Enola Holmes berlatar pada abad 19 di Inggris, saat di mana wanita memiliki sekolah kepribadian, sebuah sekolah untuk mengajari wanita muda bertata krama di dunia sosial seperti bagaimana tertawa yang sopan, bagaimana posisi berjalan yang benar dan bagaimana cara memakan sup yang benar. Tetapi tidak dengan karakter utama kita.

Enola Holmes (Millie Bobby Brown) adalah saudari termuda dari tiga bersaudara. Kakaknya adalah detektif pintar yang sudah bernama, Sherlock Holmes (Henry Cavill) dan kakak tertuanya, Mycroft Holmes (Sam Claflin). Kedua kakaknya pergi untuk bekerja dan dalam waktu yang sangat lama, sehingga Enola besar hanya bersama ibunya, Eudoria Holmes (Helena Bonham Carter) di rumahnya yang besar (dan berantakan).

Bersama ibunya, Enola tumbuh tanpa aturan yang mengekang dirinya. Ia tidak belajar bagaimana wanita “seharusnya berperilaku”, tetapi ia belajar bertahan hidup di dunia yang keras. Mereka melatih mental dengan belajar membaca buku, bermain permainan kata hingga melatih fisik dengan belajar bertarung di halaman belakang rumah.

Loading...

Satu aspek terbesar dalam film ini adalah sisi feminisme. Bagaimana film ini memperlihatkan kalau wanita juga bisa melakukan apa yang ia inginkan, tidak dengan aturan yang sudah masyarakat ekspetasi untuk mereka. Film ini juga menunjukkan sisi feminisme dengan menjadikan tokoh utama nya seorang perempuan di dalam dunia yang mungkin kita sebagai penonton paling akrab dengan kakaknya, Sherlock Holmes.

Suatu saat, Eudoria menghilang dari rumahnya. Sherlock dan Mycroft, setelah bertahun-tahun lamanya, akhirnya pulang untuk mencari ibu mereka bersama-sama. Namun tanpa Enola karena Mycroft, yang juga adalah walinya, ingin Enola untuk masuk ke sekolah kepribadian karena ia tidak bertingkah laku seperti wanita yang sopan. Tentu saja mengetahui Enola, ia kabur ke London untuk mencari ibunya, setelah melihat permainan kata dari barang ibunya yang ia anggap sebagai petunjuk dan meninggalkan kedua kakaknya.

Dalam momen terbaiknya, Enola Holmes adalah sebuah petualangan yang menyenangkan dengan aktornya yang mampu membawa rasa penasaran serta antusiasme yang menghidupkan teka-teki misteri yang sedang ia coba pecahkan. Millie Bobby Brown, dalam usianya yang masih sangat muda, dengan mudah membawakan karakternya dengan kecerdikan serta semangatnya yang membuat karakternya mudah untuk kita dukung selama perjalanan.

Tetapi jika boleh jujur adalah kakaknya yang membuat saya penasaran. Sherlock Holmes, seperti yang kita tahu, telah diceritakan kisahnya berulang-ulang kali. Di film, Robert Downey Jr., Ian McKellen hingga komedian Will Ferrell sudah pernah mengenakan mantel nama tersebut, tetapi Henry Cavill terlihat sungguh cocok memainkan detektif itu. Setelah pernah melihatnya di The Man from U.N.C.L.E. di mana ia juga memainkan karakter yang sama-sama cerdik dan juga gigih, saya justru penasaran jika melihat film Sherlock Holmes dengan dirinya sebagai tokoh utama.

Perjalanan untuk memecahkan teka-teki mengenai menghilangnya Eudoria juga sungguh menarik, dengan Enola mulai memecahkan teka-teki permainan kata ibunya serta mulai bertemu kenalan Eudoria yang mungkin dapat membantunya. Semakin ia menggali, semakin besar konspirasi yang telah ia bongkar dan semakin besar antusiasme dan penasaran yang telah saya miliki untuk kasus ini.

Namun dalam momen terburuknya, Enola Holmes terlihat bingung dengan mencoba untuk menceritakan dua naratif yang berbeda. Dalam perjalanan menuju London, Enola bertemu dengan seorang anak muda bernama Viscount Tewksbury, Marquess of Basilwether (Louis Partridge), atau Tewksbury untuk nama panggilannya. Tewksbury terlihat sedang ingin kabur dari keluarganya karena terlibat masalah keluarga, dan Enola tepat masuk ke tengah masalah itu meski ia tidak menginginkan pada awalnya.

Kisah Tewksbury terlihat tidak seimajinatif dengan kisah menghilang ibuna Enola, dan juga Tewksbury hanyalah seorang lelaki muda tampan yang sebetulnya tidak terlalu menambah kedalaman yang cukup ke dalam cerita. Dan sayangnya, kisahnya dia semakin lama semakin membesar dan menutup kisah menghilang ibunya, sehingga saya yang penasaran bagaimana kelanjutan investigasi mengenai Eudoria tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah dengan investigasinya Tewksbury saja.

Kecewa? Lumayan. Tetapi kekecawaan itu masih bisa ditutup (meski tidak rapat) dengan bagaimana Enola Holmes adalah sebuah petualangan baru yang cukup seru untuk diikuti. Dan melihat bagaimana cerita ini berakhir, saya tidak akan kaget kalau sebuah sekuel akan dikerjakan yang jika memang terjadi saya berharap dapat lebih mendalami cerita Eudoria yang masih sangat misterius di sini. Dan jika memang akan ada sebuah kelanjutan, maka Enola Holmes sudah terlihat cukup menjanjikan.

Loading...

Review Film Enola Holmes (Netflix, 2020) - Kini, Adiknya Sherlock Holmes yang Memecahkan Teka-teki
7Overall Score
Reader Rating 1 Vote
7.0