Penulis naskah Alim Sudio tengah mengalami tahun yang bagus di tahun 2020 ini, setelah film Anak Garuda rilis bulan januari, dua film lainnya yang ia tulis naskahnya, Mariposa serta drama musikal keluarga, Buku Harianku telah dirilis di bioskop pada hari yang sama, yaitu 12 Maret 2020.

Buku Harianku yang dibintangi Kila Putri Alam, Widuri Puteri Sasono, Slamet Rahardjo, Widi Mulia dan Dwi Sasono disutradarai oleh sutradara debutan, Angling Sagaran dan diproduksi oleh kerjasama Bro’s Studio bersama Blue Sheep Entertainment.

Sinopsis

Kila (Kila Putri Alam) adalah seorang anak putri dari Riska (Widi Mulia) seorang single mother manajer bank yang sibuknya tak terkira. Kila yang susah untuk dibujuk makan sayur diajak liburan ke Bali oleh ibunya. Kila ingat sebelum meninggal dulu, ayahnya menjanjikan liburan ke Bali. Tetapi, rasa bahagia Kila untuk berlibur ke Bali pupus manakala Ibunya terpaksa harus menunda liburan dan malah mengajak Kila untuk berlibur ke rumah Kakek Prapto (Slamet Rahardjo) di Sukabumi.

Loading...

film Buku Harianku

Kila punya pengalaman buruk dengan Kakek Prapto karena sering memaksanya untuk memakan sayur, tetapi Kila tidak kuasa menolak karena ibunya menjanjikan dari Sukabumi langsung berangkat ke Bali. Di rumah Kakek Prapto, Kila bertemu kembali dengan Rintik (Widuri Puteri), teman masa kecilnya yang bisu. Bersama Rintik dan Kakek Prapto, Kila merasakan liburan yang sangat seru dan menyenangkan sekaligus mendebarkan.

Review

Sebagai sebuah film drama keluarga yang dibintangi oleh pemain anak, film Buku Harianku menolak untuk disebut sebagai film anak-anak. Penulis cukup setuju dengan statement ini, karena walaupun elemen-elemen film anak cukup kental tetapi plot dan konflik yang ada dalam film juga menyinggung permasalahan yang dilalui oleh orang dewasa, terkait dengan tema kehilangan dan kemampuan untuk melanjutkan hidup, soal jual beli tanah yang dilakukan pengembang, serta tentang alzheimer yang meski dibahas secuplik, tapi cukup menarik.

Sutradara Angling Sagaran yang berpengalaman menyutradarai berbagai video klip musik menyatukan plot dan konflik tersebut dengan gaya musikal yang dinyanyikan para pemainnya. Musik yang keseluruhannya digarap oleh Alfa Dwiagustiar (A: Aku, Benci dan Cinta) bersama Irvan Natadiningrat sangat padu dengan adegan film  tempat dimana diletakkannya momen musikal tersebut.

film Buku Harianku

Lagu-lagu dalam film Buku Harianku sangat catchy dan sesuai dengan karakter anak-anak. Soundtrack film yang berisi 10 lagu di antaranya berjudul “Burung Parkit”, “Bahasa Isyarat” dan “Buku Harianku” ini sudah dapat didengarkan melalui berbagai platform musik digital sejak 14 Februai 2020 lalu.

Sisi musik memang menjadi keunggulan film ini, bahkan salah satu momen musikal di akhir film menjadi bagian  terbaik di keseluruhan film. Momen paling menyentuh dan penulis pikir akan menjadi momen paling memorable dalam film Indonesia beberapa waktu ke depan. Penulis tidak kuasa menahan air mata saat melihat momen tersebut. Indah!

Plot sederhana yang dirangkai oleh penulis naskah Alim Sudio dikembangkan dengan selipan konflik besar soal penjualan tanah dengan kehadiran antagonis satu dimensi, Samsudi (Gary Iskak). Memberikan beban komedi pada Samsudi dan dua anak buahnya memang menjadikan film lebih dinamis, tetapi hal ini pula yang menyebabkan film Buku Harianku sulit untuk tidak disebut sebagai film anak-anak, ditambah lagi penyelesaian konfliknya yang kelewat sederhana.

film Buku Harianku

Tema kehilangan seorang ayah yang dialami Kila dan ibunya, juga Kakek Prapto yang kehilangan putranya menjadi bagian terbaik di dalam naskah yang sayangnya hanya dimunculkan secuil demi secuil meski berdampak besar dalam klimaks film yang luar biasa. Plot lainnya soal alzheimer, pengucilan yang dialami Rintik dan belajar bahasa isyarat adalah subplot-subplot manis lainnya yang mendukung keseluruhan film.

Para cast utama dan pendukung dalam film bermain dengan baik terutama Kila Putri Alam di film perdananya.  Kila, 10 tahun, merupakan alumni Indonesian Idol Junior 2014 sukses menjadi pemeran utama sekaligus menyanyikan berbagai lagu di dalam film ini. Widuri Puteri (Keluarga Cemara) di film keduanya berperan tidak kalah bagusnya sebagai Rintik yang bisu.

Keduanya berakting menawan bersama aktor senior Slamet Rahardjo (Sweet 20, Ranjang Pengantin) yang menunjukkan performa prima sebagai kakek yang tengah berjuang melawan alzheimer dan berusaha melanjutkan hidup pasca kematian putranya. Sebuah momen menarik dan langka juga hadir saat Slamet Rahardjo berduet bersama Kila menyanyikan lagu Buku Harianku.

film Buku Harianku

Aktor-aktor pendukung yang cukup menonjol hadir dengan kehadiran Widi Mulia, Gary Iskak, Ence Bagus, Wina Marrino, serta penampilan khusus Dwi Sasono. Catatan diberikan pada pemeran anak-anak desa yang tampaknya belum terlalu luwes berakting dalam peran yang cukup banyak mendapat screentime.

Secara teknis, selain tata musik yang menjadi favorit penulis,  film juga memiliki kualitas dalam kualitas sinematografi yang digarap Robby Herbi (Milly & Mamet, Mekah I’m Coming). Editing dari Indra W. Kurnia (Insya Allah Sah) dan Ryan Purwoko (Critical Eleven, Imperfect) juga berperan banyak dalam mentransisikan adegan dari drama menuju musikal dengan baik. Keseluruhan tim produksi bekerja dengan sangat baik.

Kesimpulan Akhir

Film Buku Harianku adalah film drama musikal keluarga yang memiliki kualitas apik dalam penggarapannya. Meski premisnya sederhana namun mencakup tema-tema yang membumi dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di balik petualangan Kila di tengah liburannya, film menyelipkan tema melanjutkan hidup di tengah kehilangan yang menjadi kekuatan utama Buku Harianku bersama barisan lagu yang ciamik. Seru, menggembirakan, hangat dan menyentuh. Sampai saat ini Penulis masih belum melupakan momen di klimaks film yang berkesan dan membuat mata basah tersebut.

Note: Scroll/gulir ke bawah untuk melihat rating penilaian film

Loading...

Review Buku Harianku (2020) – Drama Keluarga Ramah Anak Dengan Perpaduan Film Dan Lagu Yang Indah
7Overall Score
Reader Rating 1 Vote
6.4