Awal yang manis, namun di pertengahan hingga akhir sea
6Overall Score
Reader Rating 5 Votes
4.3

Jika melihat dari poster maupun trailernya, kebanyakan orang sudah mengecap film ini sebagai drama percintaan SMA layaknya sinetron atau FTV. Beralasan karena memang cukup sedikit film drama percintaan SMA dengan target market remaja di bangku sekolah yang berkualitas baik. Tahun lalu pun praktis hanya Ada Cinta dari SMA yang diperankan oleh Coboy Junior yang kualitasnya cukup bagus dengan lagu-lagu seperti High School Musical. Tahun ini ada Galih dan Ratna yang kualitasnya sangat baik, tapi Galih dan Ratna lebih memilih pendekatan yang lebih dewasa dan bisa dikatakan merupakan nostalgia untuk para penggemar film Gita Cinta dari SMA (1979).

Jefri-Nichol-Gombalin-Amanda-Rawles-di-Trailer-Dear-Nathan-5-e1487759391292

Berkisah Salma (Amanda Rawles) yang suatu hari terlambat datang ke sekolah begitu juga dengan seorang murid lainnya bernama Nathan (Jefri Nichol). Saat itu kening Nathan terluka dan Salma memberikan sebuah plester untuk menutupi lukanya tersebut. Sejak itu mulai sukalah Nathan yang terkenal sangat bandel dan sering membuat ulah di sekolah pada Salma yang dikenal sebagai seorang murid yang alim dan mendapatkan nilai yang tinggi dan bahkan aktif di berbagai kegiatan OSIS.

Cerita cinta antara cowok nakal dan cewek alim bukan hal baru memang, sudah puluhan film baik luar negeri dan dalam negeri mengisahkan hal tersebut sebut saja Grease, Dirty Dancing, A Walk To Remember, Life As We Know It hingga 10 Things I Hate About You. Namun Indra Gunawan sang sutradara, memberikan nuansa yang manis, polos, menggemaskan dan konyol ketika Nathan seringkali menggoda Salma dengan aura bad boy yang penuh percaya diri itu sehingga membuat Salma kepincut dan seringkali salting, layaknya seorang yang jatuh cinta.

Dear-Nathan-BookMyShow-2

Berbagai permasalahan mulai muncul sejak Seli, mantan pacarnya Nathan yang menginginkan balikan dengan dia dan mulai mengancam Salma. Apalagi Nathan tergolong dari keluarga broken home dan masa lalunya cukup kelam mengingat ibunya sekarang tinggal di rumah sakit jiwa dan ayahnya menikah lagi. Salma juga didekati oleh ketua OSIS yang sangat pintar, sopan dan terpandang. Kebanyakan temannya juga tidak percaya kalau Salma mau dengan Nathan. Berbagai konflik klasik ini menjadikan berbagai karakter-karakter ini menjadi membumi dan memang sering terjadi di kehidupan nyata.

Kredit terbesar dapat diberikan kepada Amanda Rawles berkat segala kepolosannya, saltingnya dan perasaan cinta yang berdebar-debar saat bersama Nathan. Jefri Nichol pun begitu, aura bad boynya sungguh keluar, namun dia juga memiliki sisi kasih sayang saat bersama dengan ibunya. Karakter Nathan yang apa adanya tidak berusaha berubah menjadi pujangga cinta nan romantis membuat karakter ini menjadi konsisten dan believable.

Sayangnya awal yang baik tidak diperlihatkan dari pertengahan hingga akhir yang terkesan terburu-buru, menggampangkan masalah dan bisa dikatakan tidak rasional. Berbagai adegan dan dialog klise khas FTV kembali muncul sehingga keromantisan di awal yang dibangun tidak terasa lagi dan berubah menjadi bagaimana menyelamatkan kehidupan Nathan kedepannya.

Final Verdict:

Diatas rata-rata dari film percintaan remaja Indonesia lainnya. Awalnya terasa manis, polos dan menyenangkan. Sayangnya dipertengahan hingga akhirnya terjun bebas, terasa seperti FTV dan fatalnya penyelesaiannya terburu-buru dan kurang rasional.