Semenjak Pengabdi Setan rilis tahun lalu, seketika itu juga standar kualitas untuk film Indonesia naik secara drastis. Film-film horor Indonesia yang rilis setelah Pengabdi Setan tentu pasti dibanding-bandingkan. Sayangnya, tidak ada yang mampu menyamai bahkan mendekati kualitasnya.

Ketika berbagai promo film mulai dari gambar-gambar maupun trailer dari film Ketika Iblis Menjemput dipublikasikan, tentu harapan untuk melepas dahaga penonton akan film horor yang berkualitas itu muncul. Apalagi melihat nama besar dari Timo Tjahjanto yang sering mengeluarkan film bioskop dan film penndek horor maupun thriller bersama Kimo Stamboel (Mereka berdua dikenal dengan Mo Brothers) berkualitas di atas rata-rata dan tidak sedikit juga yang berkualitas bagus.

Sebelum Iblis Menjemput telah tayang sejak 6 Agustus 2018 di bioskop-bioskop Indonesia.

Sebuah perjanjian kepada iblis yang dilakukan oleh Lesmana (Ray Sahetapi) beberapa tahun lalu berimbas kepada dirinya, kedua istrinya dan anak-anaknya. Lesmana yang sebelumnya kaya raya karena iblis itu, kini jatuh miskin dan sakit-sakitan. Istri pertamanya meninggal secara mengenaskan, istri keduanya Laksmi (Karina Suwandi) kesurupan saat berada di rumah tua milik Lesmana. Ketiga anaknya turut diganggu oleh kuasa gelap tersebut yang meminta imbalan karena Lesmana telah sukses karena iblis itu.

Timo Tjahjanto masih mempertahankan style horornya yang banyak mengumbar darah, kali ini ditambah dengan efek suara yang memekikan telinga dan dapat membuat bulu kuduk merinding atau menimbulkan suasana tidak nyaman. Timo Tjahjanto juga sangat terpengaruh akan film Evil Dead. Berbagai adegan khas dari Evil Dead seperti muntahan darah sampai dengan terperosok di lumpur dapat ditemui pada film Ketika Iblis Menjemput. Adegan-adegan tersebut ditambah dengan adegan copotnya kepala, bagian-bagian tubuh yang patah akan membuat penonton merasa jijik maupun ngilu. Kekurangan kecilnya adalah Timo Tjahjanto seakan tidak mampu membuat ketakutan yang konstan, cukup banyak jeda bagi penonton menarik nafas yang terlalu lama sehingga film menjadi kurang konsisten.

Kepiawaiannya dalam memberikan horor yang menyeramkan tersebut didudukung oleh tata kamera yang jempolan, salah satunya saat adegan seorang anak kecil sedang tidur lalu diganggu oleh iblis. Adegan tersebut menggunakan sudut pengambilan gambar maupun timing yang sungguh tepat dan menimbulkan suasana creepy yang minim suara. Penonton terus-menerus akan bertanya-tanya dan bersiap-siap kapan iblisnya akan keluar saat adegan yang sungguh menakutkan itu. Tidak hanya tata kameranya, tetapi set produksi, make up dan kostumnya sungguh dengan serius digarap. Sisi make up maupun kostum ini terlihat pada sosok iblisnya. Tidak perlu jump scare yang terlalu banyak dengan memperlihatkan sosok iblisnya tersebut, penonton sudah merasa ketakutan.

Chelsea Islan berperan sebagai Alfie, anak dari Lesmana dengan istri pertamanya, dia memiliki memori kelam karena kematian ibunya. Sedangkan Pevita Pearce berperan sebagai Maya yang merupakan anak dari Lesmana dan istri keduanya yaitu Lasksmi. Keduanya berakting cukup total saat ketakutan, kesakitan hingga berlumuran darah dan lumpur. Pujian lain diberikan kepada Karina Suwandi yang berperan dengan baik sebagai seorang yang kesurupan iblis.

Suatu film dapat dikatakan berkualitas jika cerita dan penokohannya bagus. Sayangnya pada Sebelum Iblis Menjemput kedua sisi ini terabaikan. Naskahnya cukup lemah dalam membuat para karakternya dapat mendapat simpati bagi penonton. Hubungan antara Alfie dengan mendiang ibunya terasa mentah, hubungan yang terjalin dengan baik Alfie dengan adik tiri laki-laki pun yang sebenarnya bisa digali lebih lanjut pun tidak mendalam, begitu juga dengan pemeran anak kecil yang agaknya hanya tempelan saja dan diada-adakan. Karena berbagai penokohan yang lemah itulah kebanyakan penonton tentu menjadi tidak peduli terhadap nasib daripada tokohnya, mau mereka selamat atau terbunuh karena iblis itu.

Ceritanya sendiri cukup standar dan beberapa kali mengesampingkan logika. Contohnya saat mereka berpencar dalam mencari pertolongan, logika waktu yang berlangsung selama 2 hari (padahal seharusnya bisa dalam 1 hari saja), logika lain saat mencari pertolongan dengan menelpon, ada lagi logika saat seorang karakter sudah terluka cukup parah, tetapi masih sanggup untuk berjalan.

Final Verdict:

Sinting, gila, menyeramkan, berdarah-darah dan menjijikan! Sayangnya lemah dari segi cerita dan penokohan, sehingga menyebabkan minimnya ikatan emosional penonton terhadap para karakternya.

Review Sebelum Iblis Menjemput - Kisah Chelsea Islan dan Pevita Pearce Berjibaku Melawan Iblis
7.5Overall Score
Reader Rating 1 Vote
7.0