Denis Villeneuve membuktikan dirinya sebagai sutradara besar di Hollywood lewat Blade Runner 2049 yang memukau
9Overall Score
Reader Rating 4 Votes
7.8

Film Blade Runner 2049 yang merupakan sekuel dari film Blade Runner (1982) adalah pembuktian sutradara Denis Villeneuve sebagai salah satu sutradara paling berpengaruh di Hollywood saat ini. Villeneuve yang dengan percaya diri memutuskan untuk mengerjakan proyek film ini karena tidak ingin orang lain mengacaukan mitologi Blade Runner membuktikan betapa hebatnya visi dari sang Sutradara asal Kanada tersebut. Film berdurasi 2 jam 43 menit ini tampil memukau  secara visual dan powerful secara cerita.

Bersetting di California tahun 2049, 30 tahun setelah kejadian di film Blade Runner (1982), kita mengikuti perjalanan seorang Blade Runner bernama K (Ryan Gosling) dalam tugasnya mempensiunkan seorang replicant (manusia robot dalam mitologi Blade Runner) bernama Sapper Morton (Dave Bautista), yang kabur saat program pemensiunan para replicant. Tugas yang dijalani K membawanya pada penemuan satu set tulang belulang seorang replicant di bawah tanah dekat tempat tinggal Morton. K menemukan kenyataan bahwa kematian replicant tersebut penuh dengan misteri.

Kasus tersebut membuat K harus bekerja ekstra keras menyelidiki pemilik perusahaan pembuat replicant, Niander Wallace (Jared Leto) dengan asisten replicant-nya, Luv (Sylvia Hoeks). Bahkan sampai harus mencari Rick Deckard (Harrison Ford) , sang tokoh utama Blade Runner (1982), di tempat persembunyiannya guna meminta bantuannya dalam menyelesaikan kasus pelik tersebut. Kasus pun berjalan di tengah konflik batin K perihal eksistensinya di dunia dan sebagai seorang Blade Runner.

br3br7

Cukup sulit menceritakan alur cerita film dengan cerdik dan menarik tanpa memberikan sedikit saja spoiler. Hal ini dikarenakan setiap sekuens ataupun adegan dalam film ini seakan pengungkapan dari adegan sebelumnya. Kehebatan duo penulis skenario, Hampton Fancher dan Michael Green dalam mengalirkan alur cerita misteri bertipe whodunnit dengan berbagai dialog penuh analogi bertemakan penciptaan, kehidupan dan eksistensialisme yang filosofis dan penuh makna dalam ini,  patut diberikan acungan jempol.

Skenario yang hebat tersebut ditunjang dengan pengarahan yang juga hebat dari Villeneuve dengan kemampuannya menerjemahkan skenario dan mengkolaborasikannya dengan teknis visual arahan sinematografer, Roger Deakins (Sicario, Skyfall), editing halus dan presisi Joe Walker serta gubahan musik dari kolaborasi Benjamin Wallfisch dan Hans Zimmer. Tak lupa kemegahan setting film hasil desain set produksi karya Dennis Gassner pun tampil luar biasa sepanjang film. Berbagai keunggulan teknis film mampu membawa Blade Runner 2049 sebagai film yang berkualitas tinggi.

br6br10

Dari sisi akting, Ryan Gosling dengan baik mampu tampil tangguh sebagai seorang Blade Runner dan rapuh serta penuh tanya di dalam kesendiriannya. Beberapa kali keraguan dan kesedihan soal eksistensinya di dunia mampu diterjemahkan baik olehnya. Kredit lain diberikan kepada Jared Leto yang tampil luar biasa creepy dan haunting di penampilannya yang terbatas. Pendatang baru Sylvia Hoeks juga jadi bintang dalam film ini. Aura dingin dan penuh emosi ditampilkan dengan sangat hebat. Luv menjadi karakter yang dinantikan kemunculannya sepanjang film. Sementara Harrison Ford di usia senjanya masih sebagai Rick Deckard yang dulu, hanya saja ia menjadi seorang yang lebih skeptis dan protektif, walau beberapa kali aura santai dan nyelenehnya muncul dan mengingatkan kita sedikit kesamaan karakter Deckard dengan karakter Han Solo dan Indiana Jones miliknya.

Sedikit kekurangan dalam film ini adalah begitu banyaknya durasi film digunakan untuk berbagai adegan yang digunakan sebagai etalase bagi Deakins memamerkan sinematografinya yang hebat. Kekurangan yang minim sebenarnya, namun tampaknya berpengaruh pada durasi yang menjadi panjang dan beresiko bagi penonton awam yang mencari hiburan. Tercatat beberapa kali penonton W.O. (Walkout) di tengah berjalannya film.

br5br9

Final Verdict

Dengan visi dan kemampuan menerjemahkan skenario dan memadukannya dengan visual dan teknis produksi yang apik lewat karya filmya seperti Enemy, Prisoners, SicarioArrival dan Blade Runner 2049 ini. Tidak diragukan lagi, Denis Villeneuve adalah sutradara besar yang lahir di era modern Hollywood saat ini. Blade Runner 2049 adalah sebuah masterpiece yang akan banyak berbicara dalam Academy Awards 2018 nanti. Semua berkat kekuatan cerita, teknis produksi apik, akting pemain yang hebat serta seorang Denis Villeneuve, sang sutradara visioner.