Melanjutkan kesuksesan serial televisi dan dua film sebelumnya, franchise Tazza kembali dalam installment ketiganya berjudul Tazza: One Eyed Jack. Namun kali ini dengan cerita dan aktor yang juga baru demi mempertahankan kesegaran cerita.

Adalah Doh Il-chul (Park Jeong-min), seorang siswa cerdas yang lebih memilih untuk bermain poker di sebuah underground casino alih-alih belajar layaknya siswa pada umumnya. Dia merasa bahwa talentanya di meja poker jauh lebih bermanfaat daripada sekadar belajar untuk mempersiapkan ujian PNS.

review tazza one eye jack

Loading...

Pertemuannya dengan seorang wanita bernama Madonna (Choi Yu-hwa) di sebuah lorong kasino, pada akhirnya membawa Doh Il-chul ke dalam sebuah permainan poker bersama dengan pria yang dilihatnya sebelumnya membawa masuk Madonna ke dalam mobilnya dengan kasar. Pun ternyata dia adalah pria yang sama yang menghancurkan sepedanya Doh Il-chul pasca ditabrak dengan mobil mewahnya.

Permainan yang sengit tersebut kemudian menghasilkan kekalahan bagi Doh Il-chul dan membuatnya kehilangan $100,000. Hampir mati karena dipukul terkait ketidakmampuan bayarnya, Doh Il-chul pun kemudian didatangi oleh seseorang yang kemudian siap menanggung hutangnya. Dialah One Eyed Jack (Ryo Seung-bum), sang legenda di meja poker yang begitu ditakuti dan dihormati oleh para jago judi di penjuru negeri.

Lantas, apa tujuannya menyelamatkan Doh Il-chul? Sekadar menjadikannya bagian dari “rekrutmen” tim kah, atau ada tujuan lain di balik semua itu?

Apa yang ditampilkan oleh Tazza: One Eyed Jack sejatinya menampilkan gabungan dari heist movie, gambling dan juga thriller. Bahkan sepintas kita seperti familiar dengan tema yang dibawanya, berkat energi yang sama seperti yang dibawa pada trilogi Ocean’s, 21 dan juga Now You See Me.

One Eyed Jack memang menjadi semacam Nick Fury-nya dunia poker di film ini. Yaitu mengumpulkan beberapa orang bertalenta untuk kemudian membentuk tim khusus yang bertujuan untuk merampok jutaan dollar dari pebisnis nakal lewat permainan poker. Namun perjalanan menuju tujuan akhir tersebut dan berbagai intrik yang menyertainya kemudian lah yang menjadikan film ini memiliki dinamika bak roller coaster yang seru dan menghibur.

Pun munculnya karakter lain seperti Young-mi (Lim Ji-yeon) dan Kkachi (Lee Kwang-soo) juga turut memberi warna dalam film yang kemudian mendapatkan posisinya sendiri dalam membentuk ritme filmnya kemudian. Setiap adegan begitu organik dan memiliki konklusi yang tak bisa ditebak.

Hanya saja, 2 jam 19 menit film ini memang sangat kurang dalam hal pengembangan latar belakang masing-masing karakternya. Kecuali Doh Il-chul, karakter lain tidak ada yang mendapatkan porsi khusus mengenai backstory-nya. Semua ditampilkan dalam adegan flashback untuk kemudian terbagi ke dalam 6 babak penceritaannya.

Pun begitu dengan beberapa karakter lain seperti Madonna misalnya, yang konklusi atas hubungannya dengan Doh Il-chul tidak benar-benar diceritakan. Entah disiapkan untuk potensi sekuel atau tidak, namun jika melihat track record franchise ini yang selalu menghabiskan cerita di satu film, hal tersebut nampaknya memang sengaja tidak diceritakan.

Namun segala kekurangan tersebut sejatinya memang mampu tertutup dengan dinamika cerita yang menarik dan tentu saja double plot twist yang mengejutkan. Tazza: One Eyed Jack pada akhirnya berhasil menawarkan paket lengkap hiburan mulai dari penampilan aktor yang menawan, dinamika cerita yang seru dan tak tertebak, dan tentu saja hadirnya berbagai sub genre yang membuat film ini semakin berwarna dan unik.

Tazza tentu saja menyajikan konflik meja judi yang tak hanya seru untuk diikuti namun juga sangat menghibur.

Tazza: One Eyed Jack tayang mulai hari ini, 27 September 2019 di jaringan bioskop CGV, Cinemaxx, Flix Cinema dan Lotte Cinema.

Loading...

Review Tazza: One Eyed Jack (2019) - Konflik Meja Judi yang Seru dan Menghibur
7.5Overall Score
Reader Rating 0 Votes
0.0