Pencapaian Neil Amstrong sebagai manusia pertama yang menginjakkan kaki di Bulan diangkat dalam film First Man. Tayang terbatas pada festival seperti Venice dan Telluride Film Festival, film yang disutradarai oleh Damien Chazelle (La La Land) ini pun menuai kontroversi karena bendera.

Bukan menjadi rahasia, film Hollywood selalu menampilkan bendera Amerika Serikat dalam setiap film yang diproduksinya, tak terkecuali First Man. Walaupun telah menampilkan bendera Amerika Serikat pada beberapa adegan dan seragam astronot, kontroversi tetap timbul karena tidak adanya adegan ikonik dari rekaman yaitu penancapan bendera Amerika Serikat di Bulan.

Kontroversi bendera ini semakin berhembus kencang ketika komentar Ryan Gosling dalam konferensi pers Venice Film Festival dihantam oleh senator Marco Rubio. Pemeran Neil Amstrong tersebut menjelaskan bahwa ia melihat adegan tersebut tidak hadir karena ini tidak hanya pencapaian Amerika namun manusia dan Amstrong tidak melihat dirinya sendiri sebagai pahlawan Amerika.

Pernyataan tersebut langsung dibalas oleh Marco Rubio lewat akun Twitternya:

“Ini adalah sepenuhnya kegilaan. Dan sebuah perbuatan yang merugikan pada masa ketika orang-orang kita membutuhkan pengingat bahwa apa yang dapat kita capai ketika kita bekerja sama. Orang Amerika membayar untuk misi tersebut, di atas roket yang dibangun oleh Amerika, dengan teknologi Amerika, dan membawa astronot Amerika. Itu bukan misi PBB.”

Tak ketinggalan, kontroversi bendera ini juga mendapat respon tersirat dari Buzz Aldrin, manusia kedua yang memijakkan kakinya di Bulan. Pada akun media sosialnya, ia membagikan fotonya bersama Neil Amstrong di Bulan.

Menanggapi kontroversi yang beredar, Damien Chazelle pun menyebutkan alasan di balik keputusan tersebut.

“Pada film First Man, saya menunjukkan bendera Amerika berdiri di permukaan bulan, tetapi penancapan secara fisik di permukaannya adalah satu dari beberapa moment Apollo 11 lunar EVA yang saya tidak pilih untuk menjadi fokus.”

Lebih lanjut, ia juga menolak tuduhan bahwa tidak ada adegannya tersebut terkait dengan politik.

“Untuk menjawab pertanyaan bahwa ini adalah pernyataan politik, jawabannya adalah tidak. Tujuan saya dengan film ini adalah membagikan kepada penonton aspek yang tidak diketahui dan dilihat dari misi Amerika ke bulan – terutama kisah pribadi Neil Amstrong dan apa yang mungkin dipikirkannya selama jam-jam terkenal tersebut.”

Sejak kontroversi bendera ini muncul di permukaan, banyak orang yang mengecam dan menuduh First Man sebagai film anti Amerika. Dan banyak di antaranya datang dari pihak-pihak yang belum menonton film tersebut. Bahkan, beberapa di antaranya sengaja menjatuhkan rating IMDB First Man dengan memberi poin 1/10 untuk film yang dibintangi Ryan Gosling tersebut.

Kontroversi ini tentunya bisa menjadi sebuah keberuntungan atau kerugian bagi First Man. Bisa saja film ini akan ditonton oleh orang banyak demi mengecek tentang fakta film tersebut atau menjadi tidak laku karena dianggap tidak sesuai dengan nilai patriotisme.

Di sisi lain, kontroversi bendera ini juga bisa dilihat sebagai pion politik atau mudahnya sesuatu menjadi perbincangan hanya dengan banyaknya figur yang ikut berkomentar termasuk presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menolak menonton film tersebut.

Terlepas dari segala kontroversinya, First Man akan mengawali debutnya di bioskop Indonesia mulai hari ini dan di Amerika Serikat pada Jumat besok (12/11).