Star Wars: The Last Jedi merupakan film kedua dari trilogi sekuel Star Wars. Setelah dianungi oleh J.J. Abrams di film pertamanya, Star Wars: The Force Awakens, kali ini disutradarai oleh Rian Johnson yang namanya mulai dikenal sejak film Brick yang memenangkan Sundance Film Festival. Namanya mulai terangkat kembali sejak film neo-noir science fiction Looper. Star Wars: The Last Jedi sudah mulai tayang hari ini, 13 Desember 2017 di berbagai bioskop di Indonesia.

Melanjutkan langsung dari cerita Star Wars: The Force Awakens, film dibuka dengan adegan saat Resistance, yang dipimpin oleh Jendral Leia Organa (Carrie Fisher) memimpin pasukannya untuk menghancurkan markas Starkiller. Sementara itu Rey (Daisy Ridley) yang di mana adegan terakhir film Star Wars: The Force Awakens menemui Luke Skywalker (Mark Hammil), berusaha membujuk Luke untuk dapat melatihnya menjadi Jedi demi Resistance untuk dapat mengalahkan First Order yang dipimpin oleh Supreme Leader Snoke (Andy Serkis), General Hux (Domhnall Gleeson) dan Ben Solo a.k.a. Kylo Ren (Adam Driver).

4 5

MINOR SPOILER ALERT! Bisa jadi minor spoiler bagi sebagian orang, karena lebih sedikit mengetahui tentang jalan cerita dari film Star Wars: The Last Jedi akan lebih baik dalam menikmatinya.

Star Wars: The Last Jedi berpusat di 3 tokoh utamanya Luke, Rey dan Kylo dan masih mengangkat sisi gelap (dark side) dan terang (light side). Terkadang dapat berada di zona abu-abu. Luke yang merasa takut Rey akan beralih ke dark side seperti Kylo, membuat dia takut untuk melatihnya. Rey sendiri terhubung secara force dengan Kylo yang terus-menerus berusaha mempengaruhinya, sementara Rey pun bersimpati kepada sosok Kylo yang sebaliknya juga berusaha untuk mengubah Kylo menjadi ke jalan yang benar.

1 3

Adam Driver yang sebelumnya karakternya kurang kuat pendalamannya dan terasa tidak konsisten di Star Wars: The Force Awakens, kali ini menjadi bintang utama. Adam Driver berhasil memberikan akting terbaiknya sebagai sosok yang terluka, hancur, penuh amarah dan ambisi yang kuat. Namun dia seperti layaknya seorang remaja yang sedang mencari jati diri dan pengakuan. Suaranya terkadang bergetar karena ketakutan dan menahan tangis karena masa lalunya. Mark Hammil yang menjadi bintang utama selain Han Solo di Star Wars Original Trilogy (Star Wars: A New Hope, Star Wars: Empire Strikes Back, Star Wars: Return of the Jedi), akan membuat para fans Luke bertepuk tangan. Perannya sangat penting dalam hubungannya dengan Rey dan Kylo, sosoknya seperti Obi Wan Kenobi saat sudah memasuki masa uzur yang dihantui dengan rasa bersalah. Daisy Ridley yang memerankan Rey kembali memperlihatkan sosok perempuan tangguh dan berkemauan kuat. Rey juga sama bermasalah dengan asal usulnya yang dimanfaatkan oleh Kylo.

2 6

Karena terlalu berfokus pada 3 karakter itu, karakter lainnya sedikit kurang pendalamannya, khususnya di sosok Finn (John Boyega). Kali ini dia melakukan misi bersama Rose Tico, salah satu member dari Resistance (Kelly Marie Tran) untuk memecahkan kode yang dibantu oleh DJ (Benicio del Toro) seorang petualangan dengan gaya semaunya itu, namun menimbulkan humor-humor yang segar darinya. Misi ini terasa kurang berdampak bagi keseluruhan cerita dan terkesan jadi sub-plot yang bisa dilewatkan begitu saja, begitu pula dengan chemistry Finn dan Rose yang kurang mengena. Poe Dameron, pilot Resistance (Oscar Isaac) pada film sebelumnya menampilkan sosok heroiknya, dalam Star Wars: The Last Jedi memperlihatkan kemampuan kepemimpinanya. Star Wars: The Last Jedi menjadi sebuah tribut kepada Carrie Fisher sebagai Leia karena dia sudah meninggal setelah menyelesaikan film ini.

7 8

BukanĀ space opera science-fiction namanya jika tidak terdapat makhluk-makhluk/robot-robot unik. Khusus di Star Wars sudah menjadi icon seperti humanoid pintar tapi ceroboh C-3PO. Ada pula R2-D2 (Droid kesayangan dari Luke), Chewbacca (sosok Wookiee, co-pilot dari Han Solo) dan juga Ewoks (Mammaloid / mamalia yang berbentuk manusia). Tapi ada satu yang sampai sekarang menjadi bahan lelucon yaitu Jar-Jar Binks. Di Star Wars: The Last Jedi kali ini terdapat sosok Porgs seperti puffins dan campuran burung laut dengan pinguin yang bentuknya seperti minion. Sosok menggemaskan ini tentu akan disukai anak-anak yang tentunya akan membeli berbagai merchandisenya.

Jika Star Wars: The Force Awakens mengambil banyak referensi dari Star Wars: A New Hope, Star Wars: The Last Jedi mengambil beberapa referensi dari Star Wars: The Empire Strikes Back, walau secara keseluruhan film ini terasa cukup orisinil dan Rian Johnson berhasil membawa Star Wars: The Last Jedi ke teritori baru. Jika Star Wars: The Force Awakens memberikan nostalgia khususnya kepada sosok Han Solo dengan Millenium Falcon, Rian Johnson dengan cerdik tidak hanya membangun nuansa nostalgia saja tetapi sisi sentimentil, khususnya pada bagian Luke dengan Leia.

Rian Johnson yang dibantu oleh sinematografer Steve Yedlin menampilkan warna-warna kontras seperti merah dengan hitam saat background dari ruangan Supreme Leader Snoke berwarna merah pekat dan pasukannya berikut juga Kylo Ren memakai pakaian hitam. Begitu juga saat pertempuran klimaks di planet Crait, planet yang yang dilapisi debu merah dan kristal yang diselimuti oleh garam berwarna putih. Saat seorang anggota Resistance berjalan, dia seperti layaknya mengeluarkan darah di salju yang menambah sisi artistiknya. Koreografi mulai dari dogfight (Pertempuran jarak dekat antar pesawat tempur) hingga tentu pedang light sabernya dengan cakap, cekatan dan terampil ditampilkan, ini menjadi sekuen pertempuran terbaik dari antara film-film Star Wars lainnya. Adegan terbaik adalah saat suasana hening saat tabrakan dua pesawat besar yang membuat penonton hening dan terhenyak. Rian Johnson tidak hanya sebagai sutradara saja tetapi dia seorang artist atau auteur.

Final Verdict:

Sentimental, terdapat humor-humor segar, memanjakan mata dan epik! Star Wars The Last Jedi tentu akan memuaskan para fans Star Wars dan akan menghibur penonton lainnya. Sejauh ini menjadi film terbaik untuk franchise Star Wars di era sekarang (Star Wars: The Force Awakens, Rogue One: A Star Wars Story), tetapi masih belum mampu mendekati kehebatan dari Star Wars: Empire Strikes Back, Star Wars: A New Hope dan Star Wars: Revenge of the Sith.

Sentimentil, terdapat humor-humor segar, memanjakan mata dan epik!
8Overall Score
Reader Rating 2 Votes
7.8