Tidak banyak film-film Indonesia bernuansa layaknya film fantasi, apalagi fantasi yang bergenre drama romantis. Sutradara Danial Rifki (Haji Backpacket, La Tahzan, Melbourne Rewind) dan penulis naskah Haqi Achmad (Ada Cinta di SMA, Melbourne Rewind, Refrain) berusa mewujudkan hal ini.

Gadis (Agatha Chelsea) adalah seorang remaja perempuan yang berbeda dari kebanyakan teman-teman sebayanya yang duduk di bangku SMA. Dia selalu beraktivitas di malam hari, mengurung diri di rumah selama siang, dia tidak bersekolah di sekolah umum tetapi home schooling yang diajarkan ayahnya (Iszur Muchtar) yang juga seorang guru.

meet me after sunset 1 meet me after sunset 2

Vino (Maxime Bouttier) seorang remaja pria yang baru saja pindah bersama keluarganya dari Jakarta untuk tinggal di suatu pedesaan di daerah Ciwidey tidak sengaja bertemu dengan Gadis sewaktu malam dan terkesima dengan kecantikan dan keunikannya. Gadis memang selalu memakai jubah warna merah dan membawa lampion. Awalnya Gadis tidak mengacuhkannya karena dia takut, Vino seperti teman-teman lainnya akan menganggap dia seorang yang aneh. Tapi berkat kegigihan Vino, Gadis makin dekat dengannya. Sementara itu Bagas (Billy Davidson) seorang petugas penjaga hutan yang selama ini selalu menemani dan menjadi pelindung Gadis sejak kecil merasa terusik dengan kehadiran Vino dan Bagas juga berusaha mendapatkan hati Gadis. Gadis seperti terjebak dalam dua pilihan yang membingungkan.

meet me after sunset 3 meet me after sunset 5

Sejak film bergulir, suasana fantasi seperti dongeng sangat terasa. Gadis yang memakai jubah merah dan lampion akan mengingatkan dengan dongeng Little Red Riding Hood. Gadis juga sempat mengatakan kalau dia adalah vampir, semakin menambah suasananya dan ditambah lagi rasa penasaran penonton akan siapa sosok Gadis itu. Sinematografi pedesaan dan perbukitan dibantu dengan balutan CGI memberikan nuansa yang magis seperti dunia yang berbeda dan menambah daya khayal penonton seakan-akan masuk ke negeri dongeng. Visualnya ini tidak hanya sungguh memukau dan memanjakan mata penonton, tetapi dapat membangun mood penonton. Sangat jarang film-film Indonesia yang CGI-nya bisa sedemikian memuaskan.

meet me after sunset 4 meet me after sunset 6

Ada perlambangan yang cerdas dari bulan, bintang dan matahari. Vino ibarat matahari yang menyinari di waktu siang, Bagas ibarat bintang yang membuat malam menjadi indah dan Gadis ibarat bulan yang diterangi matahari sewaktu siang dan sewaktu malam bintang mengitari bulan. Vino ingin membuat Gadis mewujudkan segala impiannya dan mendorongnya agar menjadi pribadi yang lebih berani sewaktu siang. Sementara Bagas yang seorang nice guy agaknya takut dan terlalu protektif terhadap Gadis dan selalu beraktivitas keluar pada malam hari bersama dengan Gadis.

Akting dari para pemainnya bisa dikatakan cukup baik, walau belum terlalu spesial. Agatha Chelsea yang sebelumnya mencuri perhatian di film Ada Cinta di SMA ini memberikan daya pikatnya seperti halnya seorang putri dalam negeri dongeng. Maxime Bouttier mampu tampil sebagai bad boy yang berusaha ingin mendapatkan hati Gadis dan mewujudkan segala impian-impiannya. Kemudian Billy Davidson yang tampil baik sebagai sosok nice guy yang selalu menjadi pelindung bagi Gadis.

Ada beberapa hal dalam segi penceritaan, pendalaman karakter, akting dan momen-momen dramatis yang seharusnya bisa digarap lebih baik lagi. Akibatnya ada masalah di segi chemistry antar pemain maupun rasa simpati penonton terhadap karakter Vino dan Bagas. Dapat dikatakan Meet Me After Sunset kurang mampu menggugah hati penontonnya.

Final Verdict:

Walau bernuansa dongeng, tapi kisah Meet Me After Sunset terasa realistis dan tidak dibuat-buat. Sinematografi dan CGI-nya sangat cantik dalam memanjakan mata penonton dan membangun mood yang magis seakan-akan penonton masuk ke dalam negeri dongeng. Meet Me After Sunset juga dengan pintar menggunakan filosofi dari bulan, bintang dan matahari.

Review Meet Me After Sunset - Nuansa Magis dari Dongeng Percintaan Antara Matahari, Bulan dan Bintang
7Overall Score
Reader Rating 10 Votes
7.2