Mungkin sebelum tahun 2008 belum banyak orang mengenal apa itu Wing Chun. Sampai rilislah film Ip Man di tahun tersebut yang sukses meraih 21 juta dollar di seluruh dunia dan mempopulerkan beladiri yang telah dikenal sekitar 300 tahun itu.

Setelah sukses dengan film kedua dan ketiga, maka pada tahun ini rilislah film keempatnya yang berjudul Ip Man 4: The Finale. Ip Man 4: The Finale akan tayang pada akhir tahun 2019 ini di bioskop-bioskop XXI. Donnie Yen sendiri mengatakan kalau Ip Man 4: The Finale ini merupakan film terakhir dari kisah Ip Man.

Sinopsis:

Berkisah setelah kematian istrinya karena penyakit kanker, Ip Man (Donnie Yen) juga didiagnosa terkena penyakit yang sama dengan istrinya itu. Sebelum ajal menjemputnya, Ip Man ingin anaknya untuk bersekolah di Amerika Serikat. Ip Man kemudian ke negeri Paman Sam itu untuk meminta surat rekomendasi kepada Wan Zong Hua, sang kepada dari CCBA (Chinese Consolidated Benevolent Association. Namun sayangnya karena murid Ip Man yaitu Bruce Lee (Danny Chan) dianggap melanggar aturan, maka CCBA tidak mau mengeluarkan surat tersebut.

Loading...

Selain ke Amerika Serikat untuk mendaftarkan anaknya sekolah, Ip Man juga diminta tolong oleh muridnya, Bruce Lee yang meminta tolong untuk membantunya karena terkena diskriminasi rasial karena dia membuka sekolah beladiri Wing Chun.

Review:

Ip Man kembali mengandalkan formula film pertama dan kedua yaitu tema kebudayaan dan suku China yang diinjak-injak jati dirinya. Jika pada film pertama oleh penjajahan Jepang, film kedua oleh Inggris Raya dalam masa koloni. Pada film keempatnya kali ini oleh Amerika Serikat.

Terdapat beberapa subplot yang memperlihatkan betapa diskriminatifnya perlakuan terhadap imigran China. Dalam suatu kisah diceritakan Hartman Wu (Vanness Wu) seorang sersan muda di tempat pelatihan Marinir Amerika Serikat ingin memperkenalkan kebudayaan Kung Fu yaitu Wing Chun kepada orang-orang Amerika Serikat berkulit putih, namun penolakan keras diperlihatkan oleh atasannya Barton Geddes (Scott Adkins) dan menantangnya untuk melawan Colin Frater (Chris Collins) yang ahli karate. Dalam subplot ini cukup memberikan ironi karena terdapat beberapa umpatan terhadap orang-orang Asia dengan sebutan “yellow”, namun yang digunakan adalah Karate yang merupakan juga beladiri dari Asia. Karakter dari Barton Geddes yang diperankan secara over acting oleh Scott Adkins pun sungguh stereotip dan komikal. Tidak ada kedalaman dalam tokoh ini, sangat terasa sekali two-dimensional.

Ada satu sub plot lain yaitu anak dari Wan Zong Hua yaitu Yonah (Vanda Margraf) yang mendapatkan peran sebagai kepala cheerleader yang menyebabkan irinya Becky (Grace Englert) yang merupakan seorang yang berkulit putih. Becky kemudian merundung Yonah sampai rambutnya digunting, sampai Ip Man datang untuk membantu. Becky kemudian menggunakan isu rasial untuk menekan Yonah, kalau dia adalah seorang pendatang. Kemudian Yonah membalas kalau orang kulit putih juga merupakan pendatang di benua Amerika. Hal ini terasa mengena sekali khususnya kepada white supremacist yang seringkali menggunakan isu ini, padahal semua orang tahu kalau suku asli Amerika itu adalah bangsa Indians. Hal ini juga berlaku di berbagai belahan dunia lainnya, karena kebanyakan memang kebanyakan dulunya memang pendatang, namun karena menjadi mayoritas, mereka merasa benar dan yang minoritas harus merasa maklum dan sadar diri.

Selain kritik terhadap mayoritas yang selalu memperlakukan secara diskriminatif terhadap minoritas. Ada sebuah kritik sosial yang juga mengena yaitu mengenai minoritas yang kurang membaur, ini yang ingin diperlihatkan oleh Bruce Lee, dia ingin mengajarkan Wing Chun kepada semua orang, tanpa pandang bulu dan ingin lebih mengenalkan kebudayaannya kepada orang-orang banyak, sehingga tidak terkesan eksklusif.

Ip Man 4: The Finale terasa terlalu banyak yang ingin diceritakan sehingga fokus film tidak lagi kepada Ip Man. Fokus kepada Ip Man baru terasa menjelang akhir. Bagaimana dia berbeda pendapat dan bertengkar dengan anaknya, soal jalan hidup yang ingin diambil anaknya. Cerita hubungan ayah dan anak ini, walau terasa sebentar dan kurang mendalam, tapi tetap cukup menggugah perasaan bagaimana kasih sayang antar ayah dan anak.

Karakter Bruce Lee yang ditunggu-tunggu sejak film kedua, akhirnya datang juga. Kali ini sudah tidak terkendala hak untuk menggunakan sosok Bruce Lee dalam film. Danny Chan yang berperan sebagai Bruce Lee cukup luwes, lincah dan bertenaga dalam menggunakan double stick atau nunchaku dan meneriakan teriakan khas Bruce Lee sehingga akan memuaskan para fans Bruce Lee.

Film Kung Fu jelas harus memiliki koreografi pertarungan yang cakap, kali ini tetap pesohor koreografer Yuen Woo Ping yang menukangi segala aksi seru nan memukau yang diperlihatkan Donnie Yen dalam melawan segala musuh-musuhnya. Salah satu adegan aksi yang cukup seru dan menegangkan yaitu saat Ip Man dan Wan Zong Hua di meja bundar saling mendorong kaca, walau penonton mungkin berharap lebih seperti di Ip Man 2 saat Sammo Hung melawan Ip Man di sebuah meja bundar yang benar-benar sangat luar biasa itu.

Kesimpulan Akhir:

Walau terlalu banyak yang ingin diceritakan, karakter antagonis yang terlalu konyol dan berapa bagian terasa terlalu menggurui. Ip Man 4: The Finale tetap menghadirkan aksi-aksi Wing Chun yang sangat seru nan memukau. Donnie Yen sebagai Ip Man masih memperlihatkan kemampuan terbaiknya, tidak hanya dalam pertarungan namun dalam momen-momen dramatis, khususnya dalam hal hubungannya dengan anaknya.

Note: Gulir / scroll ke bawah untuk melihat rating penilaian film (1 – 10)

Loading...

Review Film Ip Man 4: The Finale (2019) - Kisah Penutup Sang Master Wing Chun
7Overall Score
Reader Rating 0 Votes
0.0