Loading...

Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) digelar untuk keempat kalinya tahun ini. Opening ceremony yang dihelat di CGV Grand Indonesia pada Kamis, 14 Maret 2019 ini dihadiri berbagai tamu undangan dan rekan-rekan media yang meliput festival film yang rutin diadakan oleh Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia setiap tahun ini.

Gary Quinlan, selaku Duta Besar Australia untuk Indonesia yang membuka event ini memberikan sambutan yang hangat dan sedikit menceritakan tentang sejarah perfilman Australia. “Australia memiliki sejarah erat dengan perfilman, film produksi Australia, The Story of Kelly Gang (1906) adalah film panjang pertama di dunia, jauh sebelum hollywood ada” . Berdasarkan fakta tersebut pemerintah Australia sangat mendukung berbagai usaha untuk meningkatkan kualitas produksi film negaranya melalui berbagai festival film.

Dalam kesempatan yang sama, Mira Lesmana (produser film AADC, Laskar Pelangi) selaku Sahabat FSAI yang membawa dua film Ada Apa Dengan Cinta di FSAI 2019 ini juga menyampaikan dukungannya kepada event FSAI ini, “Sangat mudah untuk mendapat akses menonton film hollywood, beda halnya dengan film-film produksi Australia. Event FSAI ini adalah momen yang tepat untuk menonton film-film berkualitas produksi Australia”.

Apa yang Mira sampaikan memang sesuai dengan fakta dan FSAI kali ini menyediakan momen tersebut di 5 kota besar di Indonesia, yaitu tanggal 14-17 Maret 2019 di Jakarta, 15-17 Maret di Mataram, 22-24 Maret di Makassar, 23-24 Maret di Bandung dan 29-31 Maret di Surabaya.

Selain dari Duta Besar Australia dan Mira Lesmana, sambutan juga disampaikan oleh dua orang sineas perfilman Australia, yaitu Matthew Horrocks dari rumah produksi Screenwest dan Paul Damien Williams sutradara film Gurrumul yang juga akan ditayangkan dalam pagelaran FSAI 2019 ini. Melalui event FSAI 2019 ini besar harapan Matthew untuk bisa bekerjasama dengan sineas Indonesia untuk memproduksi film bersama di masa yang akan datang. Sementara Paul hadir untuk kegiatan masterclass mengenai produksi film di dalam event ini.

Dengan lineup 3 film Indonesia, The Seen and Unseen, Ada Apa Dengan Cinta 1 & 2, serta 5 film Australia berjudul Ladies In BlackGurrumul, Storm Boy, Occupation, The Song Keepers, dan sebuah kumpulan seleksi film-film pendek dari ajang festival film Australia bertajuk Flickerfest, ditambah lagi berbagai kegiatan Q&A dari beberapa sutradara film serta masterclass produksi film dari Paul Damien Williams, maka event Festival Sinema Australia Indonesia ini menjadi event festival film yang sangat menarik untuk diikuti.

Jadi tunggu apa lagi? Segera buru tiketnya yang bisa didapatkan secara gratis di tautan berikut ini, https://fsai2019.eventbrite.com/