Dari manakah saya akan memulainya? Mungkin saya akan mulai dengan mengatakan Zack Snyder’s Justice League atau yang di mana juga dikenal sebagai Snyder’s Cut adalah salah satu film paling ambisius yang pernah ada. Tidak dari segi genre superhero, tetapi dari film itu sendiri. Dimulai dari yang hanya sebuah permohonan para penggemar komik DC yang meminta untuk merilis cut milik Zack Snyder dan berakhir dengan sebuah film baru yang jauh melebihi ekspetasi saya.

Seperti yang kita tahu, Justice League… bisa dikatakan itu adalah film yang sebaiknya kita lupakan saja. Apalagi mengingat DCEU (DC Extended Universe) merilis film yang cukup baik setelahnya seperti Aquaman dan Birds of PreyJustice League adalah sebuah ingatan yang telah kita kubur dalam-dalam. Dan apakah Zack Snyder’s Justice League berhasil menebus kesalahan pendahulunya? Dengan percaya diri saya mengatakan iya, dia berhasil.

Sebenarnya bagaimana film ini berjalan secara cerita yang dimilikinya tidaklah terlalu berbeda dengan Justice League. Bruce Wayne (Ben Affleck) ingin membangun sebuah tim yang terdiri dari beberapa orang berkekuatan super untuk melawan ancaman yang akan datang setelah kematian Superman (Henry Cavill) pada Batman v Superman: Dawn of Justice di mana ia mengorbankan dirinya untuk membunuh Doomsday. Musuh di film ini tetaplah Steppenwolf (Ciarán Hinds) yang ingin mengumpulkan ketiga “Mother Boxes” untuk menghancurkan dunia.

Loading...

Jadi apa yang sebenarnya berbeda? Tentu saja yang terbesar adalah durasinya. Dengan melipatgandakannya menjadi 4 jam, yang bahkan mengalahkan The IrishmanZack Snyder tidaklah menahan apapun dalam visi yang dituangkannya di dalam film ini. 4 jam mungkin terdengar mengintimidasi, tetapi setiap saat dari durasi yang dimilikinya itu berhasil meyakinkan saya kalau 4 jam yang saya luangkan tidaklah terbuang dengan sia-sia.

Durasi yang lebih berarti kesempatan yang lebih besar untuk memperluas setiap karakter di dalamnya. Masalah utama di Justice League adalah bagaimana tipisnya setiap karakter didalami. Cyborg (Ray Fisher) dan The Flash (Ezra Miller), yang notabene adalah pendatang baru di DCEU, tidak diberikan kesempatan untuk bersinar. Di Zack Snyder‘s Justice League, semua itu berubah.

movieden-aquaman-wonder-woman-dan-cyborg-di-zack-snyder-justice-league

Cyborg, atau yang memiliki nama asli Victor Stone, memiliki peran yang jauh lebih besar dari sebelumnya, bahkan bisa saya katakan sangat vital di dalam ceritanya. Pendalaman karakternya juga sangat baik, di mana kita juga mempelajari masa lalu miliknya yang menyeramkan sekaligus menyedihkan untuk bagaimana ia bisa menjadi Cyborg. Dari yang sebelumnya ia memiliki tujuan yang tidak jelas, kini ia menjadi pilar yang penting dan kokoh di dalam timnya. Film ini juga secara seksama menjelaskan apa kekuatannya dan bagaimana ia dapat membantu timnya, yang menurut saya kekuatannya sangatlah keren.

Begitu juga dengan Barry Allen atau yang kita kenali dengan The Flash, di mana ia juga mendapatkan pendalaman karakter yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Mungkin masa lalunya tidaklah seintens Victor Stone, tetapi peran Barry di sini tidaklah hanya untuk pembawa humor saja tetapi juga menjadi sebuah tokoh yang jauh lebih terlibat dari sebelumnya, bahkan perannya menunjukkan kekuatan yang sangat dahsyat darinya yang dapat membuka banyak sekali kemungkinan untuk masa depan karakternya di DCEU.

Selain dari keduanya, yang sangat saya gemari untuk mendapati perubahan adalah sang antagonis, Steppenwolf. Tidak hanya dari fisiknya yang jauh lebih mengancam dengan baju zirah miliknya, tetapi karakternya juga menjadi jauh lebih intens berkat Zack Snyder yang meluangkan waktu film untuk menceritakan kisah miliknya, di mana ia ingin kembali diterima oleh Darkseid yang untuk pertama kalinya tampil di DCEU dan diperankan oleh Ray Porter melalui motion capture. Kini, kita jauh lebih memahami motif ia melakukan apa yang ia lakukan.

Mungkin saja yang tidak terlalu mendapati keuntungan setelah mendapati perpanjangan durasi adalah dua tokoh utamanya, Diana Prince atau Wonder Woman (Gal Gadot) dan Bruce Wayne. Wonder Woman memang mendapati adegan sendiri pada awal film, yang keren tetapi tidak berguna untuk keberlangsungan cerita. Begitu juga dengan Bruce Wayne yang justru sangat jarang untuk menunjukkan kepiawaiannya dan memiliki waktu tersendiri untuk karakternya. Keduanya tetaplah keren, tetapi tidak ada perubahan yang besar kepada keduanya.

Zack Snyder‘s Justice League juga memiliki nada yang lebih kelam, berbeda dengan pendahulunya yang terlihat lebih ramah keluarga, dan bisa kita lihat dari pertarungannya. Setiap aksi bertarungnya bisa saya katakan jauh lebih dahsyat, jauh lebih berdarah, jauh lebih spektakuler dan luar biasa, seperti bagaimana saat Steppenwolf melawan pasukan Amazon yang merupakan salah satu momen favorit saya di mana di film ini menjadi jauh lebih brutal dan lebih menendang dari sebelumnya.

movieden-steppenwolf-di-zack-snyder-justice-league

Dan tidak hanya bagian pertarungannya saja yang terlihat berubah, tetapi film ini juga memiliki efek visual yang jauh lebih bagus dari sebelumnya, dan dengan ratio yang berukuran 4:3 yang mungkin terdengar aneh karena biasanya film superhero ingin layar yang selebar mungkin dan bukan seperti The Lighthouse, tetapi ukuran yang menyerupai kotak ini tidaklah mengurangi pengalaman menonton dan justru semakin besar TV yang kalian gunakan, semakin indah visual film ini terlihat. Percayalah, ratio itu menambah keunikan untuk film ambisius ini.

Durasinya yang jauh lebih besar juga memberikan Zack Snyder waktu bagi setiap karakternya untuk berduka atas kematian Superman, sesuatu yang tidak pernah kita lihat di film sebelumnya. Terutama bagi kekasih Superman, Lois Lane (Amy Adams) dan ibunya, Martha Kent (Lois Lane). Dengan begini, kita lebih memahami secara intim bagaimana dampak kematian Superman terhadap orang terdekatnya. Di sini, Superman tidaklah hanya digambarkan sebagai alat pemberantas kejahatan tetapi juga sebagai seseorang yang memiliki hati.

4 jam memang bukanlah durasi yang sebentar, dan durasi seperti itu dapat dengan mudah menghilangkan konsenstrasi penontonnya. Tapi apa yang terjadi? Saya tidak pernah merasa bosan. Saat film selesai, saya juga terkagum dengan bagaimana saya dapat menonton film ini secara keseluruhan, dan itu semua adalah berkat Zack Snyder yang dengan baiknya memanfaatkan setiap momen di filmnya.

Salah satu kejutan terbesar yang dimiliki film ini adalah bagaimana banyaknya karakter baru yang muncul di dalamnya. Meski tidak akan saya sebutkan siapa saja, meski saya sangat menginginkannya, seluruh karakter baru yang muncul di dalamnya membuka banyak sekali kemungkinan yang sangat menarik dan juga sangat luas untuk universe DCEU, bahkan hingga pengujung film Zack Snyder terus menggoda para penggemarnya mengenai apa yang akan datang di masa depan.

movieden-superman-di-zack-snyder-justice-league

Tetapi beberapa elemen di dalamnya masih sulit untuk menemukan perannya, seperti bagaimana kostum Superman yang berubah menjadi hitam tidak dijelaskan kepada penontonnya meski terlihat penting atau bagaimana beberapa karakter baru yang muncul tidaklah berkontribusi apapun terhadap cerita, seperti bagaimana Martian Manhunter (Harry Lennix) yang sudah bukanlah rahasia akan muncul dan hanya mengalihkan fokus cerita, seperti bagaimana pada sebuah adegan yang mengungkapkan salah satu orang dari sebuah momen yang seharusnya menyentuh adalah dirinya yang sedang menyamar.

Namun bagaimanapun juga, kepastian Zack Snyder yang sudah sangat kokoh dalam menceritakan kisahnya dapat dengan mudah mengesampingkan segala keburukan yang kita temui. Ia mengetahui dengan visinya mengenai film macam apa yang ingin ia sampaikan, dan dengan film ini, ia berhasil menceritakan sebuah kisah superhero yang ambisius dan juga epik. Dengan menyeimbangkan antara drama yang intim dan menyentuh dengan aksi yang dahsyat dan spektakuler, ini adalah film superhero yang berhasil meraih kembali nama baik tim superhero yang bernama “Justice League”.

Pada akhirnya, ini adalah sebuah karya dari seorang ayah yang harus meninggalkan proyek miliknya karena kematian putrinya. Para penggemar dengan lantang dan bersemangat mendorongnya untuk menyelesaikan sebuah proyek yang telah ia tinggalkan, dan ia berhasil menebus segala keraguan yang dimilikinya serta mendedikasikan film tersebut untuk putrinya. Baik di depan dan di belakang layar, Zack Snyder’s Justice League adalah sebuah kisah yang sangat personal dan menjadi sebuah momen bersejarah untuk dunia perfilman.

Loading...

Review Film Zack Snyder's Justice League (HBO GO, 2021) - Sebuah Pemulihan Nama Baik untuk Sebuah Film yang Ambisius
8Overall Score
Reader Rating 1 Vote
9.9