Agen rahasia wanita identik dengan segala bentuk manipulasi seksual terhadap lawan jenisnya. Tujuannya untuk melemahkan pertahanan musuh atau memanfaatkannya. Tapi tidak hanya mengandalkan tubuh tetapi juga sisi psikologis dari korbannya. Pada film Red Sparrow mengangkat hal itu yang berdasarkan novel dari Jason Matthews yang berjudul sama.

Karena suatu kecelakaan yang menyebabkan kaki patah saat tampil sebagai balerina, Dominika Egorova (Jennifer Lawrence) harus merelakan pekerjaannya itu. Sementara ibunya, Nina Egorova (Joely Richardson) sedang terbaring sakit dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Pamannya, Ivan Dimitrevich Egorov (Matthias Schoenaerts) yang seorang petinggi agen rahasia Rusia, ingin membantunya sekaligus memanipulasinya. Sehingga Dominika terjebak dalam kelicikan dari pamannya itu dan mau tak mau harus mengikutinya.

Penuh dengan adegan seksual khususnya saat Dominika harus masuk sekolah khusus untuk agen rahasia berlatih. Dominika menganggap sekolah ini adalah sekolah pelacur, bagaimana tidak gurunya sendiri yang sangat dingin mengatakan kalau tubuh dari para murid itu milik negara, gurunya mengajari berbagai rayuan yang ujung-ujungnya para murid harus melakukan aktivitas seksual dari berbagai gaya terhadap murid lain atau subjek lain. Adapula adegan penyiksaan interogasi menggunakan berbagai alat. Red Sparrow juga sangat keras dan sadis, adegan aksinya dibalut dengan darah-darah. Tidak hanya itu, tetapi ada juga adegan pemerkosaan dan disiksa secara seksual. Mungkin bagi sebagian penonton akan menjadi tidak nyaman melihat berbagai adegan ini dan Red Sparrow tentu bukan jadi film agen rahasia seperti James Bond yang bisa lebih dinikmati sebagai sajian untuk remaja. Red Sparrow jelas untuk dewasa. Berbagai adegan kekerasan dan seksual itu bisa lebih membuat penonton menjadi tidak nyaman, kalau saja tidak dibabat sensor oleh LSF, tercatat ada 2 momen yang cukup penting yang dibabat dan tentunya sedikit mengurangi esensi filmnya.

red sparrow 1 red sparrow 2

Jennifer Lawrence kembali berakting berani, seringkali dia tidak mengenakan sehelai benangpun dan melalukan berbagai adegan seksual. Dia berhasil dalam memerankan Dominika yang merasa seperti seorang diri, terbeban dalam melakukan perintah, terlecehkan dengan berbagai latihan di sekolah agen rahasia dan melakukan berbagai sekuen aksi brutal dan sekuen rayuan yang maut terhadap korbannya. Dominika sendiri tidak seperti agen rahasia lain, dia tidak fokus terhadap tubuhnya dalam menggoda korbannya, tetapi menggunakan sisi psikologis dari korbannya untuk melemahkannya. Film Red Sparrow sendiri menjadi antipati dari sekian banyak stereotip dari agen rahasia wanita yang menggunakan tubuhnya dan Red Sparrow juga memberikan gambaran kalau sebenarnya agen rahasia itu tersiksa akan pekerjaan yang harus merelakan tubuhnya itu.

Red Sparrow kembali menampilkan pertikaian antara agen rahasia Amerika Serikat dan Rusia. Perilisan Red Sparrow cukup pas dengan apa yang terjadi belakangan antara Amerika Serikat dan Rusia. Rusia dituduh ikut campur tangan secara sembunyi-sembunyi terhadap pemilu presiden Amerika Serikat di tahun 2017, sehingga hubungan mereka menjadi renggang. Tidak hanya itu, di Suriah pun Amerika Serikat yang mendukung pemberontak oposisi Suriah dan Rusia yang mendukung pemerintahan Suriah juga secara tidak langsung saling berperang. Memang betul apa yang dikatakan dalam film Red Sparrow “The Cold War did not end. It shattered into a thousand dangerous pieces.”.¬†

red sparrow 3 red sparrow 4

Durasi 140 menit ini terasa cukup lama untuk ukuran film agen rahasia dan memang kenyataannya film ini kepanjangan, apalagi pada bagian pertengahan yang terasa bertele-tele dengan pace yang lambat. Bagian tersebut cukup membosankan dan dapat membuat penonton mengantuk. Baru pada bagian menjelang akhir terasa lebih hidup dan intens. Kemudian, Red Sparrow ditutup oleh ending yang mengejutkan, pintar dan brilian.

Final Verdict:

Keras, brutal, sadis dan seksi. Red Sparrow menyajikan tontonan thriller agen rahasia yang menegangkan dengan twist yang brilian, walau memang terlampau lama durasinya.

Review Red Sparrow - Film Agen Rahasia Menegangkan dan Sensual yang Penuh dengan Adegan Aksi Brutal
7Overall Score
Reader Rating 2 Votes
9.7