Loading...

Film Laundry Show (2019) adalah proyek kesekian kalinya bagi Upi Avianto (Kafir, Sweet 20) sebagai Penulis Skenario sekaligus Produser Kreatif. Menggandeng rumah produksi besar, Multivision Plus (MVP) yang menggunakan jasa Rizki Balki (Ananta, A: Aku, Benci & Cinta) sebagai sutradara serta Boy William dan Gisella Anastasia sebagai dua pemeran utama, film bergenre drama komedi ini siap menggebrak perfilman Indonesia untuk tayang pada kamis 7 Februari 2019 di seluruh bioskop nasional.

Nama besar Upi Avianto dengan sokongan MVP dan keahlian yang dimiliki Rizki Balki menjadikan film bergenre drama komedi ini berpotensi mampu menghibur dan memberikan tontonan yang menyegarkan di antara film Indonesia bergenre serupa. Saat konferensi pers, Amrit Punjabi, selaku co-producer menyampaikan kepercayaan dirinya bahwa film yang ia produksi ini merupakan film yang bagus, segar, lucu dan memiliki kualitas produksi kelas satu dari sisi kualitas skenario, sinematografi, camera works dan lain-lain. Sesuaikah apa yang disampaikan tersebut dengan hasil akhir film Laundry Show?

Sinopsis

Uki (Boy William) merasa frustrasi karena karirnya di sebuah perusahaan creative agency terasa berjalan di tempat meski ia sudah 5 tahun bekerja di sana. Dipicu sebuah masalah saat presentasi di kantor dan kata-kata motivasi seorang motivator di televisi yang bernama Mario Kekeuh, membuat Uki sadar bahwa dirinya tidak bahagia bekerja sebagai karyawan kantoran. Esoknya, Uki mengajukan pengunduran diri dan memberanikan diri untuk membuka usaha laundry-nya sendiri yang ia namakan Laundry Halilintar.

Dengan menjual mobil, menguras tabungan serta memohon restu ibundanya, Uki pun menyewa ruko dan merekrut beberapa karyawan. Di tengah proses memulai usaha tersebut Uki menyadari bahwa menjadi bos itu tidak mudah apalagi setelah melihat tingkah polah dan kebodohan karyawannya yang terdiri dari Tiur (Tissa Biani), si kasir yang jutek dan lemot, Joni (Erick Estrada), kaki tangan Uki yang sering salah hitung, tim penuci, Todung (David Saragih) yang bertubuh gemuk dan Ujang (Fajar Nugra) yang sering telat, Tim setrika yang sering emosian, Kendi (Mamat Alkatiri) dan Deden (Marshel Widianto), lalu Toto (Indra Jegel) pengantar laundry yang motornya sering rusak, serta Mbok Ani (Mbok Tun), pengepak laundry yang bermata rabun.

Perlahan demi perlahan usaha laundry Uki pun mulai maju dan stabil. Namun tiba-tiba, tepat di seberang ruko Uki berdiri sebuah usaha laundry baru bernama Laundry Cepat & Kilat yang merusak harga pasaran laundry dengan program diskonnyaUki yang naik pitam buru-buru menghampiri laundry tersebut untuk mengkonfrontasi pemiliknya yang bernama Agustina (Gisella Anastasia). Pertemuan mereka rupanya makin memperuncing persaingan kedua laundry tersebut. Persaingan tidak sehat yang menimbulkan bermacam konflik, baik antar laundry maupun di dalam internal Laundry Halilintar itu pun tidak terhindarkan lagi.

Ulasan

Film Laundry Show memang memiliki skenario formulaic soal cerita persaingan di dalam film, namun yang menjadikan film ini berbeda adalah kualitas skenario dan pengkarakteran, pengarahan sutradara dan akting gemilang para pemainnya. Upi menulis skenario film yang diadaptasi dari novel non-fiksi karya Uki Lukas berjudul sama ini dengan struktur yang baik. Hampir tidak ada momen membosankan di dalam film dengan isian komedi yang tidak berlebihan dan tidak mengandalkan kelakar ala stand up komedian meskipun pemain-pemain pendukungnya kebanyakan adalah para komika.

Dapat saya simpulkan bahwa skrip film ini memang sudah lucu tanpa perlu adanya improvisasi komedi yang berlebihan dari para pemainnya. Isian drama ala entrepreneur-nya pun sangat baik, tidak menggurui dan mengalir apa adanya mengisahkan perjuangan hidup Uki dalam memulai usaha laundry. Kehebatan lainnya adalah, skrip film ini memiliki senjata rahasia dalam guliran subplot kehangatan keluarga di dalamnya. Sebuah hal yang tidak saya duga sebelum menonton film ini.

Dari sisi pengarahan, Rizki Balki yang berpengalaman menangani film-film drama percintaan remaja sangat lihai menyutradarai film ini. Keseluruhan durasi 90 menit film dimanfaatkan dengan baik olehnya untuk bercerita dengan menggunakan pergerakan kamera yang dinamis dan kreatif. Set lokasi yang monoton dengan dominasi di dalam ruko laundry dimaksimalkan dengan sinematografi yang sangat kreatif. Kredit lebih juga patut diberikan kepada tim sinematografer dan tata produksi yang bekerja dengan apik.

Departemen produksi lain juga bekerja dengan baik dalam menunjang produksi film ini, editor yang menyusun adegan dengan mulus, tata suara yang mampu menyeimbangkan dialog dengan musik latar dengan baik, tata musik yang mampu memberikan musik latar yang mendukung nuansa dan mood film serta tata busana dan make up yang meski tidak menonjol tapi memberikan kualitas yang baik dalam film ini.

Departemen akting menjadi salah satu yang juga patut dipuji, keputusan menggunakan Boy William dan Gisella Anastasia sebagai aktor utama patut diacungi jempol. Keduanya bermain baik, terutama Boy yang terlihat total memerankan Uki dari yang awalnya dilema, lalu bertekad kuat, kemudian putus asa. Emosi yang dimainkan oleh Boy terlihat jelas dan mampu membuat penonton merasakan emosinya. Sebuah peningkatan kualitas bagi Boy William yang sebelumnya sempat agak mengecewakan di film Dimsum Martabak. Pemain pendukung cukup baik dengan peran terbesar diberikan kepada Tissa Biani dan Erick Estrada. Keduanya bermain gemilang dalam film ini. Tissa dengan mimik juteknya sukses membuat gemas karena kelemotannya, sementara Erick dengan logat maduranya sebagai sumber komedi yang lucu.

Film memang memiliki kekurangan berkaitan karakter yang terkesan tumpang tindih karena terlalu banyak, sehingga salah satu karakter seperti dipangkas bagiannya. Pun juga dari sisi cerita di perempat akhir film. Terutama dengan kehadiran salah satu karakter yang tiba-tiba muncul dan berpengaruh besar ke akhir film. Akan tetapi bukan merupakan masalah yang berarti dan film ini tetap memiliki akhir yang memuaskan.

Kesimpulan Akhir

Film Laundry Show ini adalah penanda semakin beragamnya cerita yang bisa diangkat ke dalam film Indonesia sehingga penonton film bioskop semakin banyak diberikan pilihan tontonan. Dengan kualitas skenario lucu dan apik, serta didukung tata produksi yang gemilang, film Laundry Show dipastikan akan memberikan hiburan yang berkualitas dan mampu memuaskan penontonnya dengan kekuatan drama, lelucon-lelucon segar, nilai-nilai perjuangan hidup serta kehangatan keluarga dan kasih sayang ibu di dalam film ini. Sebuah film yang wajib untuk disaksikan di bioskop bersama seluruh keluarga dan sahabat.

Loading...
Review Film Laundry Show (2019) - Drama Komedi Yang Lucu, Penuh Makna Dan Menghangatkan Hati
8Overall Score
Reader Rating 6 Votes
8.7