Underdeveloped script with too murky and somber directing. Fortunately, it's still quite entertaining blockbuster
6Overall Score
Reader Rating 4 Votes
5.6

Rencananya Universal Studio selaku pemegang lisensi dari berbagai karakter monster seperti The Mummy, Frankenstein, Dracula, The Invinsible Man, The Wolfman, Van Helsing, Creature From the Black Lagoon, dll akan menjadikan film The Mummy ini sebagai batu loncatan dari universe yang akan diciptakan seperi halnya Marvel Cinematic Universe (MCU) dan DC Universe (DCU). Aktor kelas atas yang sebelumnya beradu akting di Pirates of Caribbean: Salazar’s Revenge yaitu Johnny Depp dan Javier Bardem telah tanda tangan kontrak untuk berperan sebagai The Invisible Man dan Frankenstein. Tentu saja penonton berharap cukup banyak The Mummy ini akan menjadi landasan yang kuat untuk film-film selanjutnya.

Baca juga: Selain The Mummy, Ini 7 Film yang akan Hadir dalam Dark Universe!

Tom Cruise berperan sebagai Nick Morton seorang tentara yang bertugas di Irak yang dikuasai ISIS sedang mencari apa yang disebut dengan “Haram” dibantu oleh sidekick-nya Chris Vail (Jake Johnson). Nick dan temannya akhirnya menemukanya tanpa sengaja dan mendapati sebuah penjara yang terdapat mumi didalamnya. Mereka dibantu juga oleh seorang arkeolog, Jenny (Annabelle Wallis). Tidak mengenal tempat, di London pun, berbagai kutukan dari mumi tersebut menimpa Nick, Chris dan Jenny.

Pasti sebuah remake/reboot/sequel/prequel pastinya akan dibanding-bandingkan dengan film sebelumnya. Pertama kali film tentang mumi dibuat di tahun 1933 sampai dengan filmnya Stephen Sommers yang dibintangi oleh Brendan Frasers (1999, 2001) dan di tahun 2008 yang disutradarai oleh Rob Cohen telah lebih dahulu ada diingatan penonton. Brendan Frasers telah menjadi ikon seorang petualang layaknya Harrison Ford pada Indiana Jones. Sisi komikal dan heroismenya dibantu Rachel Weisz yang sangat cantik dan sidekick-nya yang sangat kocak John Hannah ditambah penyutradaraan Sommers yang memberikan nuansa petualangan, hiburan dan humor yang tinggi menambah lagi beban sutradara Alex Kurtzman yang terlebih dahulu terlibat di dalam Transformers (2007), The Amazing Spider-Man 2 (2014) dan Star Trek (2009). Kurtzman berusaha menampilkan sisi gelap, mistis dan ditambah unsur-unsur film monster/zombie/vampir yang sayangnya kurang terasa menyeramkan atau menegangkan. Tone yang muram itupun malah membuat penonton kesulitan dalam menangkap visual yang ditampilkan. Terlalu banyaknya adegan flashback juga turut membuat penceritaannya menjadi tersendat.

2 4

Dalam kredit penaskahan terdapat 3 orang penulis naskah dan 3 orang lainnya yang membuat cerita sehingga berjumlah total 6 orang yang terlibat! Layaknya seorang nahkoda kapal yang memiliki 6 penasihat, terdapat sebuah kebingungan The Mummy ini mau dibuat sebagai film adventure atau film yang bernuansa horor gothic. Sebagai film adventure kurang terasa unsur fun, sebagai horor juga telah disebutkan di atas. Diperparah lagi semua pengembangan karakternya tidak dibangun dengan maksimal. Chemistry antara Tom Cruise dengan love interestnya pun terasa sangat mentah. Lontaran humor dan perilaku komikalnya tidak ditulis dengan baik sehingga sepanjang film praktis penonton jarang ada yang tertawa.

3 6

Ada beberapa elemen dari film-film Lifeforce, Evil Dead, American Werewolf in London dan yang paling membekas adalah adegan Zombie di dalam air layaknya film Zombi Lucio Fulci. Beberapa homage dari film-film tersebut mungkin akan sedikit memuaskan bagi yang pernah menyaksikannya. Tidak hanya itu yang memuaskan, bagian aksi yang menghibur saat di pesawat yang saat syuting memang benar-benar zero gravity, terasa spektakuler. Berbagai efek visual seperti saat terpaan badai pasir di pusat kota London, Mr Hyde yang diperankan dengan baik oleh Russel Crowe dan sampai dengan adegan mumi yang layaknya zombie ini membuat film pertama dari Dark Universe menjadi cukup layak ditonton untuk sebuah hiburan saja.

Final Verdict:

Terlalu gelap dan muram untuk dikatakan sebagai film action adventure. Kurang menyeramkan dan menegangkan untuk dikatakan sebagai film monster/vampir/zombie. Kurangnya chemistry, sisi petualangan, humor dan dialog yang memikat menambah kelemahan film pertama dari Dark Universe (The Mummy, Frankenstein, Dracula, The Invinsible Man, The Wolfman, Van Helsing, Creature From the Black Lagoon, dll). Untungnya kharisma Tom Cruise, beberapa adegan aksi yang menghibur dan beberapa efek visual yang lumayan memukau membuat The Mummy masih layak untuk ditonton sebagai film hiburan blockbuster.