Hari ini (27/4) menjadi peristiwa yang bersejarah untuk Korea Selatan dan Korea Utara. Bagaimana tidak? Sejak gencatan senjata pada tahun 1953, untuk pertama kalinya, Presiden Korea Utara  menyebrang ke Korea Selatan.

Adapun agenda pertemuan fisik antara Kim Jong-Un (Presiden Korea Utara) dan Moon Jae In (Presiden Korea Selatan) tersebut merupakan agenda KTT (Konferensi Tingkat Tinggi). Pertemuan keduanya di Panmunjon (desa perbatasan) tampaknya akan mengakhiri perang dingin antar kedua negara terutama setelah Kim Jong-Un berjanji akan menghentikan uji coba rudal. Tak hanya itu, Presiden Korea Utara tersebut bahkan menawarkan untuk membuka kembali jalur kereta yang menghubungkan kedua negara.

Untuk menyambut momen bersejarah tersebut, kali ini Movieden akan membahas lima film Korea Selatan terbaik yang berhubungan dengan Korea Utara! Simak di bawah ini!

1. As One (2012)

IMDB SCORE: 7.2/10

Dibintangi oleh Ha Ji Won dan Bae Doo Na, As One mengangkat kisah ketika Korea Utara dan Korea Selatan yang telah terpisah harus bergabung dalam satu tim di bawah nama Korea saat Kejuaraan Tenis Meja Dunia 1991 di Jepang. Keduanya yang biasa bertemu sebagai lawan, mau tak mau pun harus meninggalkan ego dan sejarah menyakitkan demi meraih kemenangan.

Dipuji berkat drama olahraga yang menyentuh serta peforma pemain utama yang meyakinkan, As One sukses menyentuh penonton lewat bagaimana Korea Selatan dan Korea Utara dapat bekerja sama. Tayang bersamaan dengan Avengers, film yang disutradarai oleh Moon Hyun Sung ini juga sukses dari segi komersil. Dalam 10 hari penayangannya, As One berhasil mengumpulkan 1,2 juta penonton.

2. Silmido (2003)

IMDB SCORE: 7.2/10

Pada tahun 1968, Unit 124 Komando Korea Utara dikirim untuk membunuh presiden Korea Selatan, Park Chung Hee. Ingin membalas misi yang gagal tersebut, Korea Selatan pun merekrut 31 kriminal yang merupakan penerima hukuman mati untuk menjalani latihan rahasia di pulau Silmi.

Merupakan film pertama di Korea Selatan yang sukses menembus 10 juta penonton, Silmido berhasil diterima baik oleh masyarakat. Dipuji berkat produksi serta pemainnya yang hebat, film yang disutradarai oleh Kang Woo Suk ini meraih penghargaan di berbagai ajang seperti Baeksang Arts Awards (Grand Prize for Film), Grand Bell Awards (Best Supporting Actor, Best Adapted Screenplay, Best Planning, dan Special Jury Prize), dan Blue Dragon Film Awards (Best Film dan Best Director).

3. Tae Guk Gi (2004)

IMDB SCORE: 8.1/10

Film asal Korea Selatan yang menyangkut Korea Utara bisa dibilang tidak jauh-jauh dari tema perang antara keduanya. Begitu pula dengan Tae Guk Gi. Mengambil latar waktu perang yang akhirnya memisahkan kedua negara tersebut, film yang disutradarai oleh Kang Je Gyu tersebut mengangkat kisah Jin Tae (Jang Dong Gun) dan Jin Seok (Won Bin) yang harus terpisah karena perang tersebut.

Didukung sinematografi yang apik, Tae Guk Gi dianggap sukses menggambarkan realita yang terjadi pada masa tersebut. Tidak hanya meraih predikat film terbaik dari festival film asal negaranya, Baeksang Arts Awards, Tae Guk Gi pun memenangkan kategori yang sama pada ajang Asia Pacific Film Festival. Tak hanya sukses dari segi kritik, kesuksesannya juga berlanjut dari segi komersil. Saat perilisannya, Tae Guk Gi sukses menggeser Silmido jadi film terlaris Korea Selatan pada masanya dengan 11,74 juta penonton.

4. Joint Security Area (2000)

IMDB SCORE: 7.9/10

Diadaptasi dari novel DMZ karya Park Sang Yoon, Joint Security Area berkisah tentang penyelidikan khusus oleh Mayor Sophie (Lee Young Ae), tentara Swiss,  yang dilakukan usai penembakan fatal yang terjadi di DMZ, area perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan yang dijaga secara ketat.

Disutradarai oleh Park Chan Wook (Oldboy), Joint Security Area dipuji berkat kisahnya yang tidak hanya menegangkan namun penuh dengan uji psikologi. Film ini juga merupakan film pertama karyanya yang sukses dari segi kritik maupun komersil. Merupakan satu dari 20 film terfavorit Quentin Tarantino sejak tahun 1992, Joint Security Area memenangkan kategori Best Film pada penghargaan bergengsi seperti Blue Dragon Film Awards, Grand Bell Awards, dan Blue Ribbon Awards. 

5. Crossing (2008)

IMDB SCORE : 7.6/10

Jika kebanyakan film Korea Selatan menyorot perang akibat perseteruan kedua negaranya, Crossing menyorot hal yang berbeda. Film ini mengangkat bagaimana sulitnya menjadi seorang warga negara Korea Utara lewat Kim Yong Soo (Cha In Pyo).

Dikisahkan, Kim Yong Soo harus keluar dari Korea Utara guna mencarikan obat Tubercolosis untuk istrinya yang sakit. Sayangnya, untuk kembali ke negara asalnya bukanlah hal yang mudah. Memiliki kisah yang menyentuh namun juga kuat, Crossing merupakan film yang dikirim sebagai kandidat untuk nominasi Best Foreign Language Film pada ajang Academy Awards.