Loading...

Hiccup (Jay Baruchel) yang sekarang menjadi kepala suku Berk, telah menciptakan dunia bangsa Viking dengan binatang-binatang naga yang tentram dan damai. Namun ketenangan itu terusik dengan munculnya sosok Grimmel the Grisly (F. Murray Abraham) sang pemburu naga yang bertanggung jawab atas hampir punahnya naga jenis Night Fury. Hal itu membuat Hiccup memerintahkan supaya penduduk desa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Hiccup ingat cerita ayahnya terhadapnya kalau ada sebuah tempat rahasia di ujung dunia yang berisi bermacam-macam naga.

How to Train Your Dragon: The Hidden World memadukan kisah tentang Hiccup yang mengemban tanggung jawab besar sejak kematian ayahnya untuk memimpin bangsanya, cerita tentang Toothless Night Fury yang bertemu dengan cintanya dengan seekor betina Night Fury yang dijuluki Light Fury karena berwarna putih itu dan cerita mengenai seorang pemburu naga yang ingin membunuh Toothless Night Fury.

Hiccup mengemban beban sangat berat, dia tidak boleh lagi berperilaku seperti seorang anak kecil atau remaja. Dia harus dewasa dalam menyikapi berbagai hal supaya dapat mengarahkan rakyatnya. Dia juga dilanda kecemasan kehilangan Toothless Night Fury yang diburu oleh Grimmel dan juga kalau-kalau Toothless Night Fury lebih ingin bersama dengan Light Fury daripada bersamanya. Hiccup juga dilanda kecemasan, tidak bisa melakukan semuanya tanpa bantuan dari Toothless Night Fury. Pengembangan karakter dari Hiccup sangat baik, character arc-nya bertumbuh seiring film berjalan. Penonton turut dapat larut dengan apa yang dialami oleh Hiccup ini.

Dalam menjalankan segala aksinya, dia tidak sendirian. Masih dibantu oleh rekan-rekannya yang lucu-lucu seperti: Gobber the Belch (Craig Ferguson) seorang pandai besi yang berperan seperti ayah angkat dari Hiccup dan sekaligus seorang guru, Fishlegs Ingerman (Christopher Mintz-Plasse) yang bertubuh besar dan kutu buku, Snotlout Jorgenson (Jonah Hill) yang bersifat arogan dan pada sekuel ini dia mengagumi ibu dari Hiccup, Tuffnut Thorston (Justin Rupple) dan Ruffnut Thorston (Kristen Wiig) kedua kakak beradik kembar dengan naga yang juga berkepala kembar. Kemudian yang paling membantu Hiccup adalah pacarnya Hiccup yaitu Astrid Hofferson (America Ferrera), dia layaknya seorang wanita yang selalu mendukung dan menyemangati pasangannya. Ibunya Hiccup, Valca (Cate Blanchett) sendiri tidak terlalu mendapatkan peran yang cukup besar, namun ibunya Hiccup masih saja bad-ass dalam melawan Grimmel dengan naga-naga yang mengeluarkan cairan beracun itu.

Secara adegan aksi dan tokoh antagonisnya, tidak ada sesuatu yang spesial. Cenderung paling lemah dibandingkan dengan film pertama maupun keduanya. Kedua hal ini menjadikan How to Train Your Dragon: The Hidden World sedikit menjemukan.

Sisi visualnya kali ini menjadi yang terbaik diantara film lainnya. Gambar-gambar yang ditampilkan sangat cantik terutama saat adegan di “hidden world“-nya. Atensi kepada detailnya juga memperlihatkan segala kostum, latar tempat, segala senjata, bentuk para naga menjadi lebih baik dari sebelumnya. Hal-hal ini, selain karena kemajuan teknologi, dikarenakan ada nama Roger Deakins dibaliknya yang merupakan sinematografer langganan Oscar itu.

Adegan terbaik di How to Train Your Dragon: The Hidden World tentu ada di masa-masa tanpa dialog. Bagaimana Toothless Night Fury menggoda Light Fury layaknya seorang binatang yang ingin kawin / mating. Cukup banyak tarian ataupun perilaku dari Toothless Night Fury supaya dapat menarik perhatian pujaan hatinya itu yang dapat membuat penonton tertawa. Kemudian juga adegan yang lain saat mereka berpacaran di tengah langit, mereka saling memperlihatkan keahlian terbang mereka yang mumpuni dan membuat penonton seakan ikut terbang bersama mereka.

Paling spesial dari How to Train Your Dragon: The Hidden World adalah bagian endingnya. Sungguh sangat memuaskan sekaligus cukup menyentuh hati bagaimana proses perpisahan franchise yang sudah mendapatkan pundi-pundi lebih dari 1 milyar dolar di seluruh dunia ini kepada para penontonnya. Semoga saja tidak ada film yang keempat, karena akhirnya yang sudah sangat pas. Jika pun ada film keempatnya itu harus berjarak cukup lama dari sekarang atau kualitasnya harus jauh diatas film pertama, kedua maupun ketiga.

Kesimpulan Akhir:

Walau tidak seseru film-film sebelumnya, How to Train Your Dragon: The Hidden World merupakan penutup yang sangat pas, sentimental dan manis untuk trilogi How to Train Your Dragon ini.

Loading...
Review Film How to Train Your Dragon: The Hidden World (2019) - Kisah Penutup yang Pas dan Sentimental bagi Hiccup dengan Toothless Night Fury
7Overall Score
Reader Rating 3 Votes
8.4