Setelah memproduksi Rafathar The Movie yang banyak menimbulkan komentar negatif akan buruknya kualitas film tersebut dan kabar terlalu mengeksploitasi anaknya sendiri, RA Pictures yang didirikan oleh Raffi Ahmad mengeluarkan film horor berjudul The Secret: Suster Ngesot Urban Legend. Arie Azis yang dahulu membuat Suster Ngesot (2007), dipercaya menukanginya.

The Secret: Suster Ngesot Urban Legend menceritakan Kanaya (Nagita Slavina) yang baru pulang dari studinya di Melbourne, Australia. Kanaya dikejutkan dengan ayahnya (Roy Marten) yang menikahi dengan wanita yang usianya tidak berbeda jauh dengannya, Sofie (Tyas Mirasih). Suatu ketika, saat pesta di rumah mewah orang tuanya, Kanaya melihat pacarnya, Tedi (Rafi Ahmad) sedang bermesraan dengan wanita lain yang sedang mabuk. Kanaya menjadi marah dan memacu mobil mewahnya untuk kembali ke rumahnya. Tedi mengejar Kanaya dengan mobil mewahnya juga. Malangnya, Kanaya terlibat kecelakaan dan mengharuskannya dia dirawat di rumah sakit. Sejak itulah, Kanaya diganggu oleh hantu Suster Ngesot. Teror makin menjadi-jadi di rumah tua peninggalan ibunya Kanaya yang telah tiada. Kanaya bertetangga dengan seorang anak indigo bernama Kemala (Kanaya Gleadys) dan guru homeschooling-nya, Marsha (Marshanda).

Sejak film dimulai nuansa kental sinetron dengan bumbu-bumbu dramatisasinya terlihat, seperti contohnya konflik yang sebenarnya sepele saat Tedi seakan-akan sedang bermesraan dengan seorang wanita, begitu juga adegan kejar-kejaran di jalan tol yang penuh dramatisasi close-up shot dari pemainnya sampai dengan kecelakaan yang dialami oleh Kanaya dengan adegan slow motion yang berlebihan.

Logika menjadi sebuah unsur yang sangat penting dalam bercerita, sayangnya para pembuat filmnya mengesampingkan hal-hal ini. Contohnya saat Kanaya setelah kecelakaan harus dirawat di rumah sakit yang tua dan Kanaya dirawat bersama dengan pasien-pasien lainnya, bukan dirawat sendirian layaknya ruangan kelas VIP atau kelas 1. Padahal melihat dari rumah, pesta pora dan mobil mewah yang dimiliki oleh keluarga Kanaya dan Tedi, seharusnya mereka bisa menempati rumah sakit yang lebih mewah. Kemudian luka yang dialami oleh Kanaya hanya sebatas ditutupi oleh perban di kepala saja, tidak tambak seseorang tengah mengalami kecelakaan parah, lucunya make up Kanaya hingga bulu mata palsunya juga masih kelihatan jelas saat dirawat.

Usaha untuk membombardir penampakan setan Suster Ngesot tidak efektif. Filmmaker-nya seperti berpikir kalau semakin banyak setan dimunculkan, semakin seram film ini atau seperti semakin banyak adegan action di film action, semakin banyak adegan romantis di film romantis akan semakin bagus film itu. Tapi sayang sekali, karena kualitas tentu akan lebih unggul daripada kuantitas. Dari serentetan puluhan adegan penampakan itu, terhitung hanya 1 dan 2 yang cenderung cukup efektif, itupun efek jump scare-nya termasuk murahan.

Segi akting juga standar-standar saja, tidak tampak chemistry yang kuat antar Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, mungkin filmmaker-nya berpendapat kalau chemistry Raffi Ahmad dan Nagita Slavina sudah kuat di dunia nyata yang memang mereka adalah pasangan suami istri. Cukup mencuri perhatian penampilan Nunung dan Mongol dengan kelucuan mereka, walau tetap humornya cenderung terlalu konyol.

Film ini sempat diprotes dari pihak suster di rumah sakit yang berpendapat merendahkan mereka. Diperparah lagi oleh karakter-karakter dari suster-suster di film ini yang menjengkelkan dengan segala keluh kesahnya dan menganggap nyawa dari pasien kurang berarti saat menggunakan permainan “Cing Ciripit” (Permainan/Lagu dari Sunda) untuk menentukan siapa yang harus merawat pasien yang memanggil para suster itu.

Twist ending-nya sebenarnya cukup lumayan, hal inilah yang mampu menyelamatkan film The Secret: Suster Ngesot Urban Legend. Walau sebenarnya twist tersebut terasa cukup dipaksakan dan kurang masuk akal eksekusinya.

Final Verdict:

Minim logika maupun keseraman, kurang koherensi cerita, durasi terlampau panjang hingga akting yang standar, The Secret: Suster Ngesot Urban Legend menjadi film kesekian dari fenomena “latah”/ikut-ikutan membuat film horor yang digarap sangat seadanya ini.

Review The Secret: Suster Ngesot Urban Legend - Film Horor yang Minim Logika dan Keseraman
4Overall Score
Reader Rating 25 Votes
4.8