Sebagai pendatang baru di dunia perfilman Indonesia, Lens Cinema terbilang sangat percaya diri saat memutuskan untuk memproduksi film drama romantis yang menggunakan latar negara Indonesia dan Jepang ini. Pasalnya film berjudul Nikah Yuk! ini memasang dua aktor yang belum memiliki nama di kancah perfilman Indonesia.

Diarahkan sutradara pendatang baru Adhe Dharmastriya dan memasang duet Yuki Kato dan Marcell Darwin serta menambahkan Aliyah Faziah, Jessica Veranda ex-JKT48, Roy Maten, Ivanka Suwandi, dan memakai jasa para komika dalam sosok Ananta Rispo, Fico Fachriza, dan lain-lain. Film Nikah Yuk! dijadwalkan tayang mulai tanggal 6 Februari 2020.

film Nikah Yuk!

Loading...

Sinopsis

Arya (Marcell Darwin) seorang fotografer yang dipaksa menikah muda oleh orang tuanya (Roy Marten & Ivanka Suwandi). Arya menolak karena masih ingin mengejar karir dan mempertahankan hubungan dengan pacar pilihannya, Neyna (Aliyah Faizah) yang juga masih ingin membangun karier sebagai model.

Hingga suatu hari ibunya jatuh sakit, Arya pun mulai berpikir untuk mewujudkan keinginan ibunya. Di tengah kegalauan Arya tidak sengaja bertemu Lia (Yuki Kato), seorang komikus muda penuh semangat dan cita-cita. Pertemuannya dengan Lia membawa Arya ke dalam kebimbangan, jatuh dan patah hati secara bersamaan.

film Nikah Yuk!

Ulasan

Memakai pola naskah drama romantis dengan sentral karakter pada tokoh Arya yang mengalami banyak tekanan untuk menikah, lalu bertemu dengan seorang gadis (Lia), mengambil keputusan dan menghadapi konsekuensi dari keputusannya adalah sebuah formula yang umum dan berpotensi menjadi film drama romantis yang memikat.

Apalagi kalau melihat karakter Yuki Kato dengan sikap easy going miliknya yang digunakan juga pada karakter Lia yang berujung menjadi karakter yang simpatik. Sayangnya Marcell Darwin gagal membuat Arya sama simpatiknya. Karakternya cenderung menjadi karakter anak mami yang sekeras apapun bicara ingin mandiri, ingin lepas dari orang tua, tetapi gestur, ekspresi dan sikapnya masih terasa seperti anak mami.

Kurangnya penggalian karakter Arya bukan satu-satunya masalah dalam film ini. Naskah, pengarahan dan penyuntingan gambar adalah beberapa poin lain yang menjadi kelemahan film karya perdana dari sutradara Adhe Dharmastriya ini. Naskah dari penulis debutan secara umum memang masih sesuai dengan formula, dan dengan cerdik menyelipkan twist-twist yang membumbui film. Tetapi beberapa kali pengadeganannya tidak dibarengi dengan penggunaan dialog yang sesuai momen.

film Nikah Yuk!

Sebagai contoh saat Arya dan Lia sedang bergembira menikmati keindahan Gunung Fuji, tiba-tiba obrolan berjalan ke arah yang serius tanpa adanya transisi yang kenapa Arya bisa teringat untuk membahas masalah serius tersebut. Hal semacam ini terjadi beberapa kali di beberapa adegan dan cukup mengganggu.

Entah apakah itu berada di ranah penulis atau sutradara dalam menentukan dialog di dalam adegan, tetapi sudah selayaknya transisi antar tema yang dibahas dalam barisan dialog harus dijaga agar mengalir mulus dalam pengadeganan dan emosi karakter. Dapat dimaklumi  memang, mengingat ini adalah naskah film perdana penulis naskah Andri Cahyadi dan karya penyutradaraan perdana Adhe Dharmastriya.

film Nikah Yuk!

Sementara untuk penyuntingan gambar, lebih ke arah teknis dimana seringkali transisi antar adegan atau perpindahan angle dalam satu adegan kurang diberi sentuhan yang lebih sinematis. Bahkan adegan montage saat Arya & Lia liburan ke Jepang pun tidak dijahit dengan menarik dan enerjik. Sebagai catatan ada sebuah adegan di toko furniture yang sepertinya tidak diedit dengan pas, apakah adegan tersebut sebelum menikah atau sesudah menikah. Sementara dari sisi sinematografi, film ini juga tidak memberikan hal yang baru dan hanya patut diapresiasi pada keseimbangan kualitas gambar antara lokasi Indonesia dan Jepang saja.

Satu hal teknis yang patut diberi acungan jempol adalah kualitas pemilihan lagu pengiring dalam film, salah satunya adalah penggunaan lagu dari artis internasional Rosie Doonan, Feel Love yang sangat baik mendukung sebuah adegan dramatis dalam film ini. Sementara bagian chorus dari lagu Ingin Bersamamu milik Armando juga menjadi highlight dalam salah satu adegan di film ini.

film Nikah Yuk!

Dari departemen akting selain Yuki Kato (Operation Wedding) yang terlihat berusaha keras untuk membangun chemistry dengan Marcell Darwin (Sumpah Pocong di Sekolah), nyaris tidak ada lagi yang menonjol. Aliyah Faziah (Yowis Ben), Jessica Veranda (Partikelir, Inem Pelayan Sexy 2019), Ivanka Suwandi (Kapan Kawin, Membabi Buta), bahkan sampai Roy Marten (Pretty Boys, Milly & Mamet) tidak memberikan performa terbaiknya. Justru pendatag baru, Dwi Akraniza A. sebagai sahabat Lia justru menjadi penarik perhatian. Artis debutan yang juga sekaligus produser dari film ini tampil menarik dengan logat Makassar-nya.

Kesimpulan Akhir

Nikah Yuk! memiliki formula yang pas sebagai film drama romantis yang sayangnya dieksekusi dengan pengadeganan, pengkarakteran serta penyuntingan gambar yang kurang bernyawa. Meski memiliki performa Yuki Kato yang apik tapi Nikah Yuk! gagal memaksimalkan potensinya, yang berujung kekecewaan usai menontonnya.

Note: Scroll/gulir ke bawah untuk melihat rating penilaian film.

Loading...

Review Film Nikah Yuk! (2020) – Drama Romantis Yang Gagal Memaksimalkan Potensinya
5Overall Score
Reader Rating 1 Vote
7.6