Satu lagi sajian film Korea terbaru dengan genre di luar komedi romantis, hadir menyapa penikmat film tanah air. The Negotiation yang menjadi film pembuka di gelaran KIFF 2018 ini, menjadi film pembuka yang bisa dibilang cukup oke. Film ini pun akan ditayangkan kembali Rabu ini tanggal 24 Oktober 2018, dimana jadwalnya bisa dilihat langsung di website CGV.

Sinopsis

Ha Chae-Yoon (Son Ye-jin) adalah seorang negosiator terkenal dan profesional  dari Seoul Metropolitan Police Agency. Di tengah cuti kerjanya, dia masih dipanggil ke TKP oleh tim kepolisian guna menyelamatkan 2 sandera dari tangan penjahat. Usahanya menyelamatkan kedua sandera lewat jalur negosiasi tersebut hampir saja berhasil, sebelum akhirnya peluru polisi masuk dan membuyarkan rencana serta menembaki si penjahat. Akibat hal ini juga lah, pada akhirnya menyisakan trauma mendalam bagi Ha Chae-Yoon karena di kejadian yang sama juga, dia melihat kedua sandra mati secara mengerikan.

10 hari setelah kejadian traumatis tersebut, Ha-Chae-Yoon kali ini diberikan tugas kembali untuk melakukan negosiasi dengan penjahat yang menyandera salah satu anggota polisi dan agen mata-mata tersebut.

Adalah Min Tae-gu(Hyunbin), seorang penjual senjata ilegal mancanegara yang menyandera para tahanan tersebut, yang kemudian meminta Ha Chae-Yoon sebagai lawan negosiasinya untuk membebaskan para sandera ini.

Suasana semakin kompleks, kala sedikit demi sedikit alasan Min Tae-gu melakukan penyanderaan terungkap. Ternyata, ada masalah yang lebih rumit dari sekedar penyanderaan ini. Ada motif terselubung dari Min Tae-gu yang ingin mengungkap kebenaran yang diyakininya.

Poin Positif

Akting kedua karakter utamanya patut diacungi jempol. Bagaimana Son Ye-Jin mampu menampilkan karakter seorang negosiator handal namun juga mudah rapuh di satu sisi dengan cukup meyakinkan. Penampilannya sangat mencuri perhatian berkat kemampuan aktingnya yang mumpuni serta paras cantiknya yang mengeluarkan kharisma tersendiri, apalagi ketika dia mengenakan seragam kepolisian.

Hyunbin disini juga mampu menampilkan sosok penjahat yang charming di satu sisi, namun juga mematikan di satu sisi. Hubungan antara Son Yi-Jen dan Hyunbin juga menampilkan hubungan yang unik antara si negosiator dan si penjahat, meskipun di beberapa adegan hubungan keduanya tampak stuck dan tidak berkembang.

Scoring menjadi elemen paling menjanjikan dari film ini. Bisa dikatakan film ini jadi memiliki roh berkat scoring yang ciamik. Musik latar yang digunakan saat proses negosiasi, adegan pengepungan, serta adegan yang sedih, mampu menjadi penambah daya gedor adegannya itu sendiri.

Teknik pengambilan gambar disini juga cukup menarik. Mampu menampilkan ketegangan di beberapa adegan berkat permainan kamera aerial dan juga jarak dekat. Pun spesial efek yang digunakan untuk film ini juga cukup menjanjikan. Efek ledakan dan tembakan mampu ditampilkan real. Dan tentu saja, film ini menjadi ajang pamer senjata militer Korea pada saat adegan pengepungan berlangsung.

Poin Negatif

Bisa dikatakan film ini terjebak dalam sebuah jalan cerita yang membosankan. Premis seorang negosiator wanita yang sangat menarik pada awalnya, nyatanya tidak mampu dieksekusi dengan baik oleh sang sutradara.

Cerita hanya berputar-putar saja, dan hal yang spesial atau keputusan yang unik dari seorang negosiator handal pada akhirnya tidak pernah muncul di film ini. Tentu kita menunggu seperti apa hal spesial yang akan dilakukan si negosiator ini yang mungkin saja menciptakan efek mind blowing berkat pemikirannya yang out of the box, tapi nyatanya tidak. Pun karakter penjahat yang diperankan Hyunbin sebenarnya memiliki potensi untuk menjadi best villain berkat masa lalu yang mendorongnya melakukan kejahatan itu.

Hanya saja, proses negosiasi awal lewat media streaming antara Min Tae-gu dan Han Chae-yoon yang terlihat menarik di awal, di pertengahan justru seperti kehilangan bensin. Sosok penjahat mengerikan Min Tae-gu pada akhirnya tidak menyajikan sebuah pengalaman melihat penjahat gila yang bermain-main dengan psikologis si protagonis layaknya Joker, justru Min Tae-gu hanya terlihat seperti sebuah pembawa acara permainan kematian.

Dan seperti film-film Korea pada umumnya, The Negotiation juga menampilkan kesimpulan film di akhir. Selain film jadi antiklimaks, penempatan kesimpulan keseluruhan cerita melalui flashback membuat jalan cerita film menjadi buru-buru hanya karena kebutuhan untuk menyelesaikan ceritanya. Sangat disayangkan, mengingat film seperti ini harusnya bisa diberikan penyelesaian akhir yang maksimal.

Penutup

Pada akhirnya The Negotiation tak lain hanya menjad film yang mengedepankan hubungan emosional antara Min Tae-gu dan Han Chae-yoon. Sangat disayangkan premis yang menarik pada awalnya pada kenyataannya tidak mampu dieksekusi dengan baik oleh sang sutradara.

Tapi bukan berarti film ini tidak menarik untuk disaksikan. Jika anda penggemar film Korea dan menginginkan cerita yang berbeda dari sekedar rom-com atau action, film yang saat ini menempati posisi 4 di box office Korea ini jelas menawarkan sesuatu yang berbeda. Hanya saja turunkan sedikit ekspektasi anda sebelum menyaksikan film ini, maka anda bisa menikmatinya.

 

Review Film The Negotiation (2018) - Premis Menarik, Eksekusi Mengecewakan
6Overall Score
Reader Rating 0 Votes
0.0