Mara merupakan film genre horor rilisan tahun 2018 yang disutradarai oleh Clive Tonge, Mara merupakan debut sang sutradara untuk feature film, sebelumnya Clive Tonge hanya membuat short film Emily & The Baba Yaga (2005), Love Lesson (2006) dan Sunday Best (2011). Film dibuka dengan sebuah mitos bahwa 40 persen penduduk dunia mengalami sleep paralysis atau di masyarakat kita dikenal dengan istilah “ketindihan” ketika sedang tidur dan dari dua pertiga jumlah tersebut penyebab sleep paralysis adalah gangguan mistis.

Film ini dibintangi oleh Olga Kurylenko yang berperan sebagai psikolog kriminal yang bernama Kate Fuller yang sedang menyelidiki kasus kematian sleep paralysis. Kate dalam penyelidikannya menemukan petunjuk yang mengarah ke hal mistis, hingga pada akhirnya dia mulai diganggu oleh makhluk iblis yang semakin menghantui setiap hari. Bagaimana cara Kate untuk memecahkan kasus ini? Dan kenapa tiba-tiba ia diganggu oleh makhluk iblis tersebut?
Menonton Mara bagi penggemar film horor, mungkin akan sedikit mengingatkan pada horor klasik “Nightmare on Elm Street” dimana gangguan mengerikan dan menakutkan akan terjadi saat karakter-karakter di film tersebut tertidur dan pada akhirnya menjadi korban. Begitu juga Mara mengadaptasi ide cerita yang kurang lebih sama, hanya dalam film ini diberikan bumbu mitos dan sejarah mengenai sleep paralysis yang terjadi di berbagai negara sehingga memberikan nilai tambah dalam film ini untuk plot-nya.

Makhluk iblis yang menjadi “bintang utama” ataupun biasa disebut “penampakan” diperankan oleh Javier Botet yang sudah sangat dikenal sekali dalam memerankan makhluk-makhluk dunia mistis dalam film [Rec] Series, The Conjuring 2, The Mummy, Insidious: The Last Key, etc. Javier tampil cukup irit di film ini dan kurang meneror penonton.

Sedangkan formula horor yang diterapkan pada setiap adegan Mara tidak ada yang baru, semuanya hampir bisa kita temukan kemiripan adegan dengan beberapa film genre serupa dalam satu dekade terakhir, namun untuk eksekusinya sendiri dari segi penyutradaraan dan teknik pengambilan gambar di film ini bisa dibilang sangat baik dan terlihat tidak dibuat dengan asal-asalan.

Kesimpulan Akhir:

Mara mungkin kurang menyeramkan bagi penonton yang berekspetasi untuk ditakut-takuti, namun untuk ukuran sutradara debutan film ini masih well-made dan bisa dinikmati berbagai kalangan.

Review Film Mara (2018) - Ketika Tidur Mengancam Nyawa Manusia
6.5Overall Score
Reader Rating 0 Votes
0.0