Karakternya Memang Klise, Tapi Penyutradaraan, Naskah, Sinematografi dan Tentu Pesannya Sangat Bagus
8Overall Score
Reader Rating 0 Votes
0.0

Diangkat dari novel remaja yang berjudul sama di tahun 2010 yang ditulis oleh Lauren Oliver ini menceritakan seseorang yang seperti bangkit dari kematian atau menjalani hari yang sama berulang-ulang (time loop). Premis time loop ini sebelumnya sudah pernah diangkat melalui film Groundhog Day (1993) yang dibintangi oleh Bill Murray. Jika ditarik lagi, mirip dengan film Edge of Tomorrow dengan aktor kaliber Tom Cruise dimana dia harus berjuang untuk memperbaiki semua yang terjadi.

Samantha Kingston (Zoey Deutch) terbangun pada tanggal 12 Februari dimana sekolahnya merayakan Cupid’s Day. Hari itu merupakan hari kasih sayang dengan memberikan bunga kepada seseorang yang dikasihi di sekolah. Sam bersahabat dengan ketiga orang temannya Lindsey (Halston Sage), Ally (Cynthy Wu) dan Elody (Medalion Rahimi). Mereka merupakan cewek-cewek populer dan sering membully teman-temannya yang berbeda, khususnya kepada Juliet (Elena Kampouris) yang sering menyendiri dan melukis berbagai gambar yang tergolong lumayan disturbing dan juga kepada Anna Cartullo (Live Hewson) yang seorang lesbian. Suatu malam disaat seharusnya Sam memberikan keperawanannya kepada pacarnya yang seorang bad boy, Rob Cokran (Kian Lawley). Tetapi suatu kejadian membuat yang melibatkan perkelahian dengan Juliet membuat mereka pulang lebih cepat dan terjadilah sebuah kecelakaan mobil. Tiba-tiba Sam terbangun lagi dan mendapati bahwa dia terbangun pada tanggal 12 Februari. Kejadian itu terus berlanjut di keesokan harinya dan seakan-akan tanpa henti.

hero_Before-I-Fall-2017

Nice Boy/Girl, Bad Boy/Girl, Outsider, Lesbian, Popular Girl mungkin saja sudah beratus-ratus film mengisahkannya. Bagaimana ada seseorang yang merupakan teman masa kecilnya Sam, yaitu Kent McFuller (Logan Miller) yang selalu bersikap baik terhadapnya, walau begitu Sam mengacuhkannya karena Kent bukan merupakan seorang yang populer, bertubuh tegap dan kapten tim football seperti pacarnya Rob. Seorang outsider Juliet yang sosoknya sering dipandang remeh orang lain. Anna yang karena penampilannya seperti laki-laki membuat banyak orang menjauhinya. Tentu yang terpenting keempat perempuan yang merupakan geng terpopuler sekaligus tentu saja paling kejam, tapi dibalik itu semua mereka memakai topeng untuk menutupi segala kelemahan mereka.

Before-I-fall

Walau hal-hal diatas sudah sering dilihat, tetapi sutradara Ry Russo-Young yang merupakan sutradara independen pemenang beberapa penghargaan seperti jury prize di Sundance Film Festival berkat filmnya Nobody Walks, mengemasnya menjadi sebuah film yang memikat dan mengena bagi penonton. Apalagi mengingat film yang menampilkan berbagai adegan yang sama secara terus-menerus beresiko menimbulkan kebosanan bagi penontonnya. Hal itu tidak terjadi di Before I Fall, berkat pace dan berbagai visual yang dihadirkan oleh Russo-Young dibantu dengan sinematografer Michael Fimognari yang sebelumnya sering memvisualisasikan berbagai horror seperti Oculus, The Lazarus Effect hingga Ouija: Origin of Evil. Michael berhasil membangun tone dan mood yang kelam dengan palet warna biru yang membuat penonton lebih merasuk kedalam dunia antara nyata ataupun tidaknya itu.

Zoey Deutch yang sebelumnya sangat manis berperan sebagai pacar James Franco di film Why Him. Kembali menghadirkan kualitas menawannya di film ini. Aktingnya membuat penonton merasakan dan bersimpati kepada karakternya yang ingin memperbaiki segala kesalahannya selama ini dimulai dari sikap tidak menghargai terhadap adiknya, perang dingin dengan ibunya, tidak menghiraukan teman masa kecilnya dan tentu sikap bullying yang dilakukannya terhadap temannya yang outsider dan lesbian tersebut. Zoey dengan gemilang memperlihatkan sisi Sam yang jahat saat suatu hari menjadi seseorang yang benar-benar liar dan kejam maupun sisi kebaikannya dia.

Naskah yang ditulis oleh Maria Maggenti berhasil memberikan pesan yang sangat tepat dan mengena terhadap para remaja-remaja baik yang duduk di bangku sekolah maupun kuliah. Pesan moral tentang bullying yang berakibat fatal bagi para korbannya dan berbagai nilai-nilai kehidupan mengenai pentingnya keluarga dan persahabatan tentu saja masih relevan dan berguna bagi setiap bagi setiap orangtua dan anak-anaknya yang masih di remaja. Walau ada beberapa karakter underwritten seperti tokoh Juliet yang background kehidupannya tidak terlalu digali lebih dalam. Adapula rule mengenai Sam yang berulang-ulang kali mengalami kejadian ini juga kurang dijelaskan, walau memang filosofi mengenai waktu yang sangat berharga itu kendati hanya dalam 1×24 jam itu juga terasa sangat menyerap hati penonton.

zoey-deutch-before-i-fall-photos-and-poster-2017-3

Final Verdict:

Berbagai karakternya seperti nice/bad boy/girl, outsider, lesbian dan popular girl memang telah kita lihat di beratus-ratus film lainnya. Film yang juga premisnya mirip dengan Groundhog Day atau jika ditarik lagi mirip Edge of Tomorrow-nya Tom Cruise. Memiliki kekuatan di penyutradaraan yang membuat penonton tertarik walau banyak adegan repetitif, sinematografi dengan tone dan mood muram yang membuat penonton merasuk kedalam dunianya dan tentu akting menawan dari Zoey Deutch yang membuat penonton bersimpati dan merasakan apa yang dialaminya.

Pesan tentang anti bullying, arti keluarga dan sahabat sangat mengena bagi siapa saja khususnya para remaja. Film ini juga turut mengajarkan tentang berharganya waktu itu, kendati hanya dalam waktu yang singkat. Kita terinspirasi bagaimana Sam bisa melakukan sesuatu yang besar dan berguna bagi semua orang dan itu cukup menohok kita sebagai penonton. Apa saja yang kita lakukan selama 24 jam dan apa yang akan kita lakukan di hari-hari berikutnya? Karena kebanyakan orang tentu tidak seberuntung Sam yang hanya mempunyai waktu selama 24 jam saja. So spend your time wisely!