Kacau balau hampir di semua sisi, kecuali efek IMAX 3D dan CGI-nya
3Overall Score
Reader Rating 8 Votes
7.2

Ketika diluncurkan pertama kali pada tahun 2007, Transformers membuat suatu tonggak adegan aksi berbalut special effect rumit dan brilian yang sangat menghibur dan memukau mata penonton akan kecanggihan teknologi saat itu. Betapa dengan mulusnya suatu mobil berubah bentuk menjadi robot yang gagah perkasa itu. Karena terlalu fokus pada adegan aksi-aksinya, maka sejak di film ketiga kualitas dari penyutradaraan dan naskanya sungguh amburadul. Michael Bay nampaknya hanya peduli bagaimana para fans Transformers terpuaskan berkat gempuran adegan special effect tersebut. Transformers: The Last Knight merupakan titik nadir dari franchise Transformers ini.

Adegan dibuka pada saat tahun 484, King Arthur dan Merlin dibantu oleh para Transformers mengalahkan bangsa Saxons. Transformers meninggalkan suatu relik yang harus disimpan baik-baik supaya jangan jatuh ke orang jahat. Pada masa sekarang kebanyakan Transformers telah dilarang oleh berbagai negara salah satunya Amerika Serikat dan dibentuklah suatu Transformer Reaction Force (TRF) yang ditugaskan untuk mengeliminasi Transformers. Cybertron sendiri kembali beraksi untuk menghancurkan bumi supaya planetnya dapat kembali seperti sedia kala, dia merekrut berbagai para Transformers kriminal, sementara itu Optimus Prime ditawan oleh robot penyihir Quintessa, sehingga hanya Bumblebee, Cade Yeager (Mark Wahlberg) dan teman-temannya yang diharuskan untuk menyelamatkan bumi.

4 5

Loading...

Secara mengejutkan dapat dikatakan dari segi cerita, bisa jadi menjadi yang paling rumit, bercabang dan mungkin berbobot. Ditambah lagi bumbu-bumbu sejarah dunia dimulai dari King Arthur, Napoleon hingga Hitler ternyata dibalik itu menggunakan Transformers dalam perang-perang mereka. Ada pula unsur-unsur seperti memecahkan kode layaknya Da Vinci Code, kali ini bertempat di Inggris dimana Cade Yeager bekerja sama dengan sejarawan Sir Edmund Burton (Anthony Hopkins) dan profesor Viviane Wembley (Laura Haddock). Ada pula cerita mengenai Izabella (Isabela Moner) seorang remaja dan teman-temannya yang membantu para robot yang cedera karena TRF. Permasalahan sejak film ketiga kembali menyeruak, bagaimana gaya bercerita Michael Bay dan editingnya benar-benar kacau balau dan tidak ada koherensi sama sekali. Suatu adegan tiba-tiba bisa dipotong ditengah-tengah saat Seymour Simmons (John Turturro) di Kuba yang juga tidak ada korelasinya dengan seluruh ceritanya, secara sekejab loncat ke Inggris, lalu loncat lagi ke Amerika Serikat. Apalagi camera work-nya benar-benar memusingkan dan musiknya sangat berisik.

1 6

Naskah yang ditulis oleh Art Marcum, Matt Holloway, Ken Nolan kesulitan dalam merangkai benang merah dari tiap-tiap ceritanya. Penulisan untuk segi pendalaman karakter lebih buruk lagi, sejak film ketiga seakan-akan penonton tidak akan peduli dengan nasib akan apa yang terjadi dengan tiap aktor dan aktrisnya, lebih buruk lagi penonton akan kesulitan dalam membedakan tiap-tiap robot Transformers mana saja yang baik atau yang jahat. Lalu ucapan dan dialog dari Optimus Prime dan Cybertron seperti tidak ada perbendaharaan kata yang baru, seakan-akan omongan mereka seperti copy paste saja sejak di film pertama.

Jika di film ketiga maupun keempat kita masih bisa tersenyum atau tertawa, tapi di film kelima ini terhitung hanya 1-2 saja humor yang dapat membuat tersenyum. Ada 1 humor yang kontroversial saat Cade Yeager mengatakan kurang lebih “Profesor dengan baju seperti stripper (penari telanjang)”, timing dan pengucapannya tidak tepat sehingga kesannya merendahkan. Terdapat karakter baru yaitu robot Cogman (Jim Carter) seorang butler yang mirip dengan C-3PO di Star Wars. Tapi bedanya kalau C-3PO menimbulkan gelak tawa, Cogman menimbulkan kejengkelan yang mendalam.

2 3

Untungnya saya menontonnya di IMAX 3D, dapat dikatakan inilah visual treat dan eye-popping 3D terbaik selama saya menonton di IMAX 3D. Penonton akan dimanjakan dengan deretan robot-robot yang seakan-akan keluar dari layar. Environment-nya juga sungguh immerse, penonton seakan larut dan masuk kedalam peperangan super bombastis dan berlebihan itu yang sayangnya tanpa adanya unsur ketegangan. Saya berharap Transformers: The Last Knight kali ini bisa ditayangkan dalam Transformers: The Ride di Universal Studio dan dipotong durasinya hanya 20-30 menit saja dengan layar sekelas IMAX 3D dan kursi bergetar dan jungkir balik sekelas Transformers: The Ride.

Final Verdict:

Sangat jauh dibawah standar dari segala aspek, khususnya di segi editing dan koherensi, bahkan untuk ukuran film Transformers sekalipun. Ironisnya film yang durasinya luar biasa panjang ini memiliki kualitas efek IMAX 3D terbaik dari film-film manapun. Transformers: The Last Knight akan lebih baik ditayangkan pada amusement park (wahana hiburan seperti Dufan, Universal Studio, dll) selama 20-30 menit saja.

Transformers (2007) – 8/10
Transformers: Revenge of the Fallen (2009) – 7/10
Transformers: Dark of the Moon (2011) – 4/10
Transformers: Age of Extinction (2014) – 4/10
Transformers: The Last Knight (2017) – 3/10

Photo: Paramount Pictures

Loading...