Beberapa tahun belakangan, tak dapat dipungkiri bahwa remake menjadi salah satu tren yang berkembang di dunia perfilman. Film-film asing sukses dari berbagai penjuru dunia pun dicoba untuk dibuat kembali dengan gaya cerita yang disesuaikan dengan pasar yang dituju. Misalnya saja Sweet 20 yang hadir sebagai film lebaran tahun ini. Film yang dibintangi oleh Tatjana Saphira tersebut merupakan remake dari film sukses asal Korea Selatan, Miss Granny.

Selain Indonesia, film ini juga telah dibuat ulang oleh berbagai negara seperti Jepang, Tiongkok, Thailand, dan Vietnam. Tak mau ketinggalan, November 2016 lalu CJ E&M mengumumkan akan bekerja sama dengan Tyler Perry Studios untuk remake Miss Granny versi Amerika.

Tentunya, membuat ulang suatu film sukses dari negara lain, bisa dikatakan seperti pedang bermata dua. Di satu sisi, hal ini beresiko mengingat akan sulit untuk kembali menandingi pendahulunya. Namun, di lain sisi tidak menutup kemungkinan bahwa versi terbarunya malah lebih baik. Begitu pun dengan Amerika yang sangat sering membuat remake dari film asing. Ada film yang dianggap sangat buruk namun ada juga yang dianggap lebih baik dari versi asli.

Nah, sambil menunggu Miss Granny versi Amerika rilis 2018 mendatang, berikut 10 film remake yang pernah dibuat Amerika:

1. The Grudge (2004)

Ju-on-The-Grudge-2002-Full-Hindi-Dubbed-Movie-Watch-Online-FreeThe-Grudge-2004-movie-Sarah-Michelle-Gellar-6

Bagi penggemar horror Jepang, pastinya tidak asing mendengar nama Toshio. Ya, dialah hantu anak kecil yang muncul dalam film Ju-On. Penuh dengan adegan jumpscare yang efektif, beberapa adegan dalam film tersebut pun banyak yang tak terlupakan. Tentunya, kesuksesan tersebut mengundang Amerika untuk membuat remake dari film tersebut.

Walaupun aktor yang memerankan Toshio hadir juga di dalam versi ini, rating PG 13 membuat banyak adegan mengerikan dihilangkan atau dikurangi. Tak hanya itu, Sarah Michelle Gellar juga dianggap tidak mampu menyamai kualitas Megumi Okina sebagai peran utama.

2. Taxi (2004) 

220px-TaxiPosterTaxi_2004_movie

Bercerita tentang supir taksi yang bekerja sama dengan polisi kikuk untuk menangkap perampok bank, Taxi merupakan remake dari film Prancis tahun 1998 yang berjudul sama. Mencoba mengubah ceritanya menjadi lebih serius dari versi aslinya, film yang dibintangi oleh Queen Latifah dan Jimmy Fallon ini dianggap gagal dalam menyampaikan leluconnya.

Hal ini tentu berbanding terbalik dengan versi aslinya. Walaupun idenya tidak terlalu original, namun film ini meraih kritik positif. Saking suksesnya, versi arahan Luc Besson tersebut memiliki tiga sekuel dan satu serial televisi.

3. The Eye (2008)

  The-Eye-2002-postereye_xlg

Dibintangi oleh Jessica Alba, The Eye (2008) merupakan remake dari film Hongkong-Singapura berjudul sama. Alkisah, seorang pemain violin buta mengalami kejadian aneh setelah melakukan transplatasi mata. Ia mulai melihat penampakan dan hal-hal mengerikan.

Walaupun keduanya mengusung premis yang sama, arahan Pang’s Brother menggunakan pendekatan Taoism Tiongkok sebagai penyebab munculnya penglihatan tersebut. Sebaliknya, versi Amerika menghilangkan aspek tersebut dan menggunakan pseudo-scientific. Mengandalkan jumpscare untuk menakuti penonton, film ini dianggap tidak mampu menyamai versi aslinya. Performa Alba yang biasa saja pun tak luput dari kritikan.

Sayangnya, lagi-lagi rating PG-13 menjadi salah satu kendala dalam menampilkan adegan intens dari versi aslinya. Padahal adegan sadis dan mengerikan tersebut menjadi kekuatan untuk menakuti penonton secara efektif.

4. Oldboy (2013)

oldboy-movie-poster-2003-1020263711oldboy-movie-poster-2013-1020769011

Dirilis satu dekade dari versi originalnya, Oldboy merupakan remake dari film berjudul sama asal Korea Selatan. Dibintangi Josh Brolin, film ini berkisah tentang seorang pria mabuk yang menemukan dirinya terbangun dan terkunci di hotel selama 20 tahun. Ia pun menemukan bahwa dirinya merupakan tersangka dari kasus pembunuhan istrinya.

Tidak menampilkan banyak perbedaan dari versi aslinya, film ini pun mengalami kegagalan. Bahkan, ini dianggap sebagai film terburuk arahan Spike Lee. Yang membedakan kedua versi ini adalah akhir dari filmnya dan bagaimana sang protagonis bereaksi atas kejadian tersebut.

5. Death at a Funeral (2010)

large_sw959V58ueAypVgKQysCArdCQeWdeath-at-a-funeral-2010.15823

Death at a Funeral merupakan remake dari film komedi Inggris yang mengangkat tentang keluarga, cinta dan kematian. Tayang hanya tiga tahun dari versi originalnya, kebanyakan aktor yang bermain pun diganti dengan pemain berkulit hitam. Tak hanya itu, beberapa gurauan pun berubah menjadi bagaimana gilanya orang kulit putih. Walaupun demikian, Peter Dinklage yang tampil dalam versi aslinya kembali hadir dalam versi daur ulang ini.

Versi Amerika dari film tidak buruk, namun sayangnya film ini tidak mampu menyaingi humor dari versi pendahulunya. Pada versi aslinya, tak hanya menampilkan sentilan humor yang menghibur di sepanjang film, jajaran pemainnya pun dianggap sangat memuaskan.

6. Insomnia (2002)

f1b1cfcea690d39d05b8ae5dc98dd965insomnia-2002-poster

Berkisah tentang dua orang detektif Los Angeles yang menginvestigasi pembunuhan di kota Alaskan. Merupakan remake dari film Norwegia berjudul sama, film ini dibintangi oleh Al Pacino, Robin Williams, dan Hillary Swank. Dirilis 24 Mei 2002, film ini sukses secara kritik dan pendapatan dengan perolehan $ 113 juta dari peredarannya di seluruh dunia.

Walaupun menulis final draft skrip, film ini menjadi satu-satunya yang tidak mencantumkan Christopher Nolan di kredit bagian penulisan. Selain itu, film ini juga menjadi film ketiga pada tahun 2002 dimana Robin Williams menjadi pembunuh psikopat.

7. Twelve Monkeys (1995)

La_Jetee_Poster12-monkeys-itunes

Dibintangi Brad Pitt dan Bruce Willis, Twelve Monkey merupakan remake dari film pendek La Jetée (1995). Proyek ini dijalankan setelah Universal Pictures memperoleh ijin untuk membuat versi film panjang dari film ini. Disutradarai oleh Terry Gilliam, film ini mengambil setting waktu masa depan. Alkisah seorang tahanan dikirim ke masa lalu untuk mengumpulkan data-data virus mematikan yang menghancurkan dunia masa depan mereka.

Film ini meraih pendapatan $ 168 juta dari budget $ 29 juta dan bertahan di bioskop dari Februari-Mei 1995. Film ini juga membuahkan nominasi Oscar untuk Brad Pitt sebagai pemeran pendukung pria terbaik.

8. The Departed (2006)

Infernal_Affairs_(2002_film)_posterlarge_tGLO9zw5ZtCeyyEWgbYGgsFxC6i

Diarahkan oleh sutradara kaliber Oscar, Martin Scorsese, The Departed merupakan salah satu remake terbaik produksi Amerika. Didaur ulang dari film Hong Kong, Internal Affairs (2002),  The Departed dibintangi oleh Leonardo DiCaprio, Matt Damon, dan Jack Nicholson. Tidak hanya sukses secara kritik dengan raihan empat piala Oscar termasuk Best Picture, film ini juga meraih kesuksesan secara komersil dengan $289.8 juta.

Mengambil setting tempat di Boston,  film ini berkisah tentang dua orang pria dari sisi berlawanan menyamar di kepolisian Massachussetts dan mafia Irlandia. Konflik pun timbul ketika keduanya menyadari situasi tersebut. Mereka pun berusaha untuk mengungkap identitas satu sama lain sebelum milik mereka terbongkar.

9. Funny Games (2007)

jacquette Funny GamesFunny-Games-2007-Poster-funny-games-15315886-850-1133

Merupakan remake dari film Austria berjudul sama, Funny Games memiliki keunikan yang mana kedua versi ini disutradarai oleh orang yang sama, Michael Haneke. Dibintangi Naomi Watts, film ini dinilai lebih baik dari segi akting dan ketegangan yang dihadirkan.

Berkisah tentang dua orang pria psikopat yang mengurung dan menyiksa satu keluarga dengan permainan sadis, film ini merupakan salah satu film yang cukup menyiksa penontonnya. Setiap adegan yang ditampilkan membuat penonton berharap adanya solusi untuk kejadian yang terjadi.

10. Let Me In (2010)

let-the-right-one-in-movie-poster-2008-1020420450let_me_in_movie_poster_chloe_moretz_01

Let the Right One In (2008) merupakan salah satu material film horor terbaik yang pernah dibuat. Tak heran jika, Let Me In pun mampu mengadaptasinya menjadi film asal Swedia ini menjadi salah satu remake yang berhasil. Pujian tentunya tak lepas dari performa baik yang ditampilkan oleh bintang utamanya, Chloe Grace Moretz. Karakter yang diperankannya pun semakin hidup dan mengerikan.