Original score, cerita dan visualnya, membuat film ini memang layak masuk nominasi Best Picture di Oscar 2017
8Overall Score
Reader Rating 0 Votes
0.0
Loading...

Moonlight disebut-sebut sebagai penantang terbesar La La Land di perhelatan Oscar 2017, ajang pemilihan tertinggi untuk perfilman di Amerika Serikat. Dengan nilai 99 di MetaCritic.com yang terbaik sepanjang tahun 2016 dan juga nilai 98% di RottenTomatoes.com merupakan bukti yang jelas kalau ini adalah salah satu film terbaik di tahun 2016. Tapi ternyata bagi saya film ini sedikit overrated.

Memiliki 3 segmen cerita, Moonlight menceritakan seorang pria African-American yang gay dengan segala problematika narkoba dan bullying yang dihadapinya. Segmen 1 berjudul “Little” merupakan nama panggilan Chiron sewaktu kecil yang diperankan oleh Alex Hibbert. Dia seorang bocah yang pemalu dengan badan yang kecil. Saat dia lari dari sekumpulan bocah lainnya yang ingin membully dia, Juan (Maheshala Ali), seorang pengedar narkoba datang menolongnya. Dimulailah hubungan seperti ayah dan anak ini disaat Chiron memiliki ayah yang tidak jelas juntrungannya dan ibunya (Naomie Harris) yang abusif terhadapnya dan tidak pernah menunjukan kasih sayang kepadanya, layaknya kasih seorang ibu.

Hubungannya dengan Juan ditambah dengan pacarnya Teresa (Janelle Monae) yang diibaratkan sebagai ibu angkatnya terus meningkat seiring dengan ibunya yang terus saja tidak acuh terhadapnya. Juan mengajarkan berenang kepada “Little” dan mengatakan “At some point you gotta decide for yourself who you gonna be.”. Kata-kata inspiratif yang akan selalu dikenang oleh “Little”.

Mahershala Ali yang dijagokan untuk memenangkan Best Supporting Actor kurang dapat memperlihatkan emosi dalam hubungannya dengan “Little”, apalagi di saat hubungannya menjadi ironis dan buruk karena Juan adalah seorang pengedar narkoba dan ibunya adalah pemakai. Pada adegan tersebut menjadi kurang sentimental.

Pada segmen kedua yang berjudul “Chiron”, Chiron (kali ini diperankan oleh Aston Sanders) sudah beranjak remaja dan duduk di bangku SMA. Dia terus saja di bully dan dikatakan faggot karena orientasi seksual dia. Hanya pertemanan dengan Kevin (Jharrel Jerome) lah yang membuat hidupnya lebih berwarna, hingga akhirnya mereka berdua menjadi jatuh cinta di tengah terang bulan di pantai (Banyak juga yang mengatakan ini adalah Brokeback Mountain-nya bagi orang-orang African-American). Terang bulan inilah yang menjadi core film Moonlight, terang yang membuat African-American menjadi tidak “hitam” lagi, tetapi menjadi “biru” menurut Tarell Alvin McCraney sang empunya cerita Moonlight. Visual yang kaya, gloomy, vibrant tersebut dengan indah ditampilkan oleh sang sutradara, Barry Jenkins. Walau gaya kamera 360 derajatnya yang ingin membuat film ini menjadi lebih realistis, nampaknya malah membuat kurang efektif dan terkadang menjadi memusingkan dan tidak perlu di beberapa adegan.

“Black” menjadi segmen terakhir dari Moonlight, beranjak dewasa Chiron (Kali ini diperankan oleh Trevante Rhodes) sudah bukan lagi yang dahulu, dia lebih kekar dengan menjadi pengedar narkoba. Hubungannya dengan Kevin sudah tidak lagi dekat atas suatu kejadian di masa SMA. Akhirnya saat mereka bertemu kembali di tempat yang sama di dekat pantai, Kevin sekilas tidak mengenal Chiron yang dulu kala.

Naomie Harris menjadi pemeran terbaik dalam film ini disaat pemeran lain seperti kesulitan dalam mengembangkan aktingnya. Seorang ibu yang tidak bisa memperlihatkan rasa cintanya karena keadaan yang memaksanya melalakukan itu. Aktingnya sangat teruji saat dia meminta uang kepada anaknya untuk membeli narkoba di segmen ke 2 dan saat salah adegan di segmen ke 3 yang dramatis dan mengharukan.

Hal yang paling bagus di film ini adalah Original Score dari Nicholas Britell yang soulful, menghantui dan minimalis. Menambah kedalaman dan atmosfir mengharu biru dalam setiap adegan Moonlight. Jika saja La La Land tidak rilis di tahun 2016, dapat dipastikan Britell mampu meraih penghargaan tertinggi di Oscar 2017.

Final Verdict:

Moonlight memang sedikit overrated, khususnya di bagian akting sehingga chemistry tiap karakternya agak kurang dan penyutradaraan yang seharusnya bisa membuat film ini lebih emosional dengan pace yang lebih cepat. Tetapi segi cerita, visual dan terlebih original score-nya yang tentu saja membuat Moonlight layak masuk pada nominasi Best Picture di Oscar 2017. Inilah sebuah film yang bermakna dan intim tentang kehidupan seseorang berkulit hitam yang gay dengan segala problematika kehidupan dunia narkoba di wilayah Liberty City, Miami.

Moonlight Mendapatkan 8 Nominasi Oscar:

Best Motion Picture of the Year
Dede Gardner
Jeremy Kleiner
Adele Romanski

Best Performance by an Actor in a Supporting Role
Mahershala Ali

Best Performance by an Actress in a Supporting Role
Naomie Harris

Best Achievement in Directing
Barry Jenkins

Best Achievement in Cinematography
James Laxton

Best Achievement in Film Editing
Joi McMillon
Nat Sanders

Best Achievement in Music Written for Motion Pictures (Original Score)
Nicholas Britell

Best Adapted Screenplay
Barry Jenkins (screenplay)
Tarell Alvin McCraney (story)

Loading...