Calon Film Indonesia Terbaik Tahun 2017
9Overall Score
Reader Rating 19 Votes
6.2

Kata siapa membuat remake sebuah film dari negara lain itu mudah? Tanyakan saja kepada Spike Lee (Old Boy), David Moreau, Xavier Palud (The Eye), Yann Samuell (My Sassy Girl) atau bahkan kepada Takashi Shimizu (The Grudge) yang merupakan sutradara dari Ju-On versi original. Kesamaan dari film-film di atas dan puluhan film remake lainnya yang tidak saya sebutkan adalah tidak berhasil menyamai atau minimal mendekati kualitas film aslinya. Ketika Miss Granny yang sukses gilang gemilang di Korea akan diadaptasi oleh Starvision dan bekerja sama dengan CJ Entertainment (Korea), tentu saja beban besar muncul di pundak Ody C. Harahap di bangku sutradara, Upi sebagai penulis skenario dan tentunya berbagai ansembel cast yang berperan di film yang diberi judul Sweet 20 ini.

Ceritanya secara garis besar sama dengan Miss Granny. Fatmawati (Niniek L. Karim), nenek berusia 70 tahun yang cerewet tinggal bersama putranya seorang dosen, Aditya (Lukman Sardi) menantunya yang bernama Salma (Cut Mini) dan 2 orang cucunya, Juno (Kevin Julio), Luna (Alexa Key). Karena tidak tahan dengan cerewetnya Fatmawati, Salma jatuh sakit sehingga membuat Aditya dan Luna berkeinginan untuk memasukan Fatmawati di panti jompo. Karena hal itu terpukulah Fatmawati dan melarikan diri dari rumah. Di suatu jalan dia mendapati ada sebuah suatu studio foto. Fatmawati ingin mengabadikan wajahnya sebelum dia terlalu tua dan tampak cantik nantinya di foto pemakamannya. Ternyata suatu hal ajaib terjadi dan dia menjadi lebih muda 50 tahun!

Baca juga: Selain Sweet 20, Ini Film Remake ‘Miss Granny’ dari Berbagai Negara

Tidak mudah membuat suatu remake, apalagi diadaptasi dari film di negara lain. Penyesuaian budaya terkadang malah menjadi masalah utama sehingga tone, mood dan esensi film aslinya menjadi hilang. Sweet 20 merupakan salah satu dari sedikit contoh yang berhasil. Contoh lain yang berhasil adalah The Departed yang diadaptasi dari Infernal Affairs dan Let Me In yang diadaptasi dari Let the Right One In. Ody C. Harahap dan Upi berhasil membuat Miss Granny rasa Indonesia berkat nuansa khas Indonesia seperti situasi Lebaran, menonton sinetron yang tidak kunjung tamatnya, berbagai humor/celetukan khas Indonesia dan lagu-lagu tembang lawas Indonesia seperti Payung Fantasi, Selayang Pandang, Bing dan Layu Sebelum Berkembang yang sangat enak didengar berkat aransemen ulangnya yang sangat cocok dengan zaman sekarang.

1 4

Deretean ansembel cast-nya sungguh brilian, dapat dikatakan kesemua aktor dan aktrisnya berakting bagus, terutama Tatjana Saphira sebagai Fatmawati muda yang menamakan dirinya Mieke Wijaya seperti nama artis idolanya dahulu. Tatjana Saphira memberikan kesan anggun dan periang sekaligus terkadang centil dan bisa dikatakan lebih cantik daripada aktris Koreanya yang diperankan oleh Shim Eun-kyung. Siapa sih yang tidak jatuh hati melihat kedipan matanya?

kedipan mata

Mungkin hanya sisi komedinya saja yang sedikit kalah oleh pemeran dari negara asalnya itu. Slamet Rahardjo sebagai Hamzah seorang kakek yang ternyata menaruh hati kepada Fatmawati, diperankan dengan bagus dan penuh dengan penjiwaan, baik itu saat sedang situasi komedi (naik wahana permainan memicu adrenalin, menonton sinetron, naik motor gede dan memberikan bunga kepada Mieke), maupun sisi drama saat Hamzah memberitahukan rasa cintanya kepada Mieke. Tika Panggabean sebagai anak dari Hamzah dapat diberikan kredit tersendiri berkat segala omelan dan kegusarannya kepada ayahnya dan tentu saja Mieke yang kerap menimbulkan tawa. Kalau saja ada penghargaan seperti Outstanding Performance by a Cast in a Motion Picture (Penghargaan Penampilan Ansambel dalam sebuah Film) di Indonesia, bisa jadi Sweet 20 akan memenangkannya.

Tata artistiknya, tata busana dan sinematografinya membuat film ini menjadi penuh dengan warna vibrant yang mencolok yang riang gembira, tentu saja dengan sentuhan vintage, retro dan oldies ini membuat penonton termanjakan, khususnya kepada penonton dewasa yang mungkin akan kembali bersemangat untuk kembali bersolek layaknya Mieke itu.

2 3

Film-film Korea juara dalam menghadirkan tawa dan air mata pada saat bersamaan atau berdekatan. Sweet 20 memberikan hal ini ke penonton, suatu adegan sedih kemudan adegan berikutnya menimbulkan kelucuan. Ada pula pesan yang ingin disampaikan sangat mengena kepada penonton, bagaimana mengejar impian masa kecil yang tidak tersampaikan sampai dengan kehangatan sebuah keluarga yang klimaksnya sangat mengharukan dengan akting brilian dari Lukman Sardi. Inilah sebuah film Lebaran 2017 terbaik dan bahkan ini menjadi film Lebaran terbaik dalam beberapa tahun belakangan ini yang sangat cocok untuk ditonton oleh semua kalangan dari berbagai usia. Dan tentunya calon film Indonesia terbaik tahun ini.

Final Verdict:

Tanya saja kepada Spike Lee (Old Boy), David Moreau, Xavier Palud (The Eye), Yann Samuell (My Sassy Girl), Takashi Shimizu (The Grudge) betapa susahnya membuat sebuah remake yang diadaptasi dari negara lain yang minimal bisa mendekati kualitas versi originalnya. Sweet 20 dengan sangat baik menyadur dan membuat film ini menjadi rasa lokal. Manis, menghibur, lucu, menyentuh hati dengan lagu-lagu aransemen lawas yang enak di dengar dan dengan penampilan terbaik dari para pelakonnya khususnya Tatjana Saphira dan Slamet Rahardjo. Inilah film Lebaran 2017 terbaik dan menjadi film Lebaran terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Bukan tidak mungkin Sweet 20 menjadi salah satu calon film terbaik Indonesia tahun ini.