Loading...

Rasa sayange rasa sayang sayange

Eee lihat dari jauh rasa sayang sayange

Potongan lirik dalam lagu Rasa Sayange yang sampai hari ini masih jadi rebutan dua negara, Malaysia dan Indonesia, membuka adegan dalam film horror/thriller terbaru asal Malaysia yang dirilis bulan Februari 2019 silam. Pemilihan lagu yang cukup kontroversial tersebut juga seakan melengkapi kontroversi lainnya seputar film ini, yaitu perihal isu plagiarisme dengan film Vanishing Act(1986).

Berjudul Misteri Dilaila, film yang di negara asalnya berhasil mengumpulkan pundi-pundi sebesar 8,8 Juta RM atau sekitar 30,7 Milyar Rupiah, mencoba peruntungannya di tanah air dengan menayangkan filmnya di Indonesia mulai tanggal 13 Maret 2019.

Disutradari oleh Syafiq Yusof( KL Special Force, Desolasi), film ini memberikan hal yang tak biasa bagi penonton yaitu memberikan 2 versi ending yang berbeda. Tentu saja ini cukup unik, karena alternate ending biasanya disediakan dalam versi home video semisal bluray ataupun dvd.

Dan konon di negara asalnya 2 versi ini pada awalnya dirahasiakan hingga beberapa hari sejak tanggal rilis awalnya, untuk memaksimalkan efek kejutan bagi penonton. Namun di Indonesia, 2 versi ini sudah langsung bisa dipilih ketika membeli tiket secara langsung atau melalui aplikasi ticketing online.

Lalu, apakah film ini worth untuk ditonton bahkan hingga 2 kali untuk mendapatkan semua versi endingnya? Let’s see.

Sinopsis

Sepasang suami istri, Jefri(Zul Ariffin) dan Delila(Elizabeth Tan), menikmati liburan mereka di Fraser’s Hill dengan menginap di villa tua milik keluarga Delila. Malam pertama di tempat tersebut pun mereka lewati dengan sebuah pertengkaran. Jefri yang terpaksa tidur di luar akibat dari pertengkaran tersebut kemudian merasakan gangguan makhluk halus penghuni rumah tersebut.

Namun, keesokan paginya justru hal yang lebih buruk terjadi. Delila menghilang dari vila tersebut tanpa meninggalkan pesan apapun.

Di tengah kekalutannya mencari sang istri yang menghilang secara tiba-tiba, sesosok ustaz bernama Imam Aziz(Namron) kemudian datang dan mengaku menemukan Delila(Sasqia Dahuri). Jefri yang merasa bahwa itu bukanlah Delila kemudian tetap bersikukuh bahwa istrinya belum ditemukan dan melapor ke kepolisian. Dimana akhirnya Inspektur Azman(Rosyam Nor) muncul untuk membantu Jefri.

Hal yang lebih buruk kemudian terjadi lagi ketika satu per satu orang dekat Jefri turut mengakui bahwa Delila yang dianggap palsu itu adalah benar istrinya. Tak mau disebut gila, Jefri pun bertekad mencari bukti untuk meyakinkan bahwa Delila yang datang itu bukan istrinya.

Premis Menarik dengan Eksekusi Nanggung

Diluar segala isu plagiarisme yang berkembang, pada dasarnya Misteri Dilaila cukup memberikan premis yang menarik. Thriller dan misteri klasik dengan dibumbui unsur horor supranatural dan penampilan hantu-hantu Asia. Hanya saja, eksekusinya nampak begitu tanggung di beberapa sisi.

Sebagai film misteri yang menyajikan banyak clue di sepanjang film, Misteri Dilaila memang berhasil menyajikan hal tersebut. Hanya saja memang tidak begitu solid. Namun begitu, film ini cukup well executed sehingga kita bisa turut menikmati misteri demi misteri dari awal hingga akhir cerita yang plot twist, meskipun banyak juga cacat logika di beberapa adegannya.

Dari sisi horrornya lah justru film ini mengalami masalah. Jumpscare yang muncul begitu terkesan old skool dan kurang efektif. Kemunculan beberapa hantu pun menjadi tidak make sense karena tak berpengaruh banyak terhadap keseluruhan isi cerita. Bahkan bisa dibilang tak ada pesan khusus yang ingin disampaikan ke tokoh utama kala berbagai hantu muncul dan mengganggu.

Suasana rumah klasik lengkap dengan perabotan jadul dan creepy nya pun juga semakin menambah unsur yang membosankan. Nampaknya hampir semua film horror saat ini menggunakan latar yang seperti itu. Sehingga praktis kita bisa merasakan atmosfer yang sama dengan film-film horror Indonesia semisal Pengabdi Setan, Kafir ataupun Sebelum Iblis Menjemput.

Penggunaan masked transition di film ini juga bisa dibilang menarik. Hanya saja, di beberapa adegan hal tersebut memang cukup mengganggu dan nampak aneh, apalagi bagi yang belum terbiasa menyaksikan film dengan transisi adegan seperti ini.

Menarik Namun Tidak Spesial

Misteri Dilaila ini bisa dibilang menjadi sebuah film yang menarik karena menggabungkan misteri, horror dan thriller dalam satu paket yang dieksekusi dengan cukup rapi, meskipun memang masih meninggalkan banyak lubang di berbagai sisi. Hanya saja dari unsur penceritaan memang tidak ada yang benar-benar spesial dari film ini, karena kita sudah sering disuguhi misteri semacam ini pada film-film Hollywood ataupun Korea.

Dari sisi akting pun hanya Zul Ariffin dan Rosyam Nor saja yang mencuri perhatian. Sementara Sasqia Dahuri yang didapuk jadi Dilaila ke-2, nampak kaku dan kurang maksimal dalam menjadi tokoh kunci film ini. Begitupun Elizabeth Tan yang peran singkatnya sebagai Delila nampak begitu mudah dilupakan kecuali paras cantiknya.

Praktis dua versi ending dalam film ini nampak hanya menjadi gimmick saja. Karena sejatinya ragam clue yang disajikan di awal hingga pertengahan film, tak akan merubah banyak isi cerita kecuali endingnya saja. Jadi jangan berharap bakal seperti Black Mirror:Bandersnatch yang benar-benar mampu merubah keseluruhan cerita sejak proses pilihan pertama.

Jadi bagaimana, pilih versi 1, 2 atau keduanya? Silakan tentukan dan saksikan sendiri Misteri Dilaila di di seluruh jaringan CGV, Flix Cinema dan Cinemaxx mulai tanggal 13 Maret 2019.

Loading...
Review Film Misteri Dilaila (2019) - Sajian Horror Misteri dalam Dua Ending Berbeda
6.5Overall Score
Reader Rating 3 Votes
7.9