The Shape of Water sukses meraih penghargaan tertinggi dalam ajang Academy Awards ke-90, Best Picture. Namun di balik kemenangannya, film yang disutradarai oleh Guillermo del Toro ini sedang dirundung kontroversi karena tuduhan plagiat.

Mengambil latar waktu tahun 60-an di Baltimore, The Shape of Water bercerita tentang perempuan petugas kebersihan bisu bernama Elise, yang jatuh cinta kepada mahluk laut misterius dan berusaha menyelamatkannya dari laboratorium pemerintah. Memiliki kemiripan kisah, beberapa bulan belakangan ini pun film yang dibintangi Sally Hawkins tersebut dituduh melakukan plagiat terhadap dua karya, yaitu:

The Space Between Us (2015)

The Space Between Us merupakan film pendek Belanda yang dibuat oleh siswa film bernama Marc S. Nollkaemper. Pada bulan Januari, banyak yang membandingkan kisah The Shape of Water dengan film pendek berdurasi 13 menit ini. Film tersebut berkisah tentang Juliette, petugas kebersihan muda yang tinggal di tempat suram pasca serangan nuklir di mana udara sangat beracun hingga mustahil untuk bernapas. Ia pun jatuh cinta kepada duyung pria bernama Adam yang mungkin menjadi harapan terakhir manusia untuk bertahan hidup.

Walaupun memiliki kesamaan dalam premis cerita, namun Netherlands Film Academy yang memproduksi film pendek tersebut merilis pernyataan bahwa kedua film tersebut memiliki identitas yang berbeda (dilansir dari IndieWire):

“Setelah baru saja menyaksikan The Shape of Water dan melanjutkan perbincangan di tempat yang sangat konstruktif dengan atmosfer bersahabat, The Netherlands Film Academy percaya bahwa The Shape of Water dan film pendek kami The Space Between Us, keduanya memiliki identitas sendiri yang sangat berbeda. Mereka memiliki perkembangan timeline yang berbeda dan tidak terkait satu sama lain. Para siswa dan tim The Space Between Us sangat bersemangat dan berterima kasih dapat memiliki kesempatan untuk secara aktif berdiskusi tentang inspirasi creative dalam percakapan personal dengan Tuan del Toro. Kami berdiskusi tentang film kami dan dasar kami dalam mitologi dan fantastis (dan beberapa tema yang telah dimiliki Tuan del Toro dalam Hellboy I dan Hellboy II). Kami telah belajar banyak dari pertemuan kami dengan pembuat film yang sangat berbakat dan kreatif dan berharap The Shape of Water akan terus sukses.”

Let Me Hear You Whisper (1969)

kontroversi plagiat the shape of water kontroversi plagiat the shape of water

Tak lama berselang, The Shape of Water kembali diterpa tuduhan plagiat. Kali ini, film tersebut dikatakan memiliki kesamaan dengan pertunjukan teater karya Paul Zindel, Let Me Hear You Whisper. Kali ini, petugas kebersihan tersebut bernama Helen yang memiliki ikatan khusus dengan lumba-lumba yang akan dibunuh untuk dibedah otaknya. Ia pun membuat rencana untuk menyelamatkannya sebelum mahluk tersebut dibunuh.

Adapun dalam website Hollywood Nerd yang domainnya merupakan istri dari David Zindel, menjelaskan beberapa kesamaan antara kedua film tersebut yaitu: karakter utama yang pemalu dan tidak bicara, latar waktu Perang Dingin tahun 60-an, eksperimen pemerintah yang dilaksanakan oleh personil militer, adegan di mana tokoh utama memberi makan mahluk tersebut dan berdansa di depannya hingga misi penyelamatan yang melibatkan petugas laundry setelah mahluk tersebut akan dibunuh. Sedangkan perbedaan dari keduanya terdapat dari karakter utama Let Me Hear You Whisper yang tidak bisu serta akhir cerita yang berbeda.

Berbeda dengan kasus The Space Between Us yang berakhir dengan baik, anak dari Paul Zindel, David Zindel mengkritik The Shape of Water. Kepada Guardian, ia berkata:

“Kami terkejut bahwa studio besar dapat membuat film yang dengan jelas berasal dari karya mendiang ayah saya tanpa ada satupun orang yang mengenalinya dan datang kepada kami untuk hak ciptanya.”

Ia pun mengungkapkan bahwa dia tidak memiliki maksud buruk kepada del Toro dan berpendapat bahwa The Shape of Water adalah film yang bagus. Walaupun demikian, hal tersebut tidak mengubah opininya terhadap pencurian karya ayahnya.

Berlanjut Ke Gugatan

kontroversi plagiat the shape of water kontroversi plagiat the shape of water

Sehari setelah pengumuman nominasi Oscar, pihak Zindel menggugat Fox Searchlight Pictures untuk pelanggaran hak cipta.

“Persamaan antara film tersebut dengan pertunjukkan teater ayah saya terlalu sulit untuk dibiarkan begitu saja maka kami harus bertindak,” ungkapnya kepada Guardian.

Pernyataan tersebut pun dibantah oleh Fox Searchlight Pictures sebagaimana yang ditulis Guardian:

“Klaim-klaim tersebut dari perusahaan Tuan Zindel adalah tidak berdasar, semua tanpa alasan dan kami akan mengajukan mosi untuk memberhentikannya. Lebih lanjut, komplain perusahaan sepertinya bertepatan dengan pemungutan suara Academy Award agar membebani studio kami untuk segera menyelesaikannya. Sebagai gantinya, kami akan dengan semangat membela diri kami dan, lebih luas, film ini dan terobosannya.”

Hal senada pun disampaikan oleh Guillermo del Toro kepada Deadline:

“Saya belum pernah membaca atau melihat pertunjukkan tersebut. Saya tidak pernah mendengar pertunjukkan tersebut sebelum membuat The Shape of Water, dan tidak ada satu pun kolaborator saya yang pernah menyebutkan pertunjukkan itu.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan tidak mampu mencerna tuduhan tersebut.

“Saya benar-benar tidak dapat mencerna waktu untuk tuduhan ini. Ini cukup transparan terjadi disini. Untukku, ini sebenarnya melegakan untuk mengambil sesuatu dari arena opini ke arena fakta dan hukum. Cara pertunjukkan teater tersebut dideskripsikan, dalam tuntutan dan laporan yang telah muncul, itu tidak diragukan lagi tentang lumba-lumba dan eksperimen hewan, tentang hewan yang dibebaskan dari laboratoriun, dan itu akhir segalanya. The Shape of Water adalah banyak hal dan banyak warna. Itu bukan tentang hewan, itu tentang elemen dewa sungai. Ide tersebut tidak bisa digantikan atau disamakan; ini seperti mengatakan bahwa E.T adalah kisah yang sama jika kamu menggantikan alien dengan hamster.”

The Shape of Water merupakan kisah yang dikerjakan oleh Guillermo del Toro bersama Daniel Kraus. Dalam wawancara dengan io9, Kraus mengungkapkan bahwa ide tentang kisah mahluk terkurung di laboratorium dan diselamatkan oleh petugas kebersihan sudah ada sejak ia berusia 15 tahun. Sedangkan del Toro sendiri mengungkapkan bahwa ia tertarik untuk membuat remake film Creature From the Black Lagoon (1954), namun mengalami kendala dalam memasukkan unsur romantis ke dalam narasi. Ketika Kraus menyebutkan ide tersebut, lahirlah The Shape of Water.