Kebanyakan orang tentu telah mengetahui grup superhero Justice League, The Avengers, X-Men hingga Fantastic Four. Tapi belum banyak yang tahu akan suatu grup sidekick, bernama Teen Titans. Sidekick dapat dikatakan sebagai pasangan dari jagoan utama yang bertugas membantu protagonis utama dalam mewujudkan tujuannya.

Komik Teen Titans pertama kali diluncurkan oleh DC Comics pada tahun 60-an dengan karakter Wonder Girl, Kid Flash, Aqualad dan Robin. Kemudian pada tahun 80-an karakternya berubah semua, kecuali Robin, yang terdiri dari Robin, Beast Boy, Cyborg, Raven dan Starfire. DC Entertainment bekerja sama dengan Cartoon Network mengangkat kisah para sidekick ini dengan film kartun yang berjudul “Teen Titans Go! To the Movies” dan telah tayang mulai hari ini, 27 Juli 2018 di seluruh belahan dunia, termasuk di Indonesia.

Pada kota Jump City, Teen Titans yang terdiri dari Robin (Scott Menville), Cyborg  (Khary Payton), Starfire (Hynden Walch), Raven (Tara Strong) dan Beast Boy (Greg Cipes) berjuang untuk melawan Balloon Man yang ingin menghancurkan kota itu. Ketika Balloon Man tidak mengetahui siapa mereka, Teen Titans menjadi kesal dan menjelaskan melalui lagu rap, sehingga tanpa sadar Balloon Man terus menghancurkan kota dan tidak mengacuhkan pertunjukan Teen Titans itu. Kemudian datanglah Justice League yang mengalahkan Balloon Man. Justice League mengkritik Teen Titans karena tidak serius dalam melawan penjahat dan Justice League merasa mereka bukan superhero karena belum ada film yang membahas tentang mereka. Karena itu Robin berjuang supaya mereka bisa menjadi bintang film.

Secara plot, karakter dan animasi tidak ada sesuatu yang spesial. Plotnya cukup sering kita jumpai di berbagai film animasi dan akan sangat mudah ditebak kelanjutan hingga akhir filmnya. Karakternya sendiri kurang dieksplor lebih dalam lagi, hanya Robin saja yang cukup berkarakter, itupun karakternya cukup hambar. Kelemahan selanjutnya adalah segi musiknya yang terlalu kanak-kanak, mungkin bagi anak-anak akan menghibur, tetapi tidak bagi orang dewasa.

Kekuatan utama Teen Titans Go! To the Movies terletak dari berbagai humor meta dan satir yang sungguh mengena dan lucu yang dilontarkan tanpa malu-malu, sindiran tertuju pada film Superman v Batman (2016) yang menurut banyak orang cukup bodoh karena menggunakan nama dari ibu Superman dan Batman yang sama-sama bernama “Martha”, kemudian sindiran lain mengenai kualitas film Green Lantern (2011) dan berbagai sindiran terhadap karakter DC lain seperti “Challengers of the Unknown” yang sesuai namanya tidak jelas atau tidak dikenal kemudian sosok superhero Atom yang ukuran tubuhnya kurang lebih mirip dengan Ant-Man seringkali terinjak oleh yang lain. Tidak hanya para superhero dari DC saja yang terkena sentilan tapi superhero dari tetangga sebelah yaitu Marvel tidak luput terkena imbasnya juga, Deadpool yang meniru karakter Deathstroke hingga puncaknya Stan Lee yang sering menjadi cameo di berbagai film Marvel, kini menjadi cameo di film DC!

Terdapat momen yang cukup seru dan unik saat Teen Titans Go! To the Movies kembali ke masa lalu untuk mencegah para superhero dari Justice League untuk menjadi seorang superhero seperti mencegah Jor-El dan Lara-El untuk mengirimkan bayinya ke Bumi, mencegah ayah dan ibu dari Bruce Wayne untuk melewati lorong gelap hingga dengan usil mengambil tali lasso dari Wonder Woman.

Final Verdict:

Kekuatan utama Teen Titans Go! To the Movies bukan dari segi plot ataupun karakternya yang terlalu standar, melainkan dari humor meta dan satir yang sungguh menohok dan lucu. Ironisnya, film yang berisikan para sidekick ini kualitasnya lebih bagus daripada film Justice League (2017).

Review Teen Titans Go! To the Movies - Film Kartun Satir yang Menyentil DC dan Marvel!
7Overall Score
Reader Rating 0 Votes
0.0