Tahun 2020 menginjak minggu ketiga dan film Indonesia yang rilis semakin beragam dari sisi genre, film Mangga Muda produksi Lingkar Film menjadi film rilisan terbaru yang mewakili genre drama komedi dengan tema dewasa yang terbilang jarang diproduksi belakangan ini.

Film Mangga Muda karya sutradara Girry Pratama dan Hendra Martono yang dibintangi oleh Tora Sudiro, Gary Iskak, Ajun Perwira, Sayudi Ucul, Niniek L. Karim dan Alexandra Gottardo ini direncanakan rilis di bioskop Indonesia mulai tanggal 23 Januari 2020.

film Mangga Muda

Loading...

Sinopsis

Agil (Tora Sudiro) dihadapkan pada persoalan rumah tangga yang pelik dalam 8 tahun pernikahannya dengan Luli (Alexandra Gottardo). Sulitnya mendapatkan momongan menjadi hal yang kerap diungkit oleh mertua Agil (Niniek L. Karim). Setelah berkonsultasi dengan rekan-rekannya termasuk Kamal (Gary Iskak) dan Nyoman (Ajun Perwira), Luli pun akhirnya hamil.

Bukan hanya kebahagiaan yang didapat Agil, rupanya Luli mengidam sesuatu yang membuat Agil harus berpikir keras untuk memenuhinya. Luli pun bersikeras bahkan sampai meninggalkan Agil supaya Agil benar-benar berusaha keras mewujudkan keinginannya. Agil yang terdesak pun tidak sengaja terjebak pada situasi sulit yang mengancam nyawanya.

Ulasan

Menyebut nama Lingkar Film rasa-rasanya masih belum begitu familiar di blantika industri perfilman Indonesia. Tercatat ada film Ular Tangga, Revan & Reina serta Kain Kafan Hitam adalah judul-judul film yang sudah mereka produksi sebelum Mangga Muda ini.

film Mangga Muda

Rumah produksi yang sering mengandalkan para sutradara serta talenta-talenta baru untuk tim produksinya ini kembali memakai duet sutradara debutan dalam sosok Girry Pratama dan Hendra Martono yang mengarahkan film dengan naskah dari Jujur Prananto (Ada Apa Dengan Cinta?, Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara). Sayangnya kerjasama duet sutradara dengan penulis naskah senior ini tidak menghasilkan sebuah film yang baik.

Film gagal menanamkan motivasi bagi karakter utama dalam mengambil keputusan yang fatal dan mengganggu momen drama, serta memiliki kualitas komedi yang walaupun memiliki momen-momen mengocok perut tetapi terasa spontan dan tidak terencana dengan baik. Adegan-adegan di paruh pertama film yang seharusnya digunakan untuk menanamkan motivasi bagi paruh kedua yang berlangsung dramatis tidak terasa menarik dan berlebihan.

Karakterisasi Agil yang dimainkan oleh Tora Sudiro juga seperti karakter yang kebingungan menghadapi hidupnya yang 8 tahun menikah tanpa memiliki anak. Sementara istrinya Luli (Alexandra Gottardo) yang sebenarnya tidak banyak menuntut memiliki keinginan yang tidak masuk di akal hanya karena mendengar obrolan pelanggan salon melihat sebuah brosur di salon tempatnya bekerja. Meskipun sudah ditanamkan soal ‘mengidam’ namun tetap aja kesan tidak masuk akal sangat terasa janggal.

film Mangga Muda

Film sebenarnya cukup berhasil memberikan sebuah karakter menarik pada sosok Nafa Urbach yang memerankan Siska, seorang karakter marketing yang berniat membantu Agil mewujudkan keinginan istrinya. Namun setelahnya film mendadak berjalan ke arah tidak jelas juntrungannya saat Agil menghadapi masalah di kantor tanpa alasan yang jelas dan makin terdesak karena istrinya ngambek pergi dari rumah.

Naskah di paruh kedua film semakin berantakan meski di bagian ini juga menjadi bagian yang paling lucu dalam film berkat kehadiran 3 orang karakter kriminal yang dimainkan oleh Sayudi Ucul, Vikri Rasta dan Pasha van Krab. Ketiganya menampilkan komedi fisik dan celetukan yang sebenarnya usang tapi mampu menyegarkan suasana.

Sayudi Ucul sebagai bos kriminal dalam film perdananya menjadi yang paling mencuri perhatian, bersama kedua rekannya Vikri Rasta dan Pasha van Krab. Begitu juga Nafa Urbach (Bidadari Yang Terluka) yang menampilkan seorang marketing yang ceriwis dan believeable. Karakternya yang berusahakan diberi dimensi latar belakang sebenarnya menarik dan memiliki potensi kerjasama baik dengan Agil, tapi sayangnya tidak dieksplor lebih jauh.

film Mangga Muda

Sementara itu Tora Sudiro (Arisan, Banyu Biru) seperti kehilangan energi dalam film ini. Masih ada beberapa momen drama dan komedi yang dimainkan dengan baik, tapi seharusnya aktor peraih Piala Citra ini bisa tampil lebih baik lagi. Pasangannya Alexandra Gottardo (Grisse, Pesantren Impian) justru tampil lebih segar dengan porsi yang minim, begitu juga Niniek L. Karim (Sweet 20, Mama Mama Jagoan) sebagai mertua jutek meski dalam penampilan singkat. Sementara itu Gary Iskak (D’Bijis, Jatuh Cinta Lagi) dan Ajun Perwira (Baracas, Poconggg Juga Pocong) kurang bisa memberikan penampilan yang berkesan sebagai sahabat Agil.

Secara teknis film ini juga tidak memiliki keistimewaan. Tampilannya kurang sinematik dengan kualitas gambar setara FTV. Patut disayangkan memang mengingat rumah produksi ini sudah cukup berpengalaman memproduksi beberapa film sebelumnya. Hanya kerja sinematografer Patrick Lavaud (Ular Tangga, Kain Kafan Hitam) saja yang patut diapresiasi lebih berkat kerjanya menampilkan kota Bandung yang cantik serta mampu menangkap momen komedi dengan baik.

Desain Produksi dan Tata artistik, tata suara, editing, tata suara, make up & tata busana semuanya bekerja dengan apa adanya, tidak terlihat spesial. Sebuah lagu soundtrack yang disertakan dalam film cukup menarik menangkap pesan soal romantisme Agil & Luli, sebuah kerja yang patut diberi apresiasi dari penata musik Joseph S. Djafar (Ananta, Somethin in Between).

film Mangga Muda

Dengan kualitas teknis terkesan apa adanya dan naskah yang tidak seimbang kualitas antara paruh awal dan akhirnya menjadikan film Mangga Muda sebuah presentasi yang cukup mengecewakan. Meskipun memiliki cerita yang dekat berkaitan dengan tema istri yang mengidam dan suami yang berusaha mewujudkan keinginannya, film ini terasa gagal memberikan hal yang menarik dan cenderung berisi lawakan-lawakan usang saja.

Kesimpulan Akhir

Film Mangga Muda berusaha menampilkan kisah drama komedi yang dekat dengan realita masyarakat dan sayangnya dipresentasikan dengan naskah yang tidak memiliki motivasi karakter yang logis dan konklusi mengada-ada. Masih beruntung film memiliki performa aktor komedi yang baik, dan meski lawakannya usang tapi setidaknya masih cukup mampu membuat senyum tersungging.

Note: Gulir/scroll ke bawah untuk melihat rating penilaian film.

Loading...

Review Film Mangga Muda (2020) – Drama Komedi Yang Berusaha Mendekati Realita Dengan Konklusi Di Luar Logika
4.5Overall Score
Reader Rating 0 Votes
0.0