Pepper), serta dibantu Jorge (Giancarlo Esposito) dan Brenda (Rosa Salazar) dengan mengejar kereta yang melaju kencang.

Misi tersebut membawa mereka ke Kota Terakhir yang masih berfungsi dan dikuasai oleh WICKED dengan mendirikan tembok besar yang memisahkan manusia yang terjangkit virus dengan yang belum terjangkit. Thomas pun terpaksa bersingggungan lagi dengan Teresa (Kaya Scodelario) yang mengkhianatinya dan mengakibatkan Minho ditangkap. Upaya Thomas masuk ke dalam Kota Terakhir mendapat rintangan dari pimpinan WICKED, Ava Paige (Patricia Clarkson) dan panglimanya, Janson (Aidan Gillen). Mereka memburu Thomas dan kawan-kawan tanpa henti demi memperoleh formula serum antivirus. Waktu pun semakin genting manakala kondisi Minho semakin kritis akibat dijadikan kelinci percobaan dalam memproduksi serum antivirus tersebut.

MR2 MR3

Masih tetap diarahkan oleh Wes Ball, sutradara yang angkat nama lewat seri pertama The Maze Runner ini terlihat makin piawai mengarahkan para pemain dan menerjemahkan skrip milik T.S. Nowlin. Kendati agak kewalahan mengatur pace film berdurasi mencapai 142 menit, namun adegan aksi dalam film ini mampu memukau dengan intensitas ketegangan yang terjaga. Apalagi ditunjang dengan sinematografi dari Gyula Pados yang ciamik, dengan pergerakan kamera yang dinamis dan lincah sehingga mampu menampilkan keindahan gambar. Hal ini mampu sedikit mengobati penderitaan penonton menghadapi panjangnya durasi film.

Dari sisi akting, film ini seakan mengukuhkan Dylan O’Brien sebagai aktor muda laga yang potensial. Setelah sebelumnya bermain apik sebagai agen rahasia dalam American Assassin, kini ia mampu menampilkan kemampuan akting  yang baik sebagai Thomas, aktor utama film ini. Rosa Salazar adalah aktor lain yang menonjol dalam film ini, dengan berbagai adegan laga yang keren serta kemampuannya memberikan makna dalam tatapan, ekspresi dan gestur menjadikan karakternya menarik. Selain itu Thomas Brodie-Sangster di luar dugaan menjadi penampil yang seimbang bagi O’Brien. Chemistry keduanya menjadikan film ini memiliki kisah lain yang lebih mendalam daripada sekedar kisah “remaja menyelamatkan dunia” dalam genre Young Adult lainnya.

MR6 MR7

Final Verdict

Sebagai salah satu pengisi genre young adult yang nampaknya akan segera berakhir pasca kegagalan seri Divergent dan The Host serta usainya seri The Hunger Games. Maze Runner : The Death Cure ini ternyata sanggup memberikan tontonan yang seru, menghibur, menegangkan sekaligus memiliki hati di dalam ceritanya. Kisah kepahlawanan remaja di dunia distopia dihadirkan dalam balutan film aksi yang megah, yang walaupun kedodoran dari sisi durasi dan ritme cerita namun menyimpan intrik-intrik drama yang dalam. Bukan hanya roman, tapi drama lain dalam lingkup persahabatan, kesetiaan dan pengorbanan.