Hanya Jackie Chan saja yang bagus dalam film ini, selebihnya tidak
5Overall Score
Reader Rating 0 Votes
0.0

Setelah menggebrak pada akhir tahun lalu dengan berperan sebagai pekerja kereta api yang berjuang melawan penjajahan Jepang di film Railroad Tigers. Tahun ini rencananya ada 4 film live-action yang menjadikan Jackie Chan sebagai bintang utama, belum lagi ada 2 film animasi yang di isi suaranya oleh Jackie. Padahal dalam beberapa tahun terakhir biasanya paling banyak Jackie hanya berakting di 2-3 film saja. Bahkan di tahun 2012, film Jackie hanya 1 yaitu Chinese Zodiac.

Film pertama Jackie di tahun 2016 yaitu Kung Fu Yoga merupakan film yang di produseri oleh dua negara yaitu China dan India. Kerjasama ini didasari juga oleh perjanjian antar kedua negara di saat kunjungan presiden Xi Jinping ke India di tahun 2014. Xi Jinping. Film ini juga diputar di banyak negara bertepatan dengan Tahun Baru Imlek.

Dibuka dengan adegan animasi yang cheesy dengan adegan peperangan antara India dan China di masa lalu. Kemudian adegan beralih ke masa sekarang yang menceritakan Profesor Jack (Jackie Chan), seorang arkeolog China yang bekerja sama dengan Ashmita (Amyra Dastur), profesor India untuk menemukan harta karun Magadha yang hilang karena perang tersebut. Mulailah Jackie dan timnya, berkeliling dunia dan mengunjungi berbagai tempat eksotis di dunia layaknya Indiana Jones, seperti yang Jackie katakan di salah satu dialognya “I Like Indiana Jones”.

Tetapi usaha mereka dihadang oleh Randall (Sonu Sood) yang menyebut dirinya adalah keturunan dari raja di masa lalu itu dan menyatakan hanya dia yang berhak untuk mendapatkan berbagai harta karun itu.

Kung Fu Yoga mengingatkan film-film Jackie dulu kala yang penuh dengan tempat-tempat eksotis di berbagai pelosok dunia dan adegan-adegan aksi komedi khas Jackie yang kembali nampak. Seperti pukulan yang tidak mengena, luwesnya Jackie yang loncat dari jendela mobil, hingga aksi jenaka dari penjahat Jackie yang ketakutan sampai – sampai tidak sadar Jackie ada dimana karena lihainya gerakan tongkat dari Jackie. Jackie pun terasa lebih prima dalam melakukan berbagai stuntman, terlebih lagi lawakannya mengundang tawa yang cukup banyak di sepanjang film.

Sayangnya penampilan Jackie yang menjadi salah satu penampilan terbaiknya dalam beberapa tahun terakhir ini tidak diimbangi dengan berbagai hal, khususnya di bagian teknis (penyutradaraan, produksi dan special effect). Terlebih di special effect yang terlalu banyak dalam penggunaannya dan sangat terlihat kasar dan tidak nyata, bisa dikatakan murahan.

Aktor-aktor pendukungnya, tidak bisa mengimbangi akting Jackie. Mereka lebih sering melakukan adegan konyol hingga cenderung bodoh yang tujuannya memang untuk mengundang tawa, tetapi lebih banyak miss dan menimbulkan ringisan dibanding tawa.

Tidak seperti film-film Jackie Chan, pada bagian credit tidak ditampilkan berbagai bloopers. Tetapi diberikan adegan tarian Indianya Jackie Chan dan seluruh cast yang cukup menarik untuk disimak.

Final Verdict:

Inilah penampilan aksi dengan slapstick comedy khas Jackie terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Tetapi tidak dapat diimbangi dengan sisi teknis dan produksi yang prima. Khususnya terasa kasar dan terlihat palsu di bagian efek visualnya. Ditambah lagi jalinan aktor dan aktris pendukungnya yang tidak bisa mendukung kegemilangan tokoh utamanya.