Korea Selatan menjadi gudang untuk sejumlah film drama romantis, terutama pada era 2000-an. Salah satu yang paling terkenal dari masa tersebut adalah The Classic arahan Kwak Jae-Young. Film romantis tentang kisah cinta pertama ini sukses di pasaran dan melambungkan nama Son Ye-Jin dan membuatnya dijuluki ratu untuk film melodrama.

review classic again

Tahun ini, Thailand merilis remake dari film ini dengan judul Classic Again. Film yang telah tayang di negaranya pada awal Februari lalu akhirnya rilis di Netflix pada 11 Juni kemarin.

Loading...

Sinopsis:

Berawal dari mencari dokumen untuk sang ibu, Bota (Mint Ranchrawee Uakoolwarawat) menemukan sebuah kotak berisi surat cinta yang membawanya menelusuri kisah cinta pertama ibunya.

Alkisah, semasa muda, sang ibu, Dalah (juga diperankan Mint Ranchrawee Uakoolwarawat) menghabiskan waktu liburannya di rumah sang kakek. Di sana, iaertemu dan jatuh cinta dengan Kajorn (New Thitipoom Techaapaikhun). Sayangnya, cinta keduanya terhalang ketika Dalah dijodohkan dengan teman baik Kajorn di sekolah, Tanil (Tong Samitpong Sakulpongchai).

Kisah cinta segitiga yang terjadi pada sang ibu secara ajaib juga terjadi padanya saat ini. Bota jatuh cinta kepada Non (Gee Sutthirak Subvijitra), anggota klub drama yang juga ditaksir oleh sahabat baiknya, Poppy (Meiko Chonnikan Netjui).

Review:

Dalam beberapa tahun terakhir, CJ Entertainment dengan gencar bekerja sama dengan sejumlah negara Asia Tenggara untuk mendaur ulang kembali film populernya. Merupakan debut penyutradaraannya, Tatchapong Supasri yang dihubungi oleh pihak CJ memilih The Classic untuk didaur ulang. Berjudul Classic Again, film ini menjadi remake kedua yang dibuat oleh Negeri Gajah Putih tersebut setelah Suddenly Twenty (remake dari Miss Granny).

Masalah yang kerap ditemui dalam membuat ulang sebuah film dari negara lain adalah sejauh mana adaptasi ini mampu mempertahankan esensi utama dari film aslinya sambil memasukkan kreativitas dan rasa tersendiri yang membuatnya berkesan.

Seperti versi aslinya, film ini terbagi menjadi dua latar waktu yaitu masa kini dan masa muda sang ibu. Hujan pun masih menjadi latar penting untuk setiap adegan romansa termasuk adegan ikonik di mana dua karakter utamanya berlari bersama dengan jaket menjadi payung keduanya sambil diiringi lagu One Memory – versi Thailand dari Me To You, You To Me. 

review classic again

Namun, berbeda dengan Miracle in Cell no.7 versi Turki yang melakukan perubahan yang cukup signifikan dan membuatnya menjadi remake yang unik dan berbeda, Classic Again sama sekali tidak melakukan hal tersebut. Romansa yang dihadirkan memang tidak kalah manis dan menyentuh dari The Classic, namun sayangnya Classic Again terasa bermain aman dengan membuat reka ulang setiap adegan penting. Mau tak mau, menonton film ini seperti déjà vu, yang membuatnya berbeda hanya aktor yang memerankannya saja.

Terlepas demikian, setidaknya romansa manis dua era ini tidak berat sebelah. Memang, fokus utama dari film ini adalah bagaimana kisah cinta sang ibu pada akhirnya mempengaruhi langkah yang diambil oleh anak perempuannya. Namun, pada versi orisinalnya, kisah cinta sang ibu terlalu membayangi bagian cerita sang anak dan mau tak mau membuat kisahnya menjadi tidak cukup padat dan menarik untuk disaksikan. Beruntung, kesalahan ini diperbaiki pada versi adaptasinya dan membuat cerita cinta Bota dan Non mengalir dengan lebih lancar.

Tak ketinggalan, performa para aktor pemeran utamanya khususnya Mint yang memerankan dua karakter tidak kalah dari Son Ye-Jin. Baik sebagai Dalah maupun sebagai Bota, Mint sukses memancarkan pesona dan memaksimalkan chemistry dengan lawan mainnya, baik dengan New maupun Gee.

Kesimpulan Akhir:

review classic again

Bagi yang sudah menyaksikan versi aslinya, Classic Again sebenarnya tidak menawarkan rasa baru dalam kisahnya. Sejumlah adegan klasik dan tak terlupakannya pun dibuat ulang sedemikian rupa. Terlepas demikian, remake Thailand ini paling tidak memperbaiki sejumlah kekurangan yang ada pada The Classic terutama pada bagian kisah cinta sang anak. Walaupun demikian, Classic Again tetap harus disaksikan oleh para pecinta film romantis terutama yang menyukai film-film yang mengangkat tema cinta pertama.

Untuk yang mau menonton versi aslinya, The Classic dapat disaksikan di VIU.

Note: Scroll/gulir ke bawah untuk melihat rating penilaian film

Loading...

Review Film Classic Again (2020) - Remake Thailand dari Film Romantis Populer Korea Selatan
7Overall Score
Reader Rating 1 Vote
7.8