The depths of the ocean. Unexplored. Unknown. Unconquered.

Begitu luas dan dalamnya samudra sehingga masih banyak yang belum terjamah. Maka dari itu beberapa kalangan masih meyakini bahwa Megalodon (ikan hiu purba raksasa yang hidup sekitar 20 hingga 1,2 juta tahun lalu dan berukuran lebih besar dari seekor paus bungkuk) masih hidup di dalamnya lautan. The Meg merupakan film tentang Megalodon yang disutradarai oleh Jon Turteltaub (National Treasure, The Sorcerer’s Apprentice, Phenomenon) dan telah tayang mulai hari ini, 8 Agustus 2018.

Hanya ada tiga orang yang pernah mencoba dalam aksi penyelamanan di bawah 10.000 meter, tapi hanya satu orang yang selamat: Jonas Taylor (Jason Statham). Itupun misi tersebut berjalan tidak mulus karena adanya kematian dari beberapa kru kapal selam. Jonas terpaksa harus meninggalkan beberapa kru kapal lainnya, supaya kru kapal lain bisa selamat dan Jonas mengatakan kalau ada hiu raksasa / megalodon yang menyebabkan kapal selam mereka karam. Namun, tentu tidak ada yang mempercayai ceritanya, khususnya Dr. Heller (Robert Taylor) yang juga bersamanya saat misi penyelamatan itu dilakukan. Lima tahun berselang sejak kejadian itu, Jonas diberikan kesempatan kedua untuk menghadapi megalodon di dasar laut dan melakukan operasi penyelamatan.

Dalam beberapa tahun terakhir ini terdapat film tentang hiu yaitu The Shallows (2016) dan 47 Meters Down (2017) yang kualitasnya sungguh bagus dalam memberikan suasana teror. Ditarik lebih kebelakang film bertema hiu sudah sangat banyak mulai dari karya masterpiece Steven Spierlberg yaitu Jaws (1975), film kartun Shark Tale (2004) hingga film hiu kelas B yang sungguh absurd tapi sangat menghibur yaitu Sharknado (2013). Kemudian jika dispesifikasi lebih kecil film bertema megalodon ada Megalodon (2012), Mega Shark vs Mecha Shark (2014), Jurrasic Shark (2012) dan masih banyak lagi. Tapi tidak ada yang berbudget besar (150 juta dollar) dengan studio yang besar pula (Warner Bros dari Amerika Serikat + Gravity Pictures dari China).

Budget besar ini lebih banyak dihabiskan oleh efek CGI megalodon maupun sisi design produksinya. Namun efek CGI-nya kurang mulus dan megah untuk memperlihatkan besar dan buasnya megalodon. Design produksinya juga cukup standar dan hambar dalam memperlihatkan segala macam peralatan canggih di markas berteknologi tinggi buatan dari Dr. Minway Zhang (Winston Chao) dengan sokongan dana dari milyuner muda Jack Morris (Rainn Wilson).

Pada film bertema monster maupun pembunuh yang mengejar-ngejar para korbannya, seringkali para karakternya melakukan hal-hal yang bodoh dan konyol. Hal ini berlaku juga di The Meg. Mungkin hal-hal ini bertujuan untuk komedi, tetapi sayangnya komedinya pun tidak mampu membuat penonton tertawa apalagi tersenyum. Diperburuk lagi editingnya yang serampangan dan menyebabkan filmnya kurang koheren. Editingnya menjadi lebih buruk lagi saat berbagai adegan sadis dan berdarah-darahnya banyak yang dipotong demi rating film untuk PG-13 atau remaja.

Jason Statham tidak terlihat seperti biasanya, tidak ada gairah atau sisi kepahlawanan dari dirinya. Walau terlihat dia adalah perenang yang handal karena dia sebelum menjadi aktor adalah seorang atlit diving dan pernah berpartisipasi pada acara olahraga Persemakmuran Bangsa-Bangsa di tahun 1990. Segi romansanya dengan Suyin Zhang (Li Bingbing) pun terasa mentah dan tanpa chemistry.

Ada sedikit point positif dalam beberapa adegan, contohnya saat adegan yang meliputi Toshi (Masi Oka) yang cukup menyentuh hati, kemudian ada karakter anak kecil yang menggemaskan Meiying (Shuya Sophia Cai). Tidak hanya lucu dan imut, tetapi dia peduli dan sayang terhadap ibunya, Suyin Zhang. Ada juga sedikit adegan yang sebenarnya cukup memberikan suasana ketegangan maupun teror.

Final Verdict:

Hambar, tanpa teror dan tanpa ketegangan yang berarti. The Meg sangat jauh kualitasnya jika dibandingkan dengan film hiu-hiu lainnya. Bahkan Sharknando masih bisa lebih menghibur!

Review The Meg (2018) - Hiu Purba Raksasa yang Siap Meneror!
5Overall Score
Reader Rating 0 Votes
0.0