Akhir-akhir ini film superhero mengalami elevasi, Wonder Woman (2017), Logan (2017) adalah salah satunya. Wonder Woman tidak hanya film superhero tetapi memiliki semangat feminisme, Logan memiliki ciri khas film Western. Black Panther juga mengangkat tema tak kalah kuat.

Baca Juga: Sebelum Nonton Black Panther, Baca Dulu 5 Hal Ini!

Tahun 1992, Pangeran N’Jobu dalam misi rahasia di Oakland, California, menganggap isolasi Wakanda menimbulkan keburukan daripada kebaikan. Raja T’Chaka menganggap sebaliknya, jika Wakanda yang sudah sangat maju teknologinya membuka diri, maka akan terjadi kekacauan. Raja T’Chaka mengkonfrontir Pangeran N’jobu di Oakland mengakibatkan Pangeran N’jobu terbunuh.

2 1

Di tahun 2016, melanjutkan kisah dari Captain America Civil War, T’Challa (Chadwick Boseman) kembali ke Wakanda untuk ditahbiskan menjadi raja karena kematian dari ayahnya Raja T’Chaka. Dalam masa pemerintahannya terjadi pencurian Vibranium dan T’Challa dan pasukannya harus mendapatkannya kembali di Busan, Korea. Ancaman juga turut hadir saat Killmonger (Michael B. Jordan) yang merupakan tentara black ops Amerika Serikat ingin merebut tahta T’Challa.

3 4

Black Panther terasa berbeda dengan film-film Marvel Cinematic Universe lainnya. Walau masih terasa cukup ringan, dengan humor-humor segar, tapi sisi politiknya sungguh kuat dan lebih serius dan dramatis dibanding film-film lainnya. Terdapat pesan kuat mengenai orang kulit hitam yang masih didiskriminasi dan dipandang sebelah mata. Pesan lain mengenai negara superpower yang tidak mau membantu negara yang lain dan malah membangun tembok. Pun lagi mengenai negara superpower di berbagai belahan dunia seringkali menjajah negara-negara kecil/berkembang, tapi Wakanda tidak mau menggunakan kekuatannya untuk menindas umat lain.

Karakter-karakter dari tokoh film di Black Panther sangat kokoh pembangunannya, Killmonger menjadi salah satu villain terbaik dalam MCU, selain ingin menguasai dunia seperti kebiasanaa villain-villain lain dia memiliki maksud untuk mengangkat harkat dan derajat saudara-saudara kulit hitam lainnya. Penonton dapat bersimpati dan memahami dengan karakternya sehingga tidak hitam putih saja. Ada pula Okoye (Danai Gurira) sebagai pemimpin pasukan pemerintah wanita berkepala plontos yang sangat setia terhadap Wakanda, citranya membangun feminisme yang kuat.

5 6

Hal yang patut dipuji lainnya adalah sisi art direction dan original score-nya. Art direction-nya sangat baik dalam membangun universe Wakanda yang menggabungkan kebudayaan Afrika dan canggihnya teknologi. Original score dan musiknya yang digarap oleh Ludwig Göransson dan Kendrick Lamar menambah nyawa film ini dengan lagu rap dan nuansa lagu-lagu tradisional Afrika.

Final Verdict:

Bukan film Marvel Cinematic Universe yang paling menghibur dan bukan pula yang memiliki deretan sekuen aksi yang memukau, tapi inilah film Marvel Cinematic Universe yang paling mengena pesannya. Pesannya mengandung komentar sosial yang relevan dengan apa yang terjadi di dunia belakangan ini. Pujian terbesar patut diberikan untuk segi art direction dan original score-nya. Tidak lupa juga karakter Killmonger menjadi salah satu villain terbaik dalam Marvel Cinematic Universe.

Review Black Panther - Pesan Politis dari Film Marvel Cinematic Universe
8Overall Score
Reader Rating 8 Votes
6.0