Penampilan dan Chemistry yang bagus dari Morgan dan Pamela merupakan kekuatan utama di film ini
7Overall Score

Sebelumnya terima kasih kepada Sepulsa dan Book My Show sehingga gw bisa menonton film seharga 5rb saja, rekor baru nonton film termurah. Rekor terdahulu pernah nonton 3 film cuma 30rb (gratis tidak termasuk termurah ya, hehehe).

Sedikit mengulas tentang Morgan Oey (Dikenal dengan Morgan SM*SH buat anak-anak ABG dulu). Dia sebenarnya kuliah di salah satu perguruan swasta yang terkenal dengan jurusan komputernya, termasuk gw. Bahkan dia seangkatan dengan gw dan pernah sekelas dengan teman gw. Relevansinya apa? Ya, tahun ini setelah sekian lama kuliah (mahasiswa abadi). Akhirnya, dia tidak lulus dan memilih untuk berhenti kuliah (masuk di portal berita online)! Sad ending? Tidak juga, karena memang mungkin passionnya bukan di coding, tetapi di dunia seni dan gw setuju dengan hal itu. Morgan Oey memperlihatkan akting yang baik sebagai Max, seseorang yang ingin mengejar mimpi karirnya dan mimpi cinta yang membuat dia akan melakukan apa saja demi orang yang ia cintai.

Begitu halnya dengan Pamela Bowie yang berperan sangat baik sebagai Laura, seorang gadis muda yang sedang galau dan terkesan miserable. Dia tidak mempunyai impian ataupun tujuan hidup, berbeda dengan Max yang sudah bertekad untuk ke New York untuk mengejar karirnya. Setelah pertemuan yang unik antara Max dan Laura, mereka pun mulai berpacaran. Ternyata memang masalah impian karir Max yang menyebabkan mereka berdua berpisah. Walaupun akhirnya setelah sekian lama mereka bertemu kembali. Masalah tambah pelik ketika Cecily (Aurelie Moeremans) dengan Evan (Jovial da Lopez) masuk kedalam kehidupan mereka dan menyebabkan “cinta segiempat” yang sedikit rumit.

Terasa klise kah? Benar film ini memang ada beberapa hal-hal klise, namun dikemas dengan baik oleh Danial Rifki sang sutradara yang dapat mengembangkan akting dari para tokoh utama, memperlihatkan nuansa feel-good romantic movie, iringan musik dan lagu-lagu dari playlist Laura yang catchy, lalu juga dapat memperlihatkan keindahan Melbourne (Gw pernah kesana dan memang sangat indah, bahkan dijuluki Australia garden’s city).

Naskah yang ditulis oleh Haqi Achmad juga cukup baik dalam mengembangkan dan memperdalam karakter Max, Laura, Cecily dan Evan sehingga karakter-karakter mereka lebih membumi dan terasa pas, tidak lebay. Kekurangannya memang pada beberapa dialog yang terasa kurang orisinil (sudah sering didengar di film-film lain) dan sedikit cheesy.

Credit tersendiri diberikan kepada Jovial da Lopez yang lebih terkenal sebagai seorang Youtubers, walau di beberapa adegan serius dia seperti kagok, namun masih dapat memberikan kesegaran dengan humor khasnya dan dapat mengimbangi akting dari Morgan dan Pamela. Bahkan dia juga menyempatkan membuat vlog-vlog di film ini.

Sebuah film romantis yang hampir saja memberikan feel-good feeling bagi yang menontonnya, sayangnya di pertengahan dan bagian akhir saja film ini sedikit goyah.