Novel Dilan adalah fenomena tersendiri, bukunya best seller di mana-mana dikarenakan katanya cerita Dilan dan Milea berdasarkan cerita nyata. Tidak heran filmnya direncanakan dibuat sejak tahun lalu. Hypenya sangat besar, berbagai komentar membanjiri sosial media film Dilan maupun pemerannya. Trailer di YouTube-nya juga telah ditonton jutaan orang. Hingga saat hari pertama sampai hari keenam pemutarannya, telah mendapatkan 1.9 juta penonton.

Milea (Vanesha Prescilla) merupakan murid sebuah SMA di Bandung pindahan dari Jakarta. Perkenalannya dengan Dilan (Iqbaal Ramadhan) sungguh tidak biasa, Milea saat berjalan kaki menuju sekolah didekati oleh Iqbaal yang mengendarai motornya. Iqbaal meramalkan kalau dia akan bertemu dengan Milea di kantin. Perkenalan ini membuat Milea penasaran dengan pribadi Dilan yang unik dan sering membuat kejutan spesial. Lambat laun Milea jatuh hati kepada Dilan dan merasa tidak ingin kehilangannya, walau dia sudah mempunyai pacar di Jakarta bernama Beni (Brandon Salim).

1 2

Kisah Dilan 1990 memfokuskan pada sosok Dilan, dia menjadi bintang utama dari film ini. Sosoknya yang unik, tidak mudah diprediksi perilakunya, bad boy tetapi tidak playboy dan kasar terhadap perempuan, tulus, pelindung, humoris, apa adanya terlebih dia puitis dan romantis. Dilan bukan seorang cowok yang cemburuan, mengharapkan sesuatu dari Milea, menyogok dengan berbagai barang mahal seperti yang dilakukan Beni dan Kang Adi (Refal Hady). Karakter inilah yang membuat pembaca dan penonton khususnya cewek remaja, jatuh hati terhadapnya.

Kumpulan kata-kata Dilan seperti

  • “Milea, kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja.”
  • “Jangan rindu. Ini berat. Kau takkan kuat. Biar aku saja”
  • “Selamat ulang tahun, Milea. Ini hadiah untukmu, Cuma TTS. Tapi sudah kuisi semua. Aku sayang kamu. Aku tidak mau kamu pusing karena harus mengisinya. Dilan!
  • “Milea, jangan bilang ke aku ada yang menyakitimu. Nanti besoknya, orang itu akan hilang”
  • “Nanti kalau kamu mau tidur, percayalah aku sedang mengucapkan selamat tidur dari jauh. Kamu gak akan denger.”

Kata-kata romantis dan puitis tersebut semakin memperkuat sosok Dilan seperti yang disebutkan diatas. Tidak hanya Dilan yang penuh kata-kata puitis, Milea mengatakan kepada ibunya Dilan kalau “Terima kasih, Bunda, sudah melahirkan Dilan.”. Mungkin Milea ketularan Dilan, karena hampir setiap hari digempur berbagai kata-kata seperti itu.

3 4

Pemilihan Iqbaal Ramadhan menimbulkan cukup banyak kontroversi, tampang dan perilakunya disebut-sebut terlalu baik untuk menjadi seorang bad boy. Tapi kritikan itu dibungkam dengan aktingnya dari segi bicara yang sungguh percaya diri dan gestur tubuh dan perilaku yang meyakinkan sebagai bad boy. Kekurangan ada di beberapa pengucapan dialog-dialog romantis yang kurang mengena dan jatuhnya menjadi cringey.

5 6

Vanesha Prescilla sangat pas memerankan Milea, dia manis, penuh perasaan terhadap Dilan, penuh ketakutan dan kecemasan saat Dilan ingin menyerang geng motor. Sosok Milea menjadi representasi cewek remaja yang sedang di mabuk asmara saat SMA. Sebagai debut akting, Vanesha Prescilla patut diacungi jempol.

Film yang sangat setia pada novel aslinya ini pasti akan sangat memuaskan para pembaca setia novelnya, tidak ada perubahan yang berarti dan semua mirip dengan novelnya. Walau berbagai karakter pendukung seperti Piyan dan Kang Adi kurang dapat didalami seperti halnya di novel. Seperti tempelan saja, padahal mereka memegang peranan cukup penting. Karakter ibu Dilan dan Milea seharusnya bisa lebih diperdalam lagi.

Nuansa kota Bandung saat itu yang masih sepi dan rindang divisualisasikan dengan baik oleh Fajar Bustomi (Winter in Tokyo, Remember When). Nuansa nostalgia makin terasa saat properti rumah, sekolah berikut pakaian yang dikenakan bernuansa tahun 90-an. Terlebih yang paling penting adalah surat cinta yang dikirimkan Dilan dan ucapan-ucapan baku dan bernuansa jadul yang dilontarkan Dilan.

Film yang minim konflik dan klimaks yang kuat ini memang seperti cerminan dari masa-masa PDKT remaja yang disebut-sebut masa-masa terindah. Masa-masa pacaran dan membina rumah tanggalah yang sangat banyak terdapat konflik.

Final Verdict:

Sangat manis, lucu, cute dan penuh dengan gombalan yang puitis. Kekuatan Dilan 1990 ada di sosok karakter Dilan yang merupakan idaman bagi setiap cewek remaja. Masa-masa PDKT memang disebut-sebut sebagai masa paling indah dalam hidup dan film Dilan 1990 membuktikan hal itu.

Film Dilan 1990 akan sangat memuaskan para pembaca setianya
8Overall Score
Reader Rating 3 Votes
6.5