Pertama kali ditayangkan di tahun 2012, pada saat serial tv Glee juga sedang populer, Pitch Perfect menggabungkan humor, drama tentang persahabatan dan pertunjukan akapela dengan salah satu lagunya berjudul “Cups” yang merajai berbagai tangga lagu diseluruh dunia sehingga sukses besar di box office dan dipuji berbagai kritikus film. Dilanjutkan dengan Pitch Perfect 2 yang walaupun tidak sebaik film pertamanya, tetapi lebih sukses secara finansial. Pitch Perfect 3 kali ini menjadi ajang reuni bagi grup musik akapela The Barden Bellas untuk tur terakhirnya. Pitch Perfect 3 akan tayang pada pertunjukan midnight show hari ini, 23 Desember 2017 dan akan tayang reguler pada 27 Desember 2017.

Pembukaan film cukup mengejutkan saat grup akapela bernyanyi lagu Britney Spears berjudul “Toxic” di tengah kapal besar yang mewah di depan 3 orang berjas rapih. Lalu tiba-tiba muncul Fat Amy (Rebel Wilson) dari langit-langit dan menyemprotkan ketiga laki-laki itu dengan semprotan pemadam api. Setelah itu mereka kabur dari kapal tersebut seperti halnya film aksi.

2 1

Flashback ke 3 minggu sebelumnya, para anggota grup Bellas yang telah lulus dari kuliahnya memiliki karir masing-masing, tapi tidak berjalan dengan baik. Beca (Anna Kendrick) seringkali berselisih paham dengan produser musiknya sehingga memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya. Chloe (Brittany Snow) kesulitan dalam bidang dokter hewan, sementara Cynthia Rose (Ester Dean) selalu gagal dalam tes penerbangan. Begitupun dengan Fat Amy, Aubrey (Anna Camp) dan anggota grup Bellas yang lainnya.

Emily (Hailee Steinfeld) yang menciptakan dan menyanyikan lagu original pertama dari grup Bellas yaitu “Flashlight”, sekarang telah menjadi pemimpin grup Bellas di universitasnya dan mengundang para anggota Bellas senior untuk datang ke acara reuni. Acara tersebut kurang berjalan dengan baik karena Bellas senior tidak tampil dan permasalahan dalam karirnya membuat mereka ingin turun gunung dan tampil kembali. Aubrey memiliki ayah seorang petinggi militer sehingga membuat grup Bellas untuk bisa mengikuti tur dan sekaligus berkompetisi di acara USO (United Service Organizations) yang diselenggarakan di berbagai kota di Eropa.

3 4

Masih menggunakan formula yang sama yaitu grup Bellas menjadi underdog karena diremehkan oleh grup band lainnya mulai dari grup band rock wanita, grup rap sampai dengan grup band country. Formula ini menjadi usang dan penonton sudah sering melihatnya, apalagi saat ada satu kejadian yang menimpa Beca yang telah kita pernah saksikan sebelumnya dan tentu saja penonton akan mudah menebak bagaimana hasil akhirnya.

Plot yang tiba-tiba berubah menjadi film aksi mata-mata layaknya film-film James Bond atau Mission Impossible ini menjadikan Pitch Perfect 3 terlalu konyol bahkan cukup banyak adegan-adegan yang menurunkan kecerdasan penonton. Terasa dipaksakan supaya filmnya menjadi lebih seru, menegangkan, tetapi hasilnya nihil.

5 6

Kesalahan paling fatal adalah sisi dramatisnya tidak terasa. Momen-momen persahabatannya hampir tidak ada, kalaupun ada tidak mengena karena telah diperlihatkan di film-film sebelumnya. Film lebih fokus kepada sisi komedi, aksi dan romansa yang hambar. Sisi romansanya hambar karena para aktor pendukungnya tidak ada yang mengesankan, berbeda dengan film sebelumnya.

Disutradarai oleh Trish Sie yang sebelumnya menyutradarai Step Up: All In (2014) dan beberapa music video dari grup band OK Go. Walau film Step Up: All In (2014) kualitasnya cenderung biasa saja, tetapi masih memiliki koreografi yang menarik, music video dari OK Go tentu saja sangat kreatif berkat inovasi-inovasi yang tidak biasa. Hal-hal itu sama sekali tidak terlihat di Pitch Perfect 3.

Fat Amy (Rebel Wilson) kembali menjadi bintang utama, sumber segala kelucuan berada di dia. Walau tidak selucu film pertama atau kedua, humor-humor kasarnya masih mampu mengocok perut. Beca (Anna Kendrick) masih berakting solid ditengah naskahnya yang sebenarnya seperti salinan dari sebelumnya. Akting pemain lainnya terasa biasa saja, karena tidak ada yang spesial dari karakter mereka di film ini, walau karakter Lili Onakurama (Hanna Mae Lee) menyimpan sedikit kejutan di akhir.

Deretan lagu-lagunya masih cukup enak didengar seperti “Cheap Thrills”-nya Sia dan “Freedom! ’90”-nya George Michael khususnya lagu pamungkas di akhir. Sayangnya tidak ada yang memorable atau membuat penonton ingin mendengarkannya berulang-ulang seperti lagu “Cups” di film pertama dan lagu “Flashlight” di film kedua.

Jangan beranjak cepat-cepat dahulu karena ada cuplikan-cuplikan dari Pitch Perfect 1-3 yang menjadi tribut untuk grup Bellas dan ada juga beberapa adegan yang merupakan konklusi dari Pitch Perfect 3. Ironisnya kesemua adegan tersebut lebih baik daripada filmnya sendiri.

Final Verdict:

Pitch Perfect 3 menjadi sebuah film reuni yang terburu-buru dan dipaksakan dibuat untuk tahun ini. Plotnya konyol dan berlebihan, masih menggunakan formula yang sama sehingga repetitif, tidak mempunyai hati dan momen persahatan layaknya film terdahulu. Tapi setidaknya deretan lagu-lagunya masih cukup enak didengar dan Fat Amynya sekali lagi berhasil mengocok perut para penonton.

Acara Reuni yang Terlalu Terburu-buru untuk Diadakan
5Overall Score
Reader Rating 4 Votes
6.0