Pertama kali diluncurkan pada tahun 2001, film Johnny English langsung memikat hati para fans dari Rowan Atkinson dengan berhasil mendapatkan pundi-pundi sebesar 160 juta dolar dengan budget hanya seperempatnya saja. Kemudian pada tahun 2011 dibuatkannyalah sekuelnya yang juga mendapatkan kesuksesan cukup besar dengan mendapatkan box office juga senilai 160 juta dolar dengan budget sebesar 45 juta dolar. Tidak heran maka sekuelnya kembali hadir dengan judul Johnny English Strikes Again yang akan tayang midnight show pada 22 September 2018 dan mulai tayang reguler sejak 26 September 2018 di bioskop-bioskop Indonesia.

Britania Raya dalam bahaya. 5 hari sebelum Perdana Menteri dari Britania Raya (Emma Thompson) akan menyelenggarakan pertemuan tingkat tinggi G12, keamanan dinas rahasia MI7 diterobos dan menyebabkan semua agen teridentifikasi dan terekspos. Mudah ditebak, satu-satunya harapan yang tersisa hanya satu yaitu agen Johnny English (Rowan Atkinson) yang belum terekspos sama sekali.

Formula dari film pertama dan kedua masih sama, tidak ada sesuatu yang baru. Johnny kembali menjadi satu-satunya harapan dari Britania Raya. Segala kesembronoan dari Johnny membuat musuh yang seharusnya tinggal selangkah lagi ditangkap, akhirnya lepas lagi, bahkan membuat keadaan-keadaaan yang tadinya baik menjadi bencana. Tapi seperti pada film pertamanya, segala kecerobohan dari Johnny diselamatkan oleh keberuntungannya yang selangit.

Masih juga menggunakan formula humor slapstick yang benar-benar mengandalkan segi visual dari segala perilaku kocak Rowan Atkinson. Kali ini ditambah dengan memanfaatkan teknologi VR di mana karakter dari Johnny English memakai kacamata VR dan mengikuti sebuah training agen rahasia, celakanya Johnny English lupa menyalakan sesuatu fitur yang menyebabkan dia layaknya beradegan aksi secara nyata dan mengacak-acak kota London. Inilah adegan paling kocak dari Johnny English disamping ada adegan joget dari Johnny English di lantai dansa dengan setelan jas putihnya yang merupakan sebuah homage kepada film Saturday Night Fever.

Johnny English seakan-akan menjadi Mr Bean versi spy, tentu saja bukan film spy sebenarnya, tetapi merupakan film parodi mata-mata seperti halnya Austin Powers. Kebanyakan dari publik Amerika Serikat mungkin menganggap Austin Powers merupakan sosok yang jauh lebih baik dari Johnny English karena karakternya yang lebih lovable dan lebih cerdas daripada sosok Johnny English ini. Namun faktanya Johnny English lebih diterima oleh masyarakat diluar Amerika Serikat melihat dari pendapatan box office di luar Amerika Serikat yang selalu dimenangkan oleh Johnny English, khususnya di Indonesia yang sudah kadung atas serial tv Mr Bean dengan segala kekonyolannya itu dan tidak akan pernah bosan dibuatnya.

Elemen dari film James Bond terasa sangat kental. Dikisahkan Johnny English menemui P (Adam James) untuk mendapatkan segala gadget, peralatan tempur hingga mobil keren nan canggih yang yang kalau dalam film James Bond disediakan oleh Q. Kemudian lagi ada adegan yang tentunya tidak asing di suatu bar saat Bond biasanya berkenalan dan digoda/menggoda seorang wanita cantik yang biasanya wanita itu merupakan seorang spy juga. Bond kemudian memesan minuman Martini, tetapi di sini Johnny memesan sesuatu minuman yang belum pernah orang bayangkan sebelumnya untuk menemani Ophelia (Olga Kurylenko).

Johnny English kembali dipertemukan dengan Bough (Ben Miller) asistennya pada film pertama di tahun 2001. Bough-lah yang menyebabkan film keduanya seperti ada sesuatu yang kurang. Chemistry dari dynamic duo ini sungguh kuat dan kocak, terlebih ketika adegan di suatu restoran saat ingin mencuri sebuah handphone dari tokoh villain-nya yang bisa ditebak berakhir dengan kecauan yang masif. Masih diperlihatkan Bough yang selalu setia dan taat dalam melakukan segala perintah dari Johnny English, walau dia tahu sebenarnya apa yang Johnny lakukan tidak cerdas dan tidak masuk akal. Bough selalu dapat save the day dari segala kesembronoan Johnny English.

Sisi terlemah adalah dari segi plot cerita yang kali ini paling konyol dan terlalu bodoh jika dibandingkan dengan film Johnny English lainnya, bahkan juga dari segala film-film dari karakter Mr. Bean maupun serial tvnya. Banyak adegan-adegan yang membuat penonton mengernyitkan dahi saking konyolnya itu.

Kesimpulan Akhir:

Masih menggunakan formula yang sama sehingga tidak menghadirkan sesuatu yang baru dan merupakan film Johnny English terkonyol sehingga banyak adegan yang terlalu bodoh. Tapi tentu masih sangat kocak melihat segala perilaku dari Rowan Atkinson ini yang tentunya tidak akan bosan menyaksikan segala banyolannya itu. Ditambah lagi, Bough telah kembali!

Review Film Johnny English Strikes Again (2018) - Kembalinya Sosok Kocak nan Menghibur dari Sang Agen Rahasia MI7
7.5Overall Score
Reader Rating 3 Votes
7.2