Dengan premis yang cukup dalam seharusnya bisa berbicara lebih banyak, sayang eksekusinya terlalu ringan dan dangkal
6Overall Score
Reader Rating 2 Votes
5.4

Ketika trailer dan poster The Boss Baby sudah berkembang di berbagai website, saya dan cukup banyak orang menilai apa mungkin seorang bayi bisa menjadi bos dan berbicara? Jika berbicara memang sudah pernah diperlihatkan Rugrats pada serial televisi Nickelodeon. Tapi bagaimana dengan menjadi bos?

Timothy Templeton (Tobey Maguire) seorang anak kecil berusia 7 tahun memiliki kehidupan yang sempurna. Layaknya seorang anak kecil yang penuh dengan imajinasi, dia memainkan peran bersama orang tuanya menjadi Indiana Jones, Luke Skywalker, Jack Sparrow, Ninja dan karakter karakter imajinatif lainnya saat dia naik sepeda, mandi di bathtub hingga bahkan saat dia membuka jendela kamar tidurnya sesaat setelah bangun pagi yang di bangunkan oleh jam weker Gandalf. Tetapi kehidupannya berubah sejak ada seorang bayi yang disuarakan oleh Alec Baldwin datang kehidupannya dibawa oleh orangtuanya dengan taksi.

Bayi tersebut ternyata bukan bayi biasa. Dia adalah seorang “The Boss Baby” yang bisa berbicara dan memiliki misi rahasia untuk menghancurkan Puppy Co. supaya para orangtua di dunia kembali lagi mencintai bayi dibandingkan dengan anak anjing.

bossbaby-gallery2-gallery-image

Premis yang sungguh absurd nan imajinatif ini dikemas dengan humor dan visual khas Dreamworks yang slapstick dan penuh dengan warna. Kebanyakan film-film Dreamworks sungguh ringan, berbeda dari Pixar yang cenderung lebih berat. Jika melihat dari premisnya ini, maka bisa dibilang cukup berat, tetapi sayangnya eksekusinya cenderung terlalu dangkal dengan pendalaman cerita yang kurang.

The-Boss-Baby-teaser-trailer

Segi humornya lumayan lucu dibeberapa hal, apalagi bagi yang menyukai kelucuan dan kegemasan dari bayi-bayi. Walau begitu, tidak ada sesuatu yang dapat membuat tertawa terbahak-bahak atau ada hal-hal baru dalam humor yang dibesut oleh sutradara Thomas McGrath yang juga menukangi Madagascar dan Megamind ini.

Ada beberapa teori dari film The Baby Boss ini, sindirannya terhadap kapitalisme, Donald Trump (ini dibantah oleh Thomas McGrath) hingga orang Amerika yang terlalu mementingkan binatang daripada anaknya sendiri. Mungkin yang paling mengena adalah dari segi kapilalismenya. Terlihat bagaimana The Baby Boss sepanjang hidupnya hanya bekerja dengan menyelesaikan berbagai tugasnya untuk naik pangkat. Dia tidak merasakan apa itu cinta dari orang tua. Ada berbagai pesan lagi yang memang secara harafiah semua bayi di dunia adalah seorang bos. Apapun yang bayi minta harus dituruti dan ketika sepanjang malam menangis pun kita mesti sadar dan harus menenangkannya, seperti metafora seorang bos dalam pekerjaan kita.

screen-shot-2016-12-15-at-11-49-20-am

Berbagai imajinasi yang dipikirkan oleh Timothy cukup seru dan menghibur karena berbagai pop culture muncul seperti yang telah saya utarakan diatas. Tambah lagi ada beberapa adegan mengingatkan tentang Elvis Presley, Teletubbies hingga The Beatles. Imajinasi Timothy ini membuat karakternya menjadi dekat dengan kita. Mengingatkan kita kembali di masa-masa kecil dimana kita sering berperan sebagai orang lain dan berimajinasi bahwa kita sedang di suasana perang, perlombaan, petualangan, lari dari penjahat sehingga kita seperti di dunia sendiri yang asik dan menyenangkan. Tentu saja kita pernah berlakon seperti Power Ranger, Dragon Ball, Satria Baja Hitam dan berbagai karakter masa kecil lainnya sewaktu duduk dibangku taman kanak-kanak ataupun sekolah dasar. Atas dasar itu semua, bisa jadi film ini ada unsur seperti Nolanesque yang mindbending dan karakter tokohnya yang mengarahkan bagaimana cerita ini terjadi. Ada beberapa klu yang menegaskan teori ini.

Pesan lainnya yang bagaimana cinta mengalahkan korporat, orangtua yang pilih kasih, kakak yang iri hati kepada adiknya terasa cukup kuat. Tapi sekali lagi eksekusinya terlalu ringan dan beberapa humornya kurang dapat, sehingga kadang terasa membosankan dan membuat ngantuk. Tentu karena target utamanya adalah keluarga dan anak-anaknya, sehingga Dreamworks cenderung bermain aman dengan premis yang sebenarnya sangat dalam jika bisa ditelaah lebih jauh lagi.

Final Verdict:

Ceritanya terlampau absurd dan cenderung tidak logis karena penjelasan cerita yang kurang dan terlalu dangkal. Tapi ada beberapa hidden message yang mengena, bahkan bisa jadi ini seperti Nolanesque. Imajinasi dari pop culturenya pun menarik dan mengingatkan akan masa kecil kita yang penuh dengan fantasi. Satu lagi, pencinta bayi akan terpuaskan dengan berbagai adegan lucu dan menggemaskannya.

Trailer The Boss Baby