Berdasarkan kisah dari Alkitab, Samson (Taylor James) adalah pemenang yang dipilih oleh Tuhan untuk memimpin Israel. Kekuatan super kuat dan kepribadian yang impulsif membuat dia seringkali berlawanan dengan Kekaisaran Filistin.

Disaat Samson berhadapan dengan jagoan dari Filistin dia jatuh cinta dan akhirnya memperistri Taren (Frances Sholto-Douglas) yang kebetulan adalah seorang Filistin. Tentu hal ini ditentang oleh keluarga dan teman-temannya. Tapi memang sosok Samson adalah sosok yang ditakuti, bukan dihormati sehingga mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Pangeran Rallah (Jackson Rathbone) dari kekaisaran Filistin yang begitu benci kepadanya berusaha untuk mencari tahu rahasia dari kekuatan Samson dan mengutus Delilah (Caitlin Leahy) untuk merayu Samson.

samson 1 samson 2

Kisah Samson ini merupakan kisah yang pastinya hampir semua orang Kristiani khususnya yang pernah Sekolah Minggu mengetahui jalan ceritanya. Hampir memang tidak ada sesuatu yang mengejutkan karena sudah tahu jalan ceritanya. Tugas dari sutradara adalah untuk membuatnya menjadi sajian yang megah, epik dan kolosal. Namun, tidak terlihat hal ini karena memang sisi produksinya sangat standar, bisa jadi karena budget yang sangat minim. Walau kabarnya ini merupakan film dengan budget terbesar untuk film Religi buatan Pure Flix (God’s not Dead). Gabriel Sabloff dan Bruce Macdonald sang sutradara juga tidak berhasil membuat sajian sinematis film kolosal yang baik, film ini sangat jauh dibandingkan film epik 300, Troy, Spartacus, dll. Bahkan film-film Cecil B. DeMille (The Ten Commandments, Samson and Delilah, Cleopatra) puluhan tahun lalu yang teknologinya masih terbatas, jelas jauh lebih baik daripada film Samson ini. Editingnya juga terlampau cepat dan terburu-buru dalam transisinya dari adegan satu ke adegan lain.

samson 3 samson 4

Segi naskahnya membuat penonton tidak bisa memberikan simpati untuk para karakter-karakternya. Samson selalu meminta bantuan dari Tuhan untuk kekuatannya, tapi penonton tidak mengerti mengapa sosok Samson ini patut untuk diberikan kekuatan oleh Tuhan, karena sosoknya yang urakan, sering berantem dan lebih suka menggoda wanita. Ada beberapa adegan memang Samson melindungi umat Israel dan mencuri demi umat Israel tetapi jatuhnya sangat flat. Hubungan dari Raja Balek (Billy Zane) dan Pangeran Rallah (Jackson Rathbone) sangat membosankan, hubungan mereka hanya diperlihatkan adegan-adegan perdebatan yang repetitif, tidak terlihat hubungan yang kuat antara ayah dan anak. Paling parah adalah sosok Delilah, sosok sentral selain Samson. Delilah tidak memiliki karisma untuk menggoda Samson, begitu juga chemistry antara mereka berdua sampai akhirnya Delilah bersimpati terhadap sosok Samson. Malah, sosok dari Taren lah yang lebih kuat karakternya daripada Delilah. Percintaan Samson dan Taren yang berbeda suku ini memberikan pesan cinta yang universal, tapi sayangnya tidak didalami lebih lanjut. Kelemahan naskahnya ini, diperparah akting dari para pemainnya yang standar dan terkadang over-acting. Billy Zane yang sebelumnya pernah menjadi peran penting di film Titanic-nya James Cameron, karirnya terus saja meredup dengan berbagai film-film yang kualitasnya semenjana.

Original Score (Ilustrasi Musik) bertujuan untuk membangun mood film. Pada Samson, original score-nya terlalu banyak diberikan sehingga ada beberapa adegan yang seharusnya bisa sunyi, namun dirusak oleh hal itu. Kualitas dari scoring dari Will Musser ini pun biasa saja, tidak mampu membuat mood penonton menjadi lebih menegangkan atau dramatis.

Final Verdict:

Walau ada beberapa adegan cukup menghibur dan menegangkan, khususnya adegan klimaks yang digarap dengan cukup baik. Sisi penyutradaraan dan produksi jelas kalah jauh dari film-film kolosal sejenis, bahkan Samson jauh lebih buruk dari film-film Cecil B. DeMille yang teknologinya masih terbatas. Naskahnya membuat penonton sama sekali tidak peduli dengan nasib dari para karakternya.

Review Samson - Kisah Kepahlawanan Samson Menghadapi Bangsa Filistin
5Overall Score
Reader Rating 0 Votes
0.0