Along with the Gods: The Last 49 Days merupakan sekuel dari film Along with the Gods: The Two Worlds. Film pertamanya sanggup meraih lebih dari 14,4 juta penonton dan hanya kalah dari The Admiral: Roaring Currents yang mengumpulkan lebih dari 17 juta penonton yang merupakan film Korea terlaris sepanjang sejarah. Kesuksesan film pertamanya karena mampu meramu film fantasi dengan drama yang menggugah perasaan, ditambah produksi yang megah dan efek CGI yang jempolan. Along with the Gods: The Last 49 Days sendiri hanya dalam waktu 11 hari saja mampu mendulang 9 juta penonton dan diprediksi akan mengalahkan pundi-pundi The Admiral: Roaring Currents. Bahkan tidak hanya The Admiral: Roaring Currents saja yang akan dikalahkan, tetapi Avengers: Infinity War sudah dikalahkan dalam segi jumlah penonton dalam satu hari saja yaitu sebesar 1.46 juta orang berbanding 1.33 juta orang.

Pembuatan Along with the Gods: The Last 49 Days dan Along with the Gods: The Two Worlds dikemas secara back-to-back atau sekaligus sehingga jarak antara film kesatu dengan keduanya hanya berjarak sekitar 8 bulan saja. Hal ini cukup bagus, supaya penonton tidak cepat lupa akan jalan cerita film pertama dan tentunya supaya penonton tidak terlalu lama menunggu kelanjutan kisahnya.

Masih dengan kelanjutan kisah ketiga malaikat pencabut nyawa yaitu Gang-rim (Ha Jung-woo), Haewonmak (Ju Ji-hoon) dan Lee Deok-choon (Kim Hyang-gi). Kali ini Gang-rim bertugas membawa jiwa ke 49 yaitu Kim Soo-hoong (Kim Dong-wook) yang mati ditangan kedua teman sebatalyonnya yaitu Do Kyung-soo / D.O. EXO (Private Won Dong-yeon) dan Lee Joon-hyuk (First Lieutenant Park Moo-shin). Sementara itu Haewonmak dan Lee Deok-choon ingin mencari tahu ingatan lama mereka pada seribu tahun lalu kepada dewa rumah Seongju (Ma Dong-seok), sekaligus membantu seorang anak kecil dan kakeknya dalam urusan ekonomi.

Jika pada film pertama praktis hanya ada cerita mengenai Kim Ja-Hong (Cha Tae-Hyun), kali ini cerita lebih difokuskan kepada masa lalu dari ketiga malaikat pencabut nyawa. Gang-rim dulunya adalah anak raja, Haewonmak adalah seorang pendekar tangguh dan Lee Deok-choon adalah seorang penyintas dari kejamnya perang. Ketiga cerita dari ketiga tokoh utamanya berkesinambungan dan membentuk benang merah yang sungguh kuat dan cermat. Terdapat pula sub-plot mengenai persahabatan dari ketiga tentara maupun sub-plot yang cukup menyentuh antara hubungan kakek dengan cucunya. Tapi yang paling menggugah perasaan adalah cerita mengenai Haewonmak dengan Lee Deok-choon yang sungguh ironis dan bittersweet.

Masih dengan sajian efek spesial CGI dan produksi yang megah nan memanjakan mata. Produksinya mampu membuat dunia setelah mati begitu nyatanya dan dapat membangun universe yang sedemikian detail. Begitu juga dengan berbagai adegan aksi yang spektakuler, ditambah bonus berbagai dinosaurus yang beraksi mulai dari raptor, tyrannosaurus hingga yang terbesar yaitu mosasaurus.

Seperti film pertama yang terdapat banyak pesan moral yang sangat mengena, pada film kedua ini pun begitu. Terlebih pada quote yang kurang lebih berbunyi “Tidak ada manusia yang bawaannya tidak baik. Hanya keadaaan saja yang sedang tidak baik.”. Para karakter utamanya sangat abu-abu, ada sisi baik maupun sisi jahat mereka dan memang kejahatan yang mereka lakukan disebabkan karena keadaan yang tidak mendukung sehingga mereka melakukan hal itu. Namun pada dasarnya mereka memiliki hati sebagai suri tauladan.

Final Verdict:

Lebih megah, lebih seru dan lebih menyentuh perasaan dengan berbagai efek CGI yang memanjakan mata. Along with the Gods: The Last 49 Days menyajikan 4-5 kisah tentang suri tauladan, penghianatan, pengampunan hingga kesempatan kedua yang menawan dan memikat.

Review Along with the Gods: The Last 49 Days - Kelanjutan Kisah para Suri Tauladan dengan 3 Malaikat Pencabut Nyawa
8Overall Score
Reader Rating 1 Vote
8.9