Kemajuan teknologi khususnya pada sosial media telah menjadi santapan sehari-hari bagi semua orang, khususnya bagi kaum millenials yang tidak lepas dari hal itu. Bahkan bisa dibilang, kita tidak bisa hidup dengan bantuan teknologi. Semakin canggih teknologi, semakin pula kecanggihan sosial media tersebut. Pada film Searching ini mengangkat cerita mengenai ayah yang menggunakan kecanggihan sosial media untuk membantu mencari anaknya.

David Kim (John Cho) adalah seorang ayah yang belum lama kehilangan istri karena penyakit kankernya, dikagetkan dengan anaknya, Margot Kim (Michelle La) yang tidak dapat dihubungi sejak 2 hari lamanya. Setelah sekian lama, dia akhirnya mencoba untuk membuka laptop anaknya dan membuka berbagai sosial media milik anaknya untuk mendapatkan petunjuk kemana anaknya pergi. Setelah mencoba menghubungi beberapa temannya, David tidak mampu mencarinya dan kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak berwenang, kemudian mereka menugaskan detektif Rosemary Vick (Debra Messing).

Sekilas premis penculikan atau kehilangan sudah usang dan sudah ratusan film menggunakannya. Menjadi perbedaan adalah tata kamera dari Searching sungguh inovatif dan lain daripada yang lain karena menggunakan sudut pandang dari berbagai tampilan layar di smartphone atau laptop mulai dari platform iMessage, FaceTime, YouTube, Gmail, Facebook, Instagram hingga sejenis Bigo! Ada pula tampilan layar dari berbagai channel berita yang menampilkan breaking news tentang pencarian hilangnya Margot. Beberapa hal ini telah dilakukan oleh Timur Bekmambetov, sang produser di film yang dia juga produseri Unfriended (2014) dan pada film Profile (2018). Tapi kali ini terasa spesial karena keseluruh film menggunakan tata kamera yang unik itu dan sangat efektif dalam menimbulkan rasa keingintahuan penonton, bukan hanya sekedar gimmick saja.

 

Hal terbaik dalam film ini adalah sisi opening-nya yang menggugah perasaan, tiba-tiba muncul tampilan layar Windows XP dan mulailah kisah David, istri dan anaknya yang masih kecil sampai dengan anaknya beranjak dewasa hingga istrinya yang meninggal karena kanker. Adegan-adegan ini terasa seperti nyata, seperti menyaksikan kumpulan-kumpulan video, email, foto kenangan dari keluarga mereka. Sekilas juga akan mengingatkan dengan sekuen awal di film animasi Up (2007) yang sungguh mengharukan itu

John Cho yang namanya mulai terdengar karena film comedy sex Harold dan Kumar itu, kini makin meningkatkan pesona aktingnya. Setelah sebelumnya dia berperan dengan baik di beberapa film Star Trek (2009 – 2016) dan Columbus (2017), sekarang dia kembali memperlihatkan kematangannya lewat dari memperlihatkan range emosi yang sungguh bermacam-macam mulai dari kesenangan, kesedihan, kecemasan, kehilangan, kemarahan dan rasa kasih sayang. Aktingnya sungguh natural dan membumi, tidak ada kesan untuk dibuat-buat.

Searching memiliki segalanya untuk menjadi sebuah film thriller terbaik untuk tahun ini, namun sayangnya dirusak oleh penyelesaian akhirnya yang agaknya terburu-buru, kurang logis dan agak dibuat-buat.

Final Verdict:

Gaya penceritaan yang sungguh inovatif, editing yang cekatan, music scoring yang efektif. Menjadikan Searching sebagai film yang menghadirkan ketegangan dan rasa penasaran penonton secara intens dari awal film hingga akhir.

Review Searching (2018) - Film Thriller Berteknologi Tinggi dengan Sudut Pandang Kamera yang Unik
8Overall Score
Reader Rating 2 Votes
10.0