Sudah melanglang buana selama hampir 40 tahun dalam dunia akting, Denzel Washington tidak pernah berperan pada sekuel dari salah satu filmnya. Sekarang akhirnya dia memutus rekornya itu dan kembali berperan sebagai Robert McCall seorang pensiunan agen rahasia dan marinir di The Equalizer 2. The Equalizer 2 Merupakan kolaborasi keempatnya dengan Antoine Fuqua (Training Day, The Magnificent Seven, The Equalizer, The Equalizer 2) dan akan tayang midnight show

Robert McCall (Denzel Washington) sekarang sudah hidup lebih tenang dengan tinggal di rumah susun di lingkungan urban Massachusetts dan bekerja sebagai supir Lyft (Semacam Uber/Grab/Go-Car).

Saat pembunuhan seorang teman lamanya Susan Plummer (Melissa Leo) terbunuh karena berusaha mengungkap kematian seorang agen rahasia. Jiwa Robert McCall terpanggil untuk mengungkap pembunuhan ini dan membalaskan kematiannya.

 

McCall yang sebagai seorang supir Lyft tentu menghadapi puluhan karakter orang setiap harinya, tidak sedikit McCall bersimpati terhadap segala kesusahan mereka, saat ada seorang wanita muda yang dicekoki obat terlarang dan diperkosa oleh sekumpulan pria muda yang kaya raya. Dia langsung menghajar mereka dan kemudian memaksa salah satu dari mereka untuk menelpon polisi, tidak lupa ada lelucon lucu mengenai “5 Bintang” seperti yang supir transportasi online minta jika terpuaskan oleh servisnya. Ada lagi dia turut bersimpati terhadap salah satu tentara yang gay. Kemudian puncaknya saat dia berhubungan dengan seorang kakek tua seorang penyintas / survivor dari Holocaust yang sudah puluhan tahun mencari kakak perempuannya. Disinilah terdapat sisi humanisme dalam Karakter McCall. Dia layaknya seorang malaikat gelap, malaikat yang masyarakat harapkan untuk datang dan membela keadilan dengan menghukum setiap orang jahat yang tidak tersentuh hukum seperti tokoh yang diperankan Charles Bronson / Bruce Wills pada Death Wish.

Karakter McCall semakin menarik karena dia peduli terhadap tetangganya, dia selalu mengucapkan salam hangat terhadap mereka. Membantu mereka jika dalam kesusahan. Suatu kejadian vandalisme yang menyebabkan dinding pada apartemennya dicorat-coret, membuatnya bertemu dengan Miles Whittaker (Ashton Sanders) seorang anak muda yang berbakat dalam seni melukis dan menggambar, tetapi dengan pergaulan yang salah. Disinilah terjadilah momen-momen menarik dan bersahaja saat peran McCall seperti sebagai ayah angkat dan Miles sebagai anak angkatnya. Karakter McCall ditulis dengan baik dan penonton turut larut dalam setiap perbuatan-perbuatan mulianya itu. Hal ini turut dibantu juga oleh akting Denzel Washington yang sungguh menawan. Dia membuktikan kualitasnya sebagai seorang aktor dengan 2 Piala Oscar ditangannya (Glory dan Training Day). Denzel Washington memang seperti sudah kadung melekat dengan karakter Robert McCall maka tidak salah pilihannya dengan berperan pada sekuel ini.

Style aksinya masih mengikuti film pertama yang keras, brutal dan sadis dengan bumbu Equalizer-vision. Equalizer-vision adalah saat karakter McCall menganalisa keadaan, sesaat sebelum melancarkan aksinya. Ditandai dengan jam yang menunjukan durasi aksinya, jantungnya berdetak lebih pelan, pupil mata membesar, kemudian cahaya makin datang sehingga visinya semakin tajam.

Sebuah film aksi maupun thriller tentu harus ada serangkaian adegan baku hantam yang memorable maupun seru. The Equalizer 2 kurang mampu menyuguhkan itu. Adegan aksinya, khususnya pada akhir, terlalu sederhana dan kalah dibandingkan dengan banyaknya film aksi maupun thriller dalam beberapa tahun terakhir ini. Diperburuk lagi dengan pace yang agaknya terlalu lambat. Tipe film The Equalizer ini memang slow-burn, namun sebuah slow-burn harus terus meningkat dari awal hingga akhir, tapi kali ini malah kadarnya semakin menurun.

Final Verdict:

The Equalizer 2 kembali memperlihatkan sosok humanis dan simpatik dari Robert McCall dengan penampilan menawan dari Denzel Washington. Namun, pace yang terlalu lambat dengan berbagai adegan aksi yang terlalu sederhana, membuat kualitas film ini masih di bawah film pertamanya.

Review The Equalizer 2 (2018) - Kembalinya Sosok Agen Rahasia yang Humanis dan Simpatik
6.5Overall Score
Reader Rating 0 Votes
0.0