The Nun merupakan prekuel sekaligus spin off dari film The Conjuring. Tidak hanya spin off tetapi film ini juga menjadi shared universe dari The Conjuring.

Shared universe biasa digunakan pada komik di mana karakter, kejadian dan premis dari satu produk lini / tokoh muncul di produk lini / tokoh lainnya dalam franchise tersebut dan berkaitan satu sama lain. Dalam beberapa tahun terakhir shared universe ini dipopulerkan oleh Marvel Cinematic Universe dengan berbagai film superhero-nya.

Ketika seorang biarawati muda bunuh diri di ruang bawah tanah pada biara St. Carla di Romania, Pastur Burke (Demián Bichir) ditugaskan oleh Vatikan untuk menyelidikinya. Dia dibantu juga oleh Irene (Taissa Farmiga) seorang suster yang masih ragu untuk mengambil sumpahnya menjadi seorang biarawati. Mereka ditemani oleh seorang penduduk desa bernama Franchie (Jonas Bloquet) yang kebetulan menemukan jasad dari suster yang menghabisi nyawanya sendiri dengan cara gantung diri tersebut.

Valak merupakan sosok iblis berwujud suster / biarawati yang sungguh menyeramkan, misterius, menakutkan sekaligus memeable ini merupakan sosok setan paling ditunggu-tunggu dan ikonis dari semua entitas jahat di The Conjuring Universe. Kemunculan film ini telah ditunggu-tunggu sejak tahun lalu saat salah satu adegan maupun foto di film Annabelle: Creation mengisyaratkan akan hadirnya sebuah standalone film. Puncaknya adalah sebuah trailer The Nun yang menghebohkan di YouTube karena unsur jump scare yang sangat kuat saat di akhir trailer yang banyak mengagetkan banyak orang, kemudian akhirnya YouTube menghapus konten tersebut karena dianggap terlalu mengganggu. Tidak heran banyak yang berekspektasi tinggi terhadap film The Nun ini. Apalagi mengingat kualitas semua film dari The Conjuring Universe yang bagus-bagus (The Conjuring, The Conjuring 2, Annabelle: Creation) kecuali Annabelle yang kualitasnya di bawah standar. Kemudian tentu di sela-sela kesibukannya dalam menukangi film Aquaman, nama besar sang master of horror zaman now yaitu James Wan masih terlibat sebagai produser, bahkan juga menyumbang ide cerita dan sesekali membantu pekerjaan Director of Photography menurut sang sutradara Corin Hardy.

Segala hal diatas membuat ekspektasi penonton terhadap The Nun begitu tinggi. Kemudian pastinya akan dibanding-bandingkan dengan film terdahulu. Ekpektasi penonton yang begitu tinggi ini kurang diimbangi dengan kualitas naskah yang mumpuni dalam mengangkat keseluruhan film. Ketiga karakter utama dari film ini terasa hambar. Pastor Burke seperti kebanyakan pengusir setan lainnya, memiliki masa lalu yang menghantuinya. Cerita mengenai masa lalu itu, hanya sekilas saja, tanpa ada pendalaman yang berarti terhadap sosok anak kecil yang mengalami kejadian fatal saat Pastor Burke melakukan pengusiran setan terhadapnya. Sehingga tidak ada ikatan yang kuat saat Pastor Burke diganggu oleh roh jahat dari anak kecil tersebut.

Karakter dari Irene ditulis dengan cukup baik, bagaimana keraguan dia untuk sepenuhnya meninggalkan kehidupan duniawinya dan menerima 3 kaul yakni kaul kemurnian, kaul ketaatan, dan kaul kemiskinan. Imannya juga diuji ketika menghadapi berbagai serangan dari Valak. Kemudian seiring berjalanannya waktu character arc-nya cukup kuat sehingga penonton dapat melihat bagaimana transformasi karakter ini. Tapi yang disayangkan adalah seharusnya hubungan Irene dengan berbagai suster yang di biara tersebut dapat dibuat lebih dramatis lagi.

Karakter Franchie terasa cukup mengambang, terkadang dia digambarkan sebagai sidekick, terkadang pula sebagai jagoannya. Karakter ini kekurangan sisi humor maupun kharisma yang kuat.

Tidak ada masalah berarti dalam hal menakut-nakuti penonton, camera work-nya sudah tidak perlu diragukan lagi karena dinaungi oleh Director of Photography Maxime Alexandre yang sebelumnya telah menukangi Annabelle: Creation. Terdapat beberapa momen jump scare yang sungguh tepat timing-nya sehingga membuat penonton kaget, kemudian ada sebuah adegan menggunakan bayangan yang cukup efektif untuk membuat bulu kuduk merinding. Terlebih ada beberapa adegan yang cukup pintar saat para suster berkumpul dan seringkali penonton terkecoh antara mana suster yang asli mana pula yang merupakan suster iblis Valak. Walau begitu, secara keseluruhan kadar keseraman masih dibawah film The Conjuring 1 dan 2. Kadar fun-nya juga di bawah Annabelle: Creation.

Patut dipuji lagi adalah sisi production design yang ditukangi oleh production designer Jennifer Spence (Annabelle: Creation, Lights Out, film-film Insidious). Pengambilan gambar 100% diambil di Rumania, khususnya di kota bersejarah Transylvania yang terkenal karena legenda Drakula dengan tempat tinggalnya di istana bernuansa gothic. Pada film The Nun ini, turut pula digunakan istana dan benteng zaman medieval yang otentik tersebut sehingga menghadirkan atmosfir horor klasik. Nuansa atmosferik ini turut dibantu juga dengan asap-asap khas film horor tahun 70-an dan nuansa gambar dengan kontras yang tinggi.

Final Verdict:

Cukup menyeramkan, menegangkan, menyenangkan dan menghibur. Namun kualitas menakut-nakutinya dan sisi dramatisasinya masih di bawah The Conjuring dan The Conjuring 2. Unsur hiburannya juga masih di bawah Annabelle: Creation.

Review The Nun (2018) - Kisah Asal Usul Sosok Valak yang Menghantui Para Suster
7Overall Score
Reader Rating 2 Votes
5.9