Sebelum menyaksikan Moana, gw terlebih dahulu menyaksikan film Disney lainnya yang dianggap sebagai salah satu yang terbaik sekaligus film paling penting untuk ditonton dalam beberapa tahun terakhir. Mendapatkan nilai rata-rata 8.1 di IMDb, dibandingkan dengan Big Hero 6 (7.9), Wreck It Ralph (7.8) dan Frozen (7.6). Sama sekali tidak salah, bahkan gw memberikan nilai sempurna.

Tulisan ini akan penuh dengan SPOILER!

Kelinci bernama Judy Hopps (Ginnifer Goodwin) bercita-cita menjadi seorang polisi dan tidak ada yang mempercayai ataupun mendukungnya, karena selama ini tidak ada kelinci yang pernah menjadi polisi. Hewan-hewan yang menjadi polisi digambarkan sebagai hewan yang bertubuh besar, penuh dengan otot, bertampang tegas dan kebanyakan adalah hewan-hewan predator.

Walaupun pada awalnya Judy kesulitan untuk menempuh pendidikan di akademi kepolisian. Namun dengan tekad sekuat baja karena sering sekali diremehkan Judy berhasil bangkit dan mendapatkan lulusan terbaik di akademinya. Karena itu sang walikota menempatkannya di Zootopia yang slogannya adalah “Anyone can be anything!”. Namun fakta berbicara sebaliknya, “Semuanya tidak bisa menjadi apa saja!”. Atasan dari Judy tidak mempercayai seorang kelinci dapat menangkap penjahat dan menempatkannya di jalan raya untuk menilang yang parkir melewati waktu tertentu, biarpun sedang ada kasus hilangnya hewan-hewan yang makin bertambah dari hari ke hari. Sekali lagi Judy tetap bersemangat untuk melakukan tugas-tugasnya.

Perjumpaan dengan Nick Wilde (Jason Bateman) seorang penipu yang selalu sesuai sekali dengan stereotip dari rubah, mengubah kehidupan dari Judy dan menyebabkan mereka berdua akhirnya terlibat dalam kasus menghilangnya hewan-hewan tersebut.

Judy digambarkan jelas sebagai seorang minoritas yang ingin sekali mengabdi bagi nusa bangsa tetapi terhalang oleh “ras”nya yang adalah kelinci. Atasan dan teman-temannya mencibir dan meremehkan dia. Tetapi dia tetap semangat dan menjadi lecutan semangat ganda untuk terus berjuang dan membuktikan diri.

Beda halnya dengan Nick yang ternyata saat masa remajanya dia mendapatkan perlakuan diskriminasi dari teman-teman pramukanya dan mengatakan kalau rubah itu pasti selalu berbohong. Nick pun akhirnya menerima keadaan kalau rubah pasti selalu pembohong dan patah semangat.

Terlihat dua pribadi yang berbeda, satu tetap bersemangat meski mendapatkan perlakuan diskriminasi bertubi-tubi, satu lagi akhirnya menyerah dengan keadaan. Keduanya sama-sama juga mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakan di masa lalu dan prasangka masyarakat terhadap kelinci yang lemah dan imut, rubah yang licik dan pembohong. Judy juga sempat berselisih dengan rubah di masa kecilnya, tapi itu tidak membuatnya patah semangat.

Tidak semua seperti Judy, kebanyakan seperti Nick yang karena perlakukan buruk terhadapnya sehingga dia menjadi seorang yang apatis, dihantui masa lalunya dan menerima perlakuan masyarakat terhadapnya.

Saat Judy dan Nick meneliti kasus, mereka bertemu dengan gembong mafia yang luar biasanya di ketuai oleh seorang tikus! Padahal bodyguard-bodyguardnya adalah kumpulan beruang kutub yang bertinggi tinggi besar. Ini menjadi sebuah ironi dan memutarbalikan, stereotip dimana kalau selalu tikus adalah hewan pengerat yang lemah, tidak punya kekuasaan dan dapat cepat dimangsa oleh predator.

Setelah Judy dan Nick meneliti ternyata didapati hewan-hewan yang hilang semuanya adalah predator dan kembali lagi ke sifat awalnya yaitu memangsa buruannya. Sejak saat itu prasangka masyarakat terhadap predator yang hanya 10% dari penduduk Zootopia sangat meningkat. Seringkali tatapan ketakutan dan sinis muncul dari masyarakat dan membuat kesedihan para “predator” tersebut. Prasangka seringkali timbul, oleh karena sebuah kejadian atau beberapa oknum saja dan membuat generalisir kalau semuanya memang begitu.

Ada sebuah karakter menarik seekor Sloth/Kukang yang memang hewan yang sangat lambat, bahkan menurut http://animals.howstuffworks.com/mammals/sloths-slow.htm Sloth merupakan mamalia paling lambat gerakannya. Kelambatan Sloth membuat gelak tawa yang paling kencang dari sepanjang film ini. Tapi bagian terbaik bagi Sloth ada di ending yang membuat gw bertepuk tangan (literally) adalah ketika di ending diperlihatkan seekor Sloth yang mengendarai mobil sport yang jauh melewati batas kecepatan maksimal mobil.

Sebuah film tentang perlawanan terhadap stereotip, prasangka dan diskriminasi yang dibuat dengan luar biasa baik Byron Howard (Bolt dan Tangled) dan Rich Moore (Wreck It Ralph).

Akhir kata gw ingin menutup dengan suatu kata-kata dari Martin Luther King Jr. “I have a dream that my four little children will one day live in a nation where they will not be judged by the color of their skin, but by the content of their character.” Pesan dari Martin Luther King Jr menurut gw tidak hanya dalam ruang lingkup warna kulit, tapi bisa diaplikasikan kedalam ras, agama, gender, keadaan fisik, kepercayaan, antar golongan, sikap politik dan bahkan orientasi seksual.

P.S. gw menulis ini dengan ditemani oleh lagu yang cukup kontroversial bagi sebagian orang namun dengan pesan damai yang sungguh indah yaitu Imagine – John Lennon.