Sebenarnya Liam Neeson dulu tidak dikenal sebagai ikon film aksi. Deretan filmnya mulai dari drama Schindler List (1993), biopik Michael Collins (1996) dan Kinsey (2004),  fiksi ilmiah Star Wars: Episode I – The Phantom Menace (1999) sampai dengan film komedi romantis Love Actually (2003). Baru sejak kesuksesan luar biasa film Taken (2008), perannya sekarang hampir semuanya menjadi tokoh utama jagoan di film aksi. The Commuter menjadi film aksi terbarunya yang tayang midnight show pada 13 Januari 2018.

Michael McCauley (Liam Nesson) adalah seorang salesman asuransi yang setiap harinya pergi dan pualng menggunakan kereta. Suatu hari dia terkena pemutusan hubungan kerja dan saat pulang dia bertemu perempuan misterius, Joanna (Vera Farmiga) yang menawarinya 100 ribu Dollar hanya dengan mengidentifikasi seorang penumpang yang akan turun di suatu stasiun. Michael harus menaruh pelacak di penumpang itu. Saat di tengah dia mencari penumpang tersebut, dia baru sadar kalau ada konspirasi kriminal yang membuat nyawanya dan para penumpang di kereta terancam.

1 2

Plot yang absurd dan makin tambah aneh seiring dengan berjalannya waktu. Tiba-tiba banyak orang suruhan dari Joanna yang terdapat di dalam kereta dan mengawasi Michael. Bahkan keluarganya pun terancam kalau dia tidak mengikuti segala perintah dari Joanna. Dalam situasi Michael yang tertekan ini, dia harus memilih segi moralitas atau harus tetap mengikuti kemauan dari pihak Joanna dan akan mendapatkan uang yang tidak sedikit itu, sementara diapun masih memiliki tanggungan dan utang yang menumpuk.

Layaknya penumpang dalam kereta komuter, tentu memiliki beragam latar belakang dari para penumpangnya. Terdiri dari Tony (Andy Nyman) seorang eksekutif bisnis yang meminjamkan handphone-nya kepada Michael, Gwen (Florence Pugh) mahasiswi yang mencurigakan, Dylan (Killian Scott) anak muda dengan tatto di tubuhnya, Vince (Shazad Latif), broker Wall Street yang sombong, Jackson (Roland Moller), pekerja konstruksi hingga Eva (Clara Lago) suster yang panikan.

3 4

Liam Neeson telah berkolaborasi dengan sutradara spesialis film aksi/thriller Jaume Collet-Serra. Intinya sama Liam Nesson selalu menjadi jagoan, entah sebagai seorang dokter (Unknown), gangster (Run All Night), air marshal (Non-Stop). Non-Stop menjadi film yang paling mirip dengan ini karena sama-sama mencari penumpang hanya bedanya Non-Stop berlatar di pesawat. Tentu kolaborasi ini disengaja dan bukan merupakan kebetulan karena ketiga film-film itu laris manis di pasaran walau menurut kebanyakan kritikus secara kualitas lumayan saja dan merupakan film yang bertujuan hanya menghibur. Suasana penuh ketegangan dari Adegan perkelahian dengan tangan kosong, tembak-tembakan, lari kesana kemari sampai bergelantungan di samping/bawah kereta merenggang nyawa tentu pastinya ada seperti film-filmnya sebelumnya.

5 6

Awal film lebih bernuansa misteri layaknya Hitchcockian. Suasana suspense dan penuh teka-teki membuat penonton menjadi menebak-nebak siapa penumpang yang dimaksud. Kemudian lebih terasa sebuah film aksi thriller dari pertengahan sampai klimaks akhir yang eksplosif nan bombastis.

Final Verdict:

Tergolong absurd dan kurang realistis. Tapi The Commuter masih menghadirkan ketegangan dari pertengahan film sampai klimaks yang eksplosif. Semoga penonton tidak makin bosan dengan kebanyakan peran Liam Nesson yang masih itu-itu saja dan ini menjadi film aksi keempatnya dengan sutradara Jaume Collet-Serra.

Photos: Ombra Films, StudioCanal, The Picture Company

Masih Menghibur dan Menegangkan, Walau Terlalu Artifisial
7Overall Score
Reader Rating 1 Vote
9.9